Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Indonesia Rare Disease Day 2016

Bismillah... Hari ini tanggal 29 Februari 2016. Ada yang beda dari hari ini. Iyak, betuuul... tanggal 29 yang hanya ada sekali dalam 4 tahun. Jadi, buat yang lahir tanggal ini, unik yak. Tak kalah uniknya, hari terakhir di bulan februari secara internasional diperingati sebagai hari penyakit langka. Peringatan ini ada sejak tahun 2008. Nah, tahun ini adalah pertama kalinya peringatan tersebut diperingati di Indonesia. Indonesia Rare Disorders adalah penggagasnya. Sebuah kelompok yang memberikan dukungan kepada keluarga yang memiliki anak-anak dengan penyakit langka. Ada sekitar 20an keluarga dan juga dihadiri perwakilan dari kementrian kesehatan di area car free day Jakarta, tepatnya didepan menara BCA jalan Jendral Sudirman. Menurut data, ada 6000-8000 jenis penyakit langka saat ini. 80% diantaranya disebabkan oleh faktor genetik. Penyebab lainnya berhubungan dengan riwayat infeksi, pengaruh lingkungan, dan proses degeneratif. Truss ternyata anak-anak menyumbang 50-70% ...

Unforgettable Bandung, Museum Konperensi Asia-Afrika (KAA)

Bismillah... Saya belum pernah ke Bandung. Kasihan yah hehehe... Tapi, saya nggak kudet amat tentang Bandung. Saya tahu bahwa tempat wisata di Bandung itu buanyak dan cakeeep (tempat wisata, nggak bahas masyarakatnya :D ). Saya tahu makanan-makanan khas Bandung dan Alhamdulillah lumayan banyak juga yang bisa ditemukan di Pekanbaru. Nah, yang mau saya bahas di tulisan ini adalah bahwa yang bikin saya penasaran dengan Bandung, yaitu museum Kon pe rensi Asia-Afrika nya. Lho, Why? Karena kalau penasaran dengan yang lainnya itu udah mainstream hihihi... Nggak, bukan itu. Jadi gini, tahun 2012 lalu saya mengikuti sebuah lomba menulis tentang penyandang disabil itas . Alhamdulillah tulisan saya menjadi juara ke 2. Penyelenggara lomba tersebut da ri sahabat museum konperensi Asia-Afrika. Hadiahnya, selain uang tunai juga ada goodiebag yang berisi buku-buku, sertifikat, dan topi. Salah satu buku nya berjudul The Bandung Connection . Buku ini membahas secara detail tentang k...

Smart Writer, Menulis Fiksi Bukan Lagi Mimpi

Bismillah... Kalau ada pertanyaan tentang berapa banyak koleksi buku fiksi yang saya punya, jawabannya tidak banyak. Perbandingannya dengan buku non fiksi 1:10, jadi kalau ada 10 buku non fiksi, buku fiksinya hanya ada 1. Lho kok bisa, nggak suka baca fiksi yah? Nggak juga, suka kok. Saya punya novel, kumpulan cerpen, buku puisi, bahkan komik. Memang jumlahnya tidak banyak, karena ada pertimbangan tertentu dalam pembeliannya. Salah satunya adalah siapa penulisnya. Saat masa SMA dulu, buku fiksi yang saya miliki semuanya hasil karya anggota Forum Lingkar Pena. Sebut saja Helvy tiana rosa, Asma Nadia, Izzatul jannah, Afifah Afra, Ifa avianty, Almh Nurul f huda, dll. Selanjutnyaa seiring waktu, saya juga membeli karya penulis lain dan akhirnya kecewa dengan muatan ceritanya. Maklum, dulu belum mengenal adanya resensi buku yang bisa jadi bahan pertimbangan untuk membeli. Tapi sekarang, tak hanya bisa mencari info berupa resensi buku yang hendak dibeli, s...

Talkshow Cegah Anak Jadi LGBT di Pekanbaru

Bismillah... Masalah kekinian yang kehebohannya tak juga surut adalah tentang LGBT. Betapa kita terhentak saat masalah ini mencuat. Betapa kita ngeri saat gaung propaganda LGBT merebak. Di media sosial, hiruk pikuk ini begitu memekakkan. Tak hanya tentang pernyataan sikap, tetapi juga tentang bagaimana banyaknya postingan tentang penolakan LGBT raib, bahkan akun si pembuat postingan pun diblokir. Kekinian lagi, hebohnya berita tentang artis yang tersandung masalah hukum yang berkaitan dengan tindakan pelecehan seksual kepada anak di bawah umur. Saya, dan mungkin temans semua telah menonton salah satu episode ILC ( Indonesia Lawyer Club ) yang mengangkat tentang masalah LGBT ini. Sebagai orang tua, kita benar-benar merasa dihantui kekhawatiran tentang masalah ini. Nah, rabu tanggal 24 Februari lalu, saya menghadiri sebuah talkshow yang temanya tentang Cegah Anak Menjadi LGBT . Talkshow yang diadakan di Aula lantai A Rumah Sakit Awal bros Sudirman Pekanbaru ini di taja oleh...

