Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2014

(Bukan) Rico De Coro

Hai... cantik... tunggulah sebentar, aku Rico De Coro*, aku hanya ingin tahu siapa namamu... Ah! sombong sekali dirimu, mentang-mentang warna kulit kita berbeda, lantas kau bisa mengabaikan aku begitu saja. Please... berpalinglah padaku walau hanya sedetik, sungguh, tidak ada yang pernah dan bisa mengabaikanku, seperti yang telah kau lakukan saat ini. Aku, Rico De Coro, kecoa paling tampan, si petualang yang punya banyak kisah untuk ku bagi. Seluruh tempat di penjuru rumah ini telah aku singgahi. Aku selalu selamat dari setiap mara bahaya yang mengancam makhluk seperti kita. Maka, aku bisa melindungimu, aku bersedia menjadi pelindungmu disepanjang hidupku... *Rico De Coro : Salah satu tokoh kecoa di salah satu kisah dalam buku Filosofi Kopi karya Dee Tak sengaja saya melihat 2 kecoa ini di salah satu sudut rumah. Alih-alih mengusir atau memusnahkan mereka, saya malah lari mengambil kamera dan mengabadikannya, karena sebenarnya saya takut eh jijik sama Coro heheh...

Di Mall Pada Suatu Waktu

Lantai 3 Mall ... Pekanbaru (Toko Buku) Mbak-mbak : Kok bukunya difoto-foto Mbak? Saya : (Lagi asyik jeprat-jepret buku-buku temen-temen yang gi nangkring di rak tobuk). Iya Mbak, buku-buku temen saya Mbak-mbak : Wah, temen-temen Mbak penulis yah? Saya : Iya Mbak Mbak-mbak : Berarti Mbak penulis juga dong? Saya : Hmmm... penulis pemula Mbak (masih sering nggak PD dibilang penulis :D) Mbak-mbak : Wah hebaaaat... saya baru tahu lho Mbak kalau di Pekanbaru ada penulis juga. Buku Mbak apa? ada di sini juga kan? (antusias) Saya : (masih malu-malu tapi otak promo jalan, kali aja dia mau beli, lumayaaaaan :D), buku-buku saya ........... mungkin Mbak berniat buat beli yang ini ...... cocok untuk perempuan. Mbak-mbak : (Tersenyum) Mbak cantik deh  Saya : (kok buku-buku yang saya sebutin tadi nggak ditanggapi, tadi antusias banget buat nanya, mulai ilfiill. Saya ngeluarin HP mau call si Abi yang gi asyik di tempat bermain anak dengan Nai.) Maaf yah Mbak, saya mau call sua...

Helm Unik

Cuaca mendung, di siang hari daerah tempat tinggal saya sepi. Pas melihat ke jendela, di luar saya melihat bapak-bapak memakai sepeda motor dengan keranjang besar di belakangnya. Sepertinya bapak ini adalah pengumpul barang bekas, mungkin berhenti karena melihat kardus saya yang teronggok di halaman. Kardus besar itu memang sudah tidak saya gunakan lagi, sengaja saya letakkan di luar untuk diangkut oleh petugas yang rutin mengambil sampah setiap hari di area tempat tinggal kami. Saat melihat bapak tersebut, ada yang menarik, yaitu helm yang digunakannya. Sungguh kreatif!, helm tersebut terbuat dari bekas galon yang dimodif sedemikian rupa. Ada penutup kacanya dan tali pengamannya juga, persis seperti helm yang biasa digunakan pengguna kendaraan bermotor roda dua lainnya. Nah, saya agak bingung juga, rute bapak ini kemana aja yah, apakah helm tersebut sudah sesuai dengan SNI (Standar nasional Indonesia) sehingga aman dari razia polisi hehehe... Langsung saya ambil kamera dan...

Oleh-oleh dari Thailand Ala Abi

Oleh-oleh si Abi ^_^ Tahun 2013 lalu, Abi pergi ke Thailand dalam rangka pratikum dari kampusnya, yah walaupun menurut saya nih lebih tepatnya darmawisata alias jalan-jalan atau liburan, biasaaaalah :D Tempat yang rombongan Abi kunjungi adalah Hat Yai, kota terbesar ketiga di negara Gajah putih tersebut. Letaknya di Thailand selatan, diperbatasan Malaysia. Saya bukannya mau ngomongin kisah perjalanan si abi, tempat apa saja yang dikunjunginya. Tapi bahas tentang oleh-olehnya hehehe... Bukan kali ini saja si Abi pergi ke luar kota atau Luar negeri tanpa anak dan istri, baik dalam rangka pekerjaan atau urusan kampus seperti ini, jadi nggak heran juga kalau oleh-oleh yang dibawanya pasti makanan. Ndilalah, ekspektasi saya meleset, makanan yang Abi bawa ada di sini, bukan sesuatu yang istimewa, seperti kripik labu bertabur wijen, dodol durian, manisan asam. Emang nggak ada sesuatu yang beda yah. Si abi juga membelikan saya bros berbentuk gajah, juga sebuah dompet yang nga...

Hidupkan Mading (Majalah Dinding)

Ini masih seputar cerita tentang saat saya menjadi pembicara di seminar di UIR (Universitas Islam Riau) pada hari ibu lalu. Acara usai tepat sebelum waktu shalat zuhur masuk. Setelah itu, saya dan Bunda Mutia langsung menuju masjid kampus untuk melaksanakan shalat zuhur. Ada yang menarik perhatian saya di sana, seusai shalat, saya lama sekali berdiri di hadapan sebuah papan besar yang tergantung di dinding, yang dikenal dengan mading, majalah dinding. Saya merasa kembali bernostalgia pada masa-masa sekolah dan kuliah dulu. Saya aktif sebagai anggota mading, bahkan saat saya masih mengajar dulu, saya adalah pembina mading. Senang sekali rasanya masih ada yang aktif untuk mengurus mading. Bisa dikatakan lewat madinglah saya mulai berani mengekpos tulisan-tulisan saya. Jadi, setidaknya ada beberapa manfaat bagi kita yang aktif mengisi mading, seperti: Mading biasanya setiap waktu penayangannya memiliki tema tertentu. Jadi, selain terbiasa menulis, kita juga menjadi terbiasa untuk m...

Talkshow di Hari Ibu (Bersiap Menjadi Ibu)

Sepertinya saya terkena sydrom ibu hamil yang bernama lupa hehehe... (alesaaaaan). Saya lupa untuk share di blog ini mengenai kegiatan saya di hari ibu tanggal 22 Desember 2013 lalu. Saat itu, saya diundang oleh organisasi kemahasiswaan UKMI Al-KAHFI UIR (Universitas Islam Riau) untuk menjadi pembicara dalam rangka hari ibu, dengan tema The Amazing Mom. Saya tidak sendirian, pembicara kedua adalah Bunda Jul Prima Mutia, pendiri Sekolah Ibu Keliling yang ada di Pekanbaru. Sebagai pembicara pertama, saya mengangkat judul tentang bersiap menjadi Ibu, sedangkan Bunda Mutia mengangkat judul tentang Ibu adalah Madrasah Pertama. Saya naik ke atas panggung sekitar jam 10, setelah kegiatan-kegiatan lain dilaksanakan, seperti perlombaan membaca puisi untuk ibu, dll. Pesertanya, seluruhnya mahasiswi, dari berbagai tingkat dan Fakultas. Mereka mengikuti acara seminar ini dengan sangat antusias. Banyak yang berpartisipasi untuk urun pendapat ataupun memberikan pertanyaan-pertanyaan. Baikla...