Langsung ke konten utama

Kultwit Felix Siauw (about hijab) 29072012


Gambar dari sini

Jika Hijab syar'i hanya milik Ustadzah, pasti lah org biasa tak bs ke surga, Hijab syar'i itu milik semua Muslimah :)

kenakan hijab maka engkau berharga, dan akan dihargai yg berharga pula | bila direndahkan, pasti dia tak cukup berharga untuk didengar

bila sudah "karena Allah" berhijab | tua-muda, baik-buruk, siap-belum, tiada jadi soal

bilapun ada alasan untuk berhijab | biarkan ia tercakupkan dalam 2 kata "karena Allah" :)

bila berhijab menunggu renta usia, lantas apa guna hijab? | keindahan dan nafsu kuat pada muda, hijab tuntun bertanggung jawab

bila menanti siap bagian dari kewajiban hijab, tentu wanita-wanita disekeliling Rasul lebih layak beralasan | bukan kita yg beralasan?

bila harus tanpa dosa baru berhijab, malaikat saja yg pantas | justru hijab itu dikenakan karena banyak dosa, agar Allah berkenan ampuni

bukan karena diganggu lantas engkau kenakan hijab | namun karena engkau kenakan hijab karenanya tiada gangguan

bukan engkau baik karena kenakan hijab | namun engkau kenakan hijab karenanya belajar perbaiki diri

bukan karena kenakan hijab lantar kau jadi beriman | namun engkau beriman karenanya kenakan hijab

hijab bukan hanya menjaga kejahatan dari luar diri, namun pencegah kejahatan dalam diri | bila takutkan maksiat diri, hijab adl utama

bila Muslimah adalah ratu, maka hijab adalah jubah kebesarannya | bukan dipakaikan oleh manusia namun anugerah Tuhan Semesta Alam

buku aja yg bagus ada tulisan 'membuka plastik berati membeli' masa wanita kalah sama buku? :))


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...