Langsung ke konten utama

Sekolah

Bismillah...

Menjadi seorang Ibu yang menghabiskan waktunya di rumah, tak membuat saya lolos dari kalimat ini: Ya ampun, kamu udah gede aja yah, Nak!
Padahal, pisah dengan anak pas dia lagi sekolah aja :D

Begitulah, rasanya sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, bagaimana perasaan kita dalam mendampingi tumbuh kembang anak. selain kata-kata takjub tadi yang mengandung berjuta makna.

Ya, Mbak Nai sekarang udah sekolah, Sekolah Dasar (SD). Saat melihatnya berangkat ke sekolah, saya seperti melihat diri saya saat seusianya dulu. Bedanya, rambut saya dikuncir, sedangkan Mbak Nai, berkerudung putih dengan les dan pita kecil berwarna merah. Ah... lagi-lagi perasaan melow tentang betapa cepatnya waktu berlalu itu muncul.

Membahas tentang sekolah, tentunya latar belakang dari keputusan kita sebagai orang tua dalam memilih sekolah sering dipertanyakan. Bener nggak?. Yah nggak papa sih, itu wajar. Saya dan si Abi tentunya memiliki berbagai macam pertimbangan, sampai akhirnya memutuskan untuk menyekolahkan Mbak Nai di sekolah swasta islam plus tahfiz. Pertimbangan terpenting kami adalah mengenai kurikulumnya, apakah selaras dengan visi dan misi kami.

Sebagai orang tua, tentunya kita ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Jadi, setiap orang tua punya kriteria sendiri dalam pemilihan sekolah. Menariknya, saya pernah membaca sebuah status di Facebook yang di posting oleh seorang ibu yang memiliki anak-anak berusia balita, bahwa kelak untuk pendidikan anak-anaknya, ia akan melakukan 3 hal ini:
  • Menyekolahkan anaknya di SD yang akidahnya berbeda
  • Menyekolahkan anaknya di SMP Umum
  • Menyekolahkan anaknya di SMA Islam
Alasannya, agar anaknya kelak menjadi manusia yang toleran, bisa menghargai perbedaan, karena pernah merasakan menjadi minoritas, bergaul dengan berbagai macam latar belakang orang. Cukup berani bukan?. Pertimbangannya, saat di usia SD, anak masih "dekat" dengan orang tua, masih bisa diarahkan. Seiring bertambahnya usia, peran dominan orang tua menjadi semakin berkurang.
Baiklah, bukan tugas saya untuk menilai apakah itu sebuah pemikiran yang tepat. Mengingat saya tidak mengenal dengan baik latar belakang keluarga mereka. Hanya saja, di zaman yang semakin "gila" ini, tugas kita sebagai orang tua semakin berat. Bentengi anak kita semenjak dini dengan pemahaman akidah yang benar. Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk mereka bisa mengerti, memahami, memaknai sebuah perbedaan dan bagaimana menyikapinya sesuai dengan tuntunan agama kita.
Bagaimana dengan mu Bunda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersama Anak Liburan Dadakan Tapi Berkesan

Apa jadinya kalau keluarga yang jarang liburan, pas mau liburan eh si anak demam. Duh... Susah buat diungkapin kan yah. Ada sedih, bingung, kesel, nyesel, dll. Semua bayangan tentang liburan indah mendadak buram, karena liburan terancam batal. Padahal, liburannya udah dinanti-nanti banget. Yah, begitulah kira-kira yang saya rasakan pas mau liburan, eh adek khai demam. Pengaruhnya nggak cuma ke saya atau si Abi, tapi juga Mbak Nai. Sedih adeknya sakit, dan sedih juga kalau liburannya jadi batal. Habisnya, Mbak Nai udah bayangin gimana serunya liburan nanti, trus bakal diceritakan ke teman-teman di sekolahnya. Begitulah... Kami sekeluarga nggak pernah menyiapkan waktu khusus untuk liburan. Jadi, yang namanya liburan itu bisa dadakan aja atau pas sekalian ada moment tertentu, seperti undangan pernikahan dari luar kota. Jadi, bisa dibilang liburannya nggak jauh-jauh juga, bisa di seputar Riau aja, seperti ke Siak atau luar kota seperti ke Sumatera Barat. Transportasi yan...

Grow n Health Madu Pertumbuhan dan Kecerdasan Anak

Di rumah, kami selalu menyediakan madu. Madu juga dijadikan sebagai pengganti gula. Nggak hanya sehat, rasanya juga lebih nikmat. Saya pribadi, campuram madu dengan perasan jeruk nipis dan air hangat merupakan minuman pembuka hari. Sungguh luar biasa manfaat dari madu ini, nggak hanya buat kesehatan tapi juga kecantikan lho, karena bisa dijadikan masker juga. Kalau kita googling nih, bakal menemukan banyak banget manfaat dari mengkonsumsi madu, baik madu murni amupun dikombinasikan dengan herbal lainnya, manfaatnya seperti: sebagai sumber energi karena bisa menambah stamina, menjaga fungsi saluran cerna, membantu menurunkan kolesterol serta mengingkatkan HDL (kolesterol baik), melawan anemia, dll. Jadi, keluarga saya sudah sangat akrab dengan madu. Untuk saya dan suami, kami biasa mengkonsumsi madu murni tanpa campuran. Tapi untuk anak-anak, kami memberikan madu yang dikombinasikan dengan herbal bermanfaat lainnya. Tujuannya, agar semakin banyak manfaat yang didapat. Apalagi n...

Me Time Mandi Parfume dengan Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash

Bismillahirrahmairrahim Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Ummi... Sejak menjadi seorang Ummi, alias perempuan yang sudah punya anak, ada satu aktivitas yang menjadi sebuah kemewahan tersendiri buat saya. Yaitu, mandi. Hah, serius? Serius lho. Mandi itu bisa jadi sebuah me time . Nggak harus berlama-lama di dalam kamar mandi, karena kadang tak seindah ekspektasi. Sejak menjadi seorang Ibu, biasanya kita mulai begitu ahli bagaimana melakukan mandi secepat kilat. Sebelum bocah menggedor kamar mandi sambil nangis karena kehilangan Ibunya, walaupun baru nggak kelihatan 3 menit :D Baiklah, nikmati saja masa-masa itu, karena nggak bakal lama. Suatu saat nanti bisa jadi kita bakal merindukannya. Nah, bagaimana bisa tetap mandi kilat tapi kitanya jadi bersih dan wangi juga happy ?, tentu saja semua berhubungan dengan sabun mandi yang kita gunakan. Of course , penting sekali memilih sabun mandi yang tepat. Setidaknya kriteria pemilihan sabun mandi ...