Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2012

Tertakdir

Dihempas gelombang dilemparkan angin Terkisah bersedih bahagia Di indah dunia yang berakhir sunyi Langkah kaki di dalam rencanaNya semua berjalan dalam kehendakNya nafas hidup cinta dan segalaNya Dan tertakdir menjalani segala kehendakMu ya robbi Ku berserah ku berpasrah hanya padaMu ya robbi Dan tertakdir menjalani segala kehendakMu ya robbi Ku berserah ku berpasrah hanya padaMu ya robbi Bila mungkin ada luka coba tersenyumlah Bila mungkin tawa coba bersabarlah Karena air mata tak abadi Akan hilang dan berganti (hilang kan berganti) Bila mungkin hidup hampa dirasa Mungkinkan hati merindukan Dia karena hanya denganNya hati tenang Damai jiwa dan raga Dan tertakdir menjalani segala kehendakMu ya robbi Ku berserah ku berpasrah hanya padaMu ya robbi Dan tertakdir menjalani segala kehendakMu ya robbi Ku berserah ku berpasrah hanya padaMu ya robbi Hanya padaMu ya robbi Lirik di atas adalah lagu yang berjudul Takdir, yang dinyanyikan oleh Opick feat Melly...

Miracle

Alhamdulillah... rasanya luar biasa senang. Sungguh sesuatu yang sejak dulu saya impikan, namun rasanya begitu cepat menjadi kenyataan. Allah memang maha baik, Allah memberikan kesempatan dan membukakan jalan untuk saya menjadi seorang penulis. Saat pertama kali melihat buku yang saya tulis terpajang di toko buku, wah luar biasa deh. Apalagi saat melihat buku saya tersebut ikut berada di deretan buku laris. Alhamdulillah, setidaknya itu yang saya temukan sewaktu saya jalan-jalan ke Gramedia yang berada di Mall Pekanbaru. Saya berharap semoga bisa demikian juga di toko-toko buku lainnya di berbagai belahan bumi Indonesia, aamiin... hehehe ^_^ Saya jadi semakin semangat untuk menulis dan selalu belajar bagaimana menjadi penulis yang  lebih baik lagi. Bahkan menyiapkan mental apabila suatu saat saya menuai kritikan dari buku-buku yang saya tulis, demikian juga dengan pujian (menerima pujian juga tidak mudah). Sejatinya, itulah yang akan mampu membuat kita untuk bisa sel...

Mantau Yaow...

Kenal nggak sama kue mantau? Hmmmm... mungkin kebanyakan orang lebih mengenal bakpao, walaupun kedua jenis kue ini berasal dari negeri yang sama. Tapi, kalau yang udah pernah makan dim sum, mantau juga terdapat di dalam menu sebagai bagian atau sajian pelengkap. Di tempat asalnya di Cina sono, biasanya mantau di sajikan bersama nasi, bahkan bisa menjadi pengganti nasi. Saya pribadi, pertama kali mengenal mantau sewaktu nonton film kungfu soccer . Hayoooo... siapa yang nggak pernah nonton film fenomenal itu (versi gue hihihi...), film gokil yang dibintangi oleh Steven Chow. Nah di film itu ada Vicky Zhao yang berperan jadi cewek jelek pembuat mantau. Pas si Steven makan mantaunya, wuiiiih... sepertinya kok enak banget yak (sebenarnya enak apa laper yak, pan dia jadi gembel di situ :P) Gambar dari sini Trus akhirnya saya hunting dah resep mantau di Mbah Google, wow... ternyata banyak banget resep mantau, bahkan dengan aneka kreasi dan cita rasa, padahal aslinya mantau...

All About Women (Ust. Felix Siauw)

Wanita disempurnakan dari tulang rusuk | bukan tulang kepala hingga tinggi, bukan tulang kaki hingga rendah, karena ia ialah teman Karena wanita diciptakan tidak sama | dia kelemahan dari kelebihan lelaki dan kelebihan dari kelemahan lelaki, ia melengkapi K arena wanita lekas linangan air matanya saat sedih, baik saat senang | karenanya suami diberikan dada yang lebih bidang L embut lemah wanita tercipta untuk berikan buaian keturunan | maka dia penolong yang menawan, bukan lawan tanding yang sepadan L emah lembutnya wanita bisa menguatkan suaminya | dan kekuatan suaminya adalah bila bisa berlaku lembut terhadap istrinya Wanita memiliki rahim, begitulah mereka menciptakan kerabat | sekaligus mengajari lelaki bahwa mereka tiada ada tanpa wanita Seorang wanita tidak perlukan lelaki yang pintar mengarang alasan | tapi wanita sangat menghargai lelaki yang berkata lewat perbuatan Seorang ist...

