Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2012

Mbak Ntut

Hmmmm... cerita nggak yah. Hmmmmm... gimana yah, maluuuuu nih. Tapi mupeng sama hadiah GA-nya. Hmmmmm... cerita deh, tapi jangan pada ketawa yah, karena cerita saya ini tetap manusiawi kok, walau malu-maluin. Oke deh, begini ceritanya. Dari judulnya, gampang ketebak deh kalau “ntut” itu berasal dari kata kentut, sopannya buang angin dah. Jadi, sewaktu kecil (sampai sekarang sih xixixi...) saya orang yang paling sering kentut eh paling sering ketahuan kentut (ngeles). Kalau ada bau tidak sedap di udara yang sebelumnya asyik sembriwing, yang serta merta mampu membuat orang yang gi ketawa-ketiwi, cerita ngalor ngidul, apalagi yang lagi makan langsung menghentikan aktivitasnya, senyap, lalu spontan menutup hidung atau langsung ngacir, maka saya lah yang akan menjadi tersangka utama dan bahkan satu-satunya!.  Gambar dari sini Huwaaaaa... nyebelinkan, tapi saya malah dianggap paling nyebelin. Maaf sodara-sodara, bukannya urat malu saya agak konslet atau saya nggak punya ...

Kultwit Felix Siauw (about hijab) 29072012

Gambar dari sini Jika Hijab syar'i hanya milik Ustadzah, pasti lah org biasa tak bs ke surga, Hijab syar'i itu milik semua Muslimah :) kenakan hijab maka engkau berharga, dan akan dihargai yg berharga pula | bila direndahkan, pasti dia tak cukup berharga untuk didengar bila sudah "karena Allah" berhijab | tua-muda, baik-buruk, siap-belum, tiada jadi soal bilapun ada alasan untuk berhijab | biarkan ia tercakupkan dalam 2 kata "karena Allah" :) bila berhijab menunggu renta usia, lantas apa guna hijab? | keindahan dan nafsu kuat pada muda, hijab tuntun bertanggung jawab bila menanti siap bagian dari kewajiban hijab, tentu wanita-wanita disekeliling Rasul lebih layak beralasan | bukan kita yg beralasan? bila harus tanpa dosa baru berhijab, malaikat saja yg pantas | justru hijab itu dikenakan karena banyak dosa, agar Allah berkenan ampuni bukan karena diganggu lantas engkau kenakan hijab | namun karena engkau kenakan hijab kar...

Mengelilingi Dunia dengan Menulis, Menggenggam Dunia dengan Smart Media

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia. Siapa yang tidak tahu penggalan lirik lagu Nidji tersebut. Lagu yang menjadi soundtrack film fenomenal Laskar Pelangi. Ketika mendengarkannya mampu menularkan energi positif tentang semangat untuk meraih impian. Berbicara tentang mimpi, sejak kecil saya suka sekali membaca. Tidak hanya buku pelajaran, majalah, atau koran, bahkan tulisan yang ada di bungkus-bungkus makanan atau produk apa pun itu tidak luput untuk saya baca. Saat membaca majalah bobo, saya bermimpi kelak bahwa saya bukan lagi sekedar menjadi pembaca, tetapi penulisnya. Tulisan saya akan dimuat di berbagai media cetak dan dibaca oleh banyak orang. Maka, saat SMP saya telah menuliskan di dalam diary, bahwa kelak saya ingin menjadi seorang penulis. Saya menjadi semangat sekali menulis, sekalipun tulisan saya masih sekedar memenuhi mading sekolah. Begitu juga saat kuliah, hanya sebatas buletin kampus. Entahlah, waktu itu saya masih beranggapan bahwa menjadi penulis...

