Langsung ke konten utama

Unforgettable Bandung, Museum Konperensi Asia-Afrika (KAA)

Bismillah...

Saya belum pernah ke Bandung. Kasihan yah hehehe...
Tapi, saya nggak kudet amat tentang Bandung. Saya tahu bahwa tempat wisata di Bandung itu buanyak dan cakeeep (tempat wisata, nggak bahas masyarakatnya :D). Saya tahu makanan-makanan khas Bandung dan Alhamdulillah lumayan banyak juga yang bisa ditemukan di Pekanbaru. Nah, yang mau saya bahas di tulisan ini adalah bahwa yang bikin saya penasaran dengan Bandung, yaitu museum Konperensi Asia-Afrika nya.

Lho, Why?
Karena kalau penasaran dengan yang lainnya itu udah mainstream hihihi...
Nggak, bukan itu. Jadi gini, tahun 2012 lalu saya mengikuti sebuah lomba menulis tentang penyandang disabilitas. Alhamdulillah tulisan saya menjadi juara ke 2. Penyelenggara lomba tersebut dari sahabat museum konperensi Asia-Afrika. Hadiahnya, selain uang tunai juga ada goodiebag yang berisi buku-buku, sertifikat, dan topi.

Salah satu bukunya berjudul The Bandung Connection. Buku ini membahas secara detail tentang konperensi Asia-Afrika di Bandung pada tahun 1955. Wuiiih... lengkap banget plus foto-foto jadulnya. Jadi nostalgian pas belajar ini saat masih duduk di bangku sekolah. Dulu bahkan hapal seluruh nama negara dan pesertanya. Sekarang... hmmmm... memorinya udah digantikan dengan aneka resep makanan, tentang panci, tips mengasuh anak, dll hihihi... :p

Begitulah, tapi spiritnya tetap dong ah, seperti sebuah kutipan dari buku The Bandung Connection

"Jadikanlah anak-anakmu berjiwa semerah matahari terbit. Ia harus berani hidup. Berani menghadapi tantangan, karena hidup ini perjuangan. ada pasang, ada surut. Jangan takut pada kesulitan."



Tuh kan, daleeeeem banget kalimat di atas tadi. Gimana nggak, tantangan yang dihadapi para pendahulu kita itu beda dengan saat ini. Tapi kita harus punya semangat perjuangan yang sama. Bener apa betul?

Duh... kebayang deh gimana rasanya kalau menginjakkan kaki langsung di museum KAA. Ada takjub dan haru-haru gimana gitu yah. Takjub dengan arsitekturnya yang keren, haru dengan sejarah KAA yang digambarkan lewat diorama saat konperensi berlangsung, gambar-gambar 3 dimensi, dan film dokumenter.

Keinginan saya semakin menggebu, saat melihat lewat dunia maya. Masih seger dong yah ingatan kita saat Indonesia menjadi tuan rumah peringatan 60 tahun konperensi Asia-Afrika (KAA) yang berlangsung di Bandung pada tahun 2015 lalu. Tema yang diusung adalah "Mempromosikan Kerja Sama Selatan-Selatan bagi Perdamaian dan Kesejahteraan Dunia (Promoting South-South Cooperation for World Peace and Prosperity).

 Sumber: Liputan6.com

Duh, berseliweranlah gambar-gambar keren saat acara tersebut berlangsung. Bandung berdandan!. Goodjob buat Walikota dan warga Bandung yang turut berpartisipasi dalam mendandani Bandung untuk penyelenggaraan peringatan KAA ke 60. Terlepas dari berbagai kejadian yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, yang melakukan tindakan pengrusakan (sadar maupun nggak dasar) terhadap hasil "dandanan" kota Bandung.


 Sumber: alyaperwitasr.wordpress.com

"Tulisan ini diikutkan dalam niaharyanto1stgiveaway : The Unforgettable Bandung"  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...