Cantik Melampaui Usia Sebenarnya dengan kosmetik halal Wardah

Perempuan mana yang tidak ingin dikatakan cantik, tapi benarkah bahwa cantik itu relatif? Bisa jadi iya, karena setiap orang punya kriteria tersendiri untuk menilai apakah seseorang itu bisa dikatakan cantik, standar (biasa), atau bahkan jelek. Penilaian yang hadir berdasarkan indera penglihatan tersebut erat kaitannya dengan fisik. Kecantikan fisik yang terlihat bisa jadi karena wajahnya atau penampilannya. Nah, kalau berkaitan dengan wajah, bisakah kita menggugat Allah Swt saat banyak orang beranggapan bahwa wajah kita termasuk dalam kategori jelek. Hanya karena kita memiliki mata, hidung, mulut, dan tubuh yang tidak bisa dikatakan proposional menurut standar penilaian kebanyakan orang. Tunggu dulu, Allah Swt telah menciptakan manusia itu dalam sebaik-baiknya bentuk. Jadi, bagi setiap manusia yang berjenis kelamin perempuan, sudah pasti ia cantik, kalau ganteng itu sebutan untuk laki-laki. Masih merasa tidak puas? Wajar. Karena sudah menjadi salah satu tabiat manusia untuk tid...

Kring... Kring.. Kring... Ada Sepeda Nailah

Dahulu, orang tua beranggapan bahwa anak yang hebat itu adalah anak yang selalu unggul di bidang akademis, memiliki tingkat intelegensi yang tinggi. Namun, dalam perkembangannya, seorang ahli bernama Howard Gardner mengenalkan multiple intelegence, yaitu mengenai 8 macam kecerdasan pada anak. Kecerdasan itu meliputi: kecerdasan linguistic, kecerdasan logika-matematika, kecerdasan musical, kecerdasan spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis. Dengan adanya multiple intelegence atau kecerdasan majemuk, mengubah persepsi orang tua bahwa anak yang hebat itu bukanlah anak yang memiliki intelegensi yang tinggi saja, karena pada dasarnya setiap anak itu unik. Setiap anak memiliki bakat, potensi dan kemampuan yang berbeda, maka sebaiknya orang tua dalam memandang anak agar lebih obyektif. Anak bisa saja sukses walaupun tidak memiliki tingkat intelegensi yang tinggi, karena faktor intelegensi bukanlah sebagai satu-satunya...

Makaroni Saus Telur Orak Arik

Nai sedang nggak mood makan nasi, saya sih nggak masalah. Tapi abinya yang sering uring-uringan. Padahal untuk karbohidrat nggak harus nasi, bisa diganti dengan roti, ubi, kentang, jagung, atau sagu. Itung-itung bantu pemerintah dalam kampanye sehari tanpa nasi alias ganti karbohidrat mu hihihi... So, pagi ini saya buat makaroni saus telur orak arik, nama yang aneh. Yah, setidaknya menggambarkan masakan ala saya kali ini. Bikinnya gampang, apalagi Nai suka telur kalo buat sarapan. Bahan: ·         Makaroni ·         Saus tomat ·         Tomat ·         Bawang bombay ·         Bawang putih ·         Bawang goreng (bawang merah) ·         Batang bawang ·         Daun sup ·   ...

Buka Bareng Penyandang Disabilitas

Setelah buka bareng Opick dan Anak Yatim, ini adalah buka bareng kedua yang begitu berkesan bagi saya. Saat berada di tengah-tengah mereka, sungguh saya merasa sangat beruntung sekaligus merasa kurang bersyukur selama ini. Kenapa demikian? Ya, perasaan itu hadir karena saya tengah berada diantara orang-orang penyandang disabilitas, mayoritas pada saat itu adalah tuna netra. Saya merasa beruntung karena Allah telah memberikan kesempurnaan fisik kepada saya, namun saat mengingat begitu banyak hal yang kadang saya keluhkan di dalam hidup ini, ternyata alangkah kurang bersyukurnya saya. Speechlees... hanya rasa haru menyeruak, ada air mata yang menggenang di pelupuk mata dan susah payah saya tahan agar tidak menetes. Saya sangat berterima kasih kepada suami yang telah mengajak saya berpartisipasi di acara tersebut. Acara yang digagas suami bersama sahabatnya Ust. Muhayat . Sebelum berbuka, ada sedikit pengajian yang diisi oleh Ust. Dian Sukheri. Pengajian yang mampu membe...