Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Quality Time di Banyuwangi

Anak-anak protes, belakangan ini Umminya nggak asyik lagi. Sering “bertanduk” dan bawaannya ngomel melulu. Nggak cuma anak-anak, Si Abi juga ngerasa gitu. Ummi seringnya pasang wajah “horror”, trus sensitive banget, eh tiba-tiba bisa mewek aja gitu. Kata Si Abi, mungkin Ummi lelah, kurang iman , dan kurang piknik. Aha! Ya, saya memang kurang piknik, butuh liburan nih. Berasa banget akhir-akhir ini makin sibuk dengan kerjaan seputar domestik dan menulis. Kemampuan multitasking udah mencapai batas maksimal. Saya butuh refreshing !. Pengennya, liburan ke suatu tempat bareng suami dan anak-anak. Tempat yang belum pernah kita datangi dan tentunya ada berbagai objek wisata di sana, salah satunya seperti laut . Maklum, tinggal di kota Pekanbaru, nggak ada laut, adanya sungai Siak aja. Apalagi anak-anak paling doyan sama air, dan Si Abi suka banget dengan laut.  Masa-masa quality time bareng keluarga, bye… bye…  nyuci, nyapu, masak, dan seabrek rutinitas domestik lainnya...

Tips Mudah Menjaga Kesehatan Jantung Untuk Ibu Rumah Tangga

Si cantik yang perkasa dan bertangan gurita itu adalah Ibu. Dibalik kecantikan dan kelembutannya, tersimpan kemampuan luar biasa yang disebut multitasking. Kemampuan multitasking tersebut tentunya harus didukung dengan fisik yang sehat. Salah satu faktor penentunya adalah memiliki jantung yang sehat. Selayaknya jantung, yang memiliki fungsi sebagai pemompa darah, seorang Ibu juga merupakan pusat di dalam kehidupan keluarga. Tak heran kalau ada sebuah slogan yang mengatakan bahwa SEORANG IBU DILARANG SAKIT. Kenapa demikian? saat Ibu sakit, otomatis rutinitas domestik menjadi terganggu. Maka, peting sekali bagi Ibu untuk menjaga kesehatan dirinya.  Sayangnya, ada banyak Ibu yang lebih memperhatikan kesehatan suami dan anak-anaknya, tapi abai dengan kesehatan dirinya sendiri. Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit degeneratif yang dapat menimpa siapa saja, tak terkecuali seorang Ibu rumah tangga, seperti saya. Anggapan yang salah bahwa penyakit jantung itu identik dengan...

Kongkow Nulis 2nd Anniversary

Sumber: Kongkow Nulis Hari ini, saya diundang untuk menghadiri acara anniversary komunitas kongkow nulis. Pernah 2 kali mengikuti kegiatan yang diadakan oleh kongkow nulis, yaitu launching komunitas ini dan launching buku antologi perdana kongkow nulis. Nggak cuma itu, saya juga sempat menjadi pemateri di kegiatan kongkow nulis, bulan Juli lalu. Hari ini, di anniversary kedua mereka, diundanglah seorang novelis asal Padang yang bernama Boy Candra. Novelis ini termasuk produktif dan novelnya best seller . Mulai aktif menulis pada tahun 2011, hingga sekarang telah menghasilkan 10 buah novel. Banyak banget ilmu seputar fiksi yang saya dapatkan. Maklum, hingga saat ini saya masih belum bisa menulis fiksi dengan baik, masih nyaman di zona non fiksi hehehe... tapi, suatu saat, ingin juga menghasilkan karya berupa fiksi, yuuuk pada bilang Aamiin... :D Dalam sharingnya hari ini, Boy tak hanya bercerita tentang asal mula ia terjun kedunia kepenulisan, tapi juga suka dan dukany...

Ummi... Dia Bilang Cinta

Akhirnya, tiba masanya saya merasakan sesuatu saat anak saya Mbak Nai bilang, ada temannya si A (laki-laki), bilang ke si B (perempuan), kalau si A cinta sama Mbak Nai. Nah, si B ini temen dekatnya Mbak Nai, tentu aja disampaikan dong yah apa yang dibilang si A. Rasanya, nano-nano deh jadi ortu. Apalagi usia mereka baru kisaran 7-8 tahun. Trus, Mbak Nai nanya ke saya, EMANGNYA CINTA ITU APA? . Baca: Saat Nai Nonton TV Oke sip!, saya lebih fokus menjawab apa yang ingin diketahuinya. Sebagai ortu, saya menjelaskan tentang apa itu cinta, yaitu kasih sayang, kepedulian, dan empati. Saya jelaskan tentang cinta Allah, cinta orang tua, cinta adik/kakak, cinta kepada sesama umat muslim, dan cinta kepada makhluk Allah lainnya seperti Malaikat, hewan, dan tumbuhan. Tentunya dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh Mbak Nai. Dia paham, dan nggak nanya yang lain lagi. Dilihat dari ekspresinya juga biasa aja pas menceritakan hal tersebut ke saya, nggak pake mesem-mesem gitu. B aca: Cuma N...

