Langsung ke konten utama

AUDISI ANTOLOGI PUAN MELAYU 2012

Syarat dan Ketentuan

Dicari 18 naskah cerita pendek bertema Budaya Melayu Riau dengan ketentuan sebagai berikut:
1.    Cerpen harus mengangkat Budaya Melayu Riau (daratan maupun kepulauan), tidak hanya dalam setting  tetapi juga dalam tema. Contoh Budaya Melayu Riau: Pantun, Syair, makanan, pakaian, tari-tarian, ataupun flora-fauna. Bisa juga berupa peristiwa alam/budaya khas Riau: Bono, Pacu Jalur, Bakar Tongkang.
2.    Cerpen harus mengangkat masalah Pemberdayaan PEREMPUAN; berangkat dari akar budaya Riau dan berperspektif universal.
3.    Memperhatikan target pembaca. Kumpulan cerpen ini direncanakan untuk pembaca wanita usia 20 tahun ke atas; mahasiswi, ibu rumah tangga, wanita karier.
4.    Ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan memperhatikan ketentuan tentang EYD.
5.    Panjang cerpen 1.000  -  2.500 kata (4 – 10 halaman).
6.    Diketik dengan font Times New Roman 12, spasi 1,5 pada kertas A 4.
7.    Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 cerpen.
8.    Menyertakan esai singkat (1 paragraf) di akhir cerpen, berisi: “Mengapa cerpen saya layak diikutsertakan dalam antologi ini.”
9.    Menyertakan biodata singkat (2-3 paragraf) secara naratif. Biodata dituliskan pada akhir cerpen, setelah esai singkat.
10. Naskah dikirim dalam bentu attachment, bukan di badan email
11.    Naskah dikirim ke akun email: antologiriau2012@gmail.com dengan SUBYEK: AntologiRiau_Nama Pengarang_Judul Cerpen. Contoh: AntologiRiau_Ani Rosmala_Senja di Sei Duku
11.    Paling lambat 24 April 2012, pk. 23.59 WIB
12.    Nama-nama penulis yang lolos audisi ini akan diumumkan pada Rabu, 25 April 2012, Pk. 20.00. Naskah yang lolos akan menjadi milik penyelenggara.
13.    Penulis yang karyanya dimuat akan menerima tanda terima kasih berupa: 2 buah buku antologi.
15.    Naskah akan diseleksi oleh Neti Suriana dan Agnes Bemoe. Keduanya penulis wanita asal Riau.
16.    Panitia tidak menerima tanya jawab, kecuali untuk hal-hal yang belum disebutkan dalam “Syarat dan Ketentuan” ini.

Salam,
Neti Suriana
Agnes Bemoe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...