Pasar Ramadhan

Ceritanya lagi JJS nih, trus karena bulan Ramadhan banyak dong pasar Ramadhan dadakan yang menjual aneka makanan dan minuman. Tadinya mau jalan ke tempat yang deket-deket aja dari rumah, eh nggak tahunya melalang buana agak jauh juga. Nah, pas sampai di jalan Ronggowarsito, berjejerlah pakpol (pak polisi), soalnya jalanan sering jadi macet, jadi mereka mengamankan dan mengatur deh. Tapi, karena kami perginya pakai motor, nggak pake helm, trus KTP dan SIM suami juga udah "mati", alhasil kami muter teratur hihihi.... Khawatir ntar kalau pak polisi teriak stoooooop... merekakan tahu yang mana wajah was-was dan yang mana nggak hehehe... Akhirnya kami mengunjungi pasar Ramadhan yang nggak ada pakpolnya. sampailah kami di pasar Ramadhan yang berada di pasar Lima Puluh. Wah rameeeeeee... banget. Biasanya, saya suka beli kue-kue yang jarang bisa ditemui selain dari di bulan Ramadhan. Tapi maaf.. setelah buka kuenya ludeeees tanpa sempat dijepret. Nama kuenya juga saya k...

Asap dan Hari Anak Nasional

Pagiiiiiii... bagaimana cuaca pagi di tempatmu. Di sini, di kota saya jarak pandang menjadi lebih memendek. Ada pemandangan putih yang menghiasi udara. Apalagi kalau bukan asap. Saat cuaca panas dan hujan yang jarang sekali turun, hal ini sudah biasa terjadi. Mungkin kalian sering menyaksikan beritanya di tv. Inilah kota Pekanbaru, yang saat begitu banyaknya terjadi pembakaran hutan, asap pun juga bisa “dinikmati” oleh negara tetangga seperti Malaysia. Lihatlah. Bahkan rumah tetangga depan saja tidak terlihat jelas. Padahal ini sudah jam 8 lho. Begitu juga dengan rumah tetangga belakang, terlihat samar. Yah mau gimana lagi. Berarti, Nailah nggak bisa main di luar pagi ini. Walau hanya sekedar berjalan kaki mengitari halaman dan kebun belakang juga kolam yang mulai mengering. Buat anak-anak Indonesia, selamat hari anak nasional yah. Semoga pagi ini kalian bisa menikmati pagi dengan bahagia, tanpa asap tentunya. Hmmmm... walau itu agak mustahil. Bukankah dibanyak ...

Sahur pertama di Ramadhan 1433 H/2012 M

Alhamdulillah... kita harus bersyukur karena masih diberikan usia oleh Allah Swt sehingga bisa bertemu dengan Ramadhan tahun ini. Semoga kita bisa memanfaatkan Ramadhan ini dengan sebaik mungkin, sehingga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aamiin... Sahur pertama, menu saya sekeluarga adalah sayur bayem merah dan dendeng balado. Pedes? Iya, tapi tidak terlalu pedes. Sambal dendeng baladonya spesial, karena cabenya berasal dari cabe yang ditanam sendiri. Cabe yang ditanam dipot. Nah, yang ini siap dipanen beberapa hari lagi Selamat menjalankan ibadah puasa ^_^

My Book

Alhamdulillah... buku solo pertama saya sudah terbit. Buku yang dalam prosesnya penuh dengan pembelajaran. Rasanya luar biasa, buku solo pertama dan yang pertama ditulis adalah Nabi Muhammad Saw, sepak terjang beliau di dunia bisnis. Jangan ditanya bagaimana perasaan saya saat menuliskannya. Ada rasa takjub, haru, sampai rindu yang mampu menghadirkan tetesan air mata. Lewat buku ini juga saya menjadi semakin mengerti tentang dunia kepenulisan, lika-likunya, bahkan telah mencicipi pahitnya sebelum manisnya. Tapi, itulah hidup. Semuanya adalah sebuah proses. Saya sudah memilih dan passion saya adalah menulis. Setelah menghasilkan 10 antologi, saya sudah luar biasa bersyukur akhirnya punya kesempatan untuk menulis buku solo. Insya Allah buku yang lainnya akan segera menyusul. Harapan saya, semoga buku ini bisa bermanfaat bagi pembaca semua dan menjadi amal jariyah buat saya. Saya juga membuka ruang selebar-lebarnya untuk berdiskusi, memberikan masukan atau kritik yang membangu...