Lebaran Idul Adha di Kampung

Baliiiiiiiik kampuuuuuuuung.... ooo... balik kampuuuuung.... Sepanjang jalan, Mbak Nai dan Adek Khai heboh nyanyiin lagu di salah satu serial Upin dan Ipin. Pasalnya, lebaran kali ini kami akan merayakannya di kampung Ibu saya, omanya anak-anak yang nggak jauh sih, cuma 1,5 jam perjalanan. Deket yah, tapi istimewa karena udah lamaaaaaaaa banget nggak merayakan lebaran Idul Adha di kampung, lebih dari 10 tahun, sejak nenek saya meninggal dunia. Sekarang, yang ada di sana, keluarga besar Ibu saya. Istimewanya lagi, tahun ini, Abang Ibu saya yang tinggal di Malaysia juga pulang kampung. Jadi, lebaran kali ini rame banget. Memori saya masih amat terang tentang masa kecil saya yang hampir tiap tahun merayakan lebaran Idul Adha di kampung Ibu. Saya ingat betul, saat asyik berkeliling kampung dengan menggunakan sepeda, melihat hampir di setiap rumah orang-orang tengah sibuk membuat lemang. Lemang adalah makanan tradisional di daerah kampar. Ada 2 jenis lemang di sini, lemang yang...

Seru-seruan di Singapura Seru Bareng! Travel Fair

Weekend ini bisa dibilang libur panjang yah. Seninnya kita lebaran Idul Adha. Ngomogin libur panjang, tahun ini udah pada pergi liburan belum? Apa? masih bingung mau liburan kemana? Oh, oke sip!. Kalau gitu, kamu kudu mampir ke Mall Ciputra Pekanbaru deh. Ada Singapura Seru Bareng! Travel fair yang kece banget nih buat warga pekanbaru. Nggak ada salahnya buat yang belum pernah liburan atau udah pernah dan pengen liburan lagi ke Singapura, dateng ke acara ini. Kenapa? karena ada rangkaian acara seru di sini, dan tentunya ada berbagai penawaran menarik buat yang mau cussss ke Singapura!. Jagan pakai tunggu, karena Singapura Seru! Travel Fair ini cuma berlangsung 3 hari lho, jadi ini hari terakhir!. Nah, Pada penasaran dong, apanya yang seru sih di event ini. Mari lanjut baca tulisan ini sampai tuntas yah, dijamin kamu bakalan makin mupeng deh buat liburan ke Singapura, karena liburan di sana itu seru banget!. Gathering dan Lunch Bareng Singapura Tourism Board (STB) ...

Diasweet Litebite Healthy Snack Teman Ngemil yang Bebas Worry

Siapa yang nggak suka ngemil? Pada sukakan. Ngemil itu bisa dibilang udah jadi kebiasaan yang sulit untuk ditinggalkan. Menjelang jam makan, ngemil. Nongkrong cantik bareng teman-teman, sambil ngemil. Nonton TV, nonton bioskop, or lagi asyik berselancar di dunia maya, ngemil lagi. Bahkan, ada yang nyambi kerja dikantor atau di rumah pun tetap ditemani sama camilan. Mungkin, banyak yang masih merasa happy-happy aja dengan aktivitas ngemilnya. Walaupun, tanpa sadar, memilih jenis camilan yang sebenarnya memiliki efek nggak baik bagi kesehatan. Coba deh, diingat-ingat, selama ini doyan ngemil apa?. Dari camilan yang ringan banget semacam snack atau cokelat dalam kemasan, asinan, manisan, sampai yang berat seperti gorengan, makanan manis beku (es krim atau cake ). Camilan tersebut sering kita konsumsi, bahkan setiap hari. Tanpa kita peduli berapa jumlah kalorinya, dan kandungannya. Akhirnya apa, kita menumpuk lemak, garam, gula, dan berbagai zat adiktif lainnya. Risiko terhadap o...

Resep Es Gabus, Jajanan Masa Kecil Anak 90an

Untuk anak-anak yang lahir dan gede di tahun 80an or 90an, tentu nggak asing dengan es yang satu ini. Es gabus atau es roti namanya. Dulu es ini sama populernya dengan es potong. Duh, kangen banget deh dengan masa-masa itu. Nah, untuk mengobati rasa kangen, saya coba bikin deh. Udah lama si sebenarnya pengen bikin, tapi baru sekarang eksekusinya. Soale, kehabisan ide juga buat bikin camilan anak-anak yan g enak tapi simple dan tentunya segar, terlebih cuaca di pekanbaru lagi hot banget. Resepnya saya dapet hasil googling juga Bahan: Tepung hunkwe putih 100gr Santan cair 1 liter Gula pasir 200gr Garam 1/2 sdt Daun pandan 3 lembar (blender dengan santan) Cara membuatnya: Campurkan seluruh bahan, aduk merata. Lalu masak dengan api sedang hingga mengental dan meletup-letup. Setelah matang, masukkan ke dalam wadah Setelah mengeras dan dingin, simpan ke dalam freezer selama kurang lebih 8 jam agar mengeras. Setelah keras, es gabus pandan siap untuk dinikmati. Terobati d...