Langsung ke konten utama

Sarikaya Roti Tawar Keju


Udah lama nggak bikin camilan buat Nai, selain kondisi tubuh yang kurang fit saat hamil gini., saya juga belum punya resep baru yang bikin saya semangat buat ngebaking hihihi...

Nah, waktu saya mampir ke grup FB dapur Aisyah, saya nemu resep yang gampang banget buat dicoba. Testimoninya juga pada bilang enaaaaak banget. Penasaran deh, akhirnya saya dan Nai bereksperimen di dapur. Saya copas langsung yak resepnya:

Bahhn :
4 lembar roti tawar potong kotak, 1 bungkus santan instan kecil (campur air jadi 300ml) or susu UHT, 1butir telur, 4 sdm gula pasir, 1sdm terigu, keju parut sesuai selera.

Cara Membuatnya:
Rendam roti dengan sebagian santan, kocok telur + gula, masukkan santan, lalu aduk sampai gula larut, lalu masukkan ke dalam roti, masukkan terigu, lalu keju, dan aduk rata. Masukkn ke dalam loyang yang sudah diolesi margarin, kemudian kukus 25 menit dengan api sedang. Sajikan hangat/dingin.


Setelah dikukus, tunggu agak dingin
 baru kemudian keluarkan dari loyang


Wow... rasanyanya memang enak, lembuuuut seperti puding. Gurih banget karena saya pake banyak keju. Cobain deh!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...