Kue Dorayaki Ala Ummi

Bismillah... Siapa yang nggak tahu apa makanan kesukaan Doraemon. Apalagi kalau buka kue dorayaki. Kue yang bentuk dan bahannya mirip dengan pancake ini juga bisa kita buat sendiri lho di rumah. Cara membuatnya gampang banget, kalau nggak punya cetakannya, bisa gunakan teflon. Kalau udah kehabisan ide buat camilan Mbak Nai dan adek Khai, saya bikin aja kue dorayaki ini, dijadikan 2 lapis yang tengahnya dioles selai coklat, hmmmm.... yummmmy!. Berikut saya bagi resep kue dorayaki ala Ummi:   Olesi cetakan dengan margarin, masukkan adonan, dan masak dengan menggunakan api kecil  Kue dorayaki udah mateng. Lapis kue dorayaki, beri isi sesuai selera, bisa selai coklat, selai kacang, stroberi, atau keju

PERGIZI PANGAN Indonesia dan Sarihusada Gelar Seminar Gizi di Pekanbaru

Bismillah... Sabtu, 20 Februari lalu, saya menghadiri seminar gizi yang diadakan di Poltekkes Kemenkes Riau Pekanbaru. Seminar ini ditaja oleh PERGIZI PANGAN Indonesia dan Sarihusada, bekerjasama dengan DPD Persagi Riau. Tema dari seminar ini adalah "Membangun Kemitraan gizi dan Pangan Provinsi Riau untuk Mengatasi Masalah Gizi Ganda". Seminar ini sebagai rangkaian peringatan Hari Gizi Nasional 2016. Pembicara pada seminar ini adalah akademisi dan pemerintah, yaitu Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, M.S, Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, Prof. Dr. Ir. Netty Herawati, M.S, ketua Himpunan PAUD Indonesia, Ir. Mangapul Banjarnahor, M.Kes, ketua DPD Persagi Riau, dan Dr. Ir. Heryudarini Harahap, M.Kes, ketua DPD Pergizi pangan Riau. Apa saja yang dibahas oleh para pembicara kece ini? cekidot yak penjabarannya, sarat ilmu banget inih, terutama buat warga Riau. Pembicara pertama Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, M.S, Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, memaparkan tentang Penti...

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Pengajian

Bismillah... Seperti biasa, pengajian tafsir Al-Quran khusus untuk perempuan oleh Ust. Maududi Abdullah, Lc selalu penuh. Banyak juga wajah-wajah baru yang datang, membuat tempat yang telah disediakan oleh panitia semakin sesak. Jika datang setengah jam sebelum pengajian dimulai, kita masih bisa memilih tempat duduk yang menurut kita nyaman. Jika terlambat, maka tempat duduk lesehan (tak dapat karpet, hanya lantai) paling belakang saja yang didapat. Walaupun begitu, tempat ini tetap kondusif kok. Dengan pendingin udara berupa ac maupun kipas salju, membuat fisik adem, hati juga adem dengan isi kajian. Barakallah... Buat panitia, Alhamdulillah pengajian ini selalu penuh bahkan berlimpah. Semoga menjadi jalan hidayah bagi orang lain dan amal jariyah bagi seluruh panitia. Nah, hari itu saya datang agak terlambat. Kajian sudah mulai setengah jam yang lalu. Tapi Alhamdulillah saya masih mendapatkan tempat duduk di tengah, bisa menatap layar proyektor (ust berada...

Resep Roti Tanpa Diuleni dan Oven

Bismillah... Dulu, kalau mau bikin roti sendiri kudu nyiapin tenaga ekstra. Keseringan bikin, lengan jadi berotot gede hihihi... (lebay). Gimana nggak, nguleninya itu lho yang nggak nahan. Enak kalau punya bread maker (nggak enak mikirin watt nya), nggak capek-capek nguleni. Tapi itu dulu. Kalau sekarang, kapan pun Mbak Nai minta dibikinin roti, hayuuuuuuk ajah. Bikin roti tanpa diuleni. Mudah banget dan rasanya juga enak. Bahkan Mbak Nai bisa ikutan bantu. Trus, buat yang nggak punya oven, jangan khawatir. Rotinya bisa dimasak dengan teflon atau double pan. Seperti yang biasa saya lakukan, karena cuma punya otang alias oven tangkring, maka memakai teflon or double pan itu lebih mudah. Langsung aja ke resepnya yak Bahan: 250 gr tepung terigu  1/4 sdt garam 125 ml susu UHT 2 sdt ragi 1 butir telur 40 gr butter 2 sdm sula pasir Cara membuatnya: Lelehkan butter dengan menggunakan api kecil. Setelah meleleh, api dimatikan. Masukkan susu dan gula pasir,...

Sebelum Menikah Baca Dulu Sayap-sayap Mawaddah

Bismillah...  Anda mau menikah? Sudah mendaftar di KUA? Menikah minggu ini juga? STOP Ya, jangan lakukan itu. Jangan dulu, pikirkan baik-baik, masih ada waktu.  Kenapa?   karena belum lengkap tanpa membaca buku Sayap-sayap Mawaddah. Ah... kirain ada apa yak :D Eh tapi ini serius lho. Ini hal yang penting. Persiapan pernikahan itu nggak cuma ngapalin akad (buat laki-laki), siapkan materi (dana), fisik (kesehatan dan penampilan), mikirin mas kawin. Tapi, juga menyiapkan bekal berupa ilmu. Nah, ilmu itu juga bisa didapat lewat buku ini. Pernikahan itu adalah sebuah perjalanan panjang . Layaknya jalan, nggak selalu mulus, berliku, ada tanjakan, turunan, kerikil, bahkan batu-batu besar. Kita butuh bekal yang banyak, agar tak kehabisan energi dan bisa sampai ke tujuan dengan selamat, karena seringnya, saat mendengar kata pernikahan, yang terbayang adalah tentang keindahannya. Dimulai dari betapa bahagianya menjadi raja dan ratu sehari. Du...