Langsung ke konten utama

7 Akun Belajar Fotografi Otodidak di Instagram

Sahabat Ummi... Welcome October...

Hasil belajar di IG

Awal Oktober ini, saya mau bahas Instagram nih. Kalau punya akun Instagram, tentu kita punya beberapa akun favorit yah. Ntah itu karena gambar-gambarnya, atau captionnya yang menarik, selain kepo in artis atau mantan. Begitu juga dengan saya yang belakangan ini asyik main di instagram. Sebenrnya akun IG saya bisa dibilang masih baru. Awalnya nggak tertarik, udah ngerasa cukup punya blog, facebook, dan twitter aja. Tapi, akhirnya bikin juga karena tuntutan pekerjaan *ecieee gaya banget mi

Pusing juga sih yah punya banyak akun sosmed dan kudu update lagi. Walaupun bisa di connect langsung dari IG ke FB dan Twitter, saya pengennya nggak semua sama isinya. Untuk FB dan Twitter lebih random. Sedangkan IG lebih ke foto-foto buku dan makanan, dengan tagline "nutrisi bagi jiwa dan raga" yang pada akhirnya random juga hahaha...

Eits... boleh ikutan ngetawain tapi, simak juga alasannya *ihiiir gaya lagi

Alasannya, saya lagi belajar fotografi secara otodidak lewat beberapa akun seru di Instagram. Nah, temanya tiap hari beda-beda, jadi yah random deh IG saya, walaupun garis besarnya tetap BOOK and FOOD. Ini seru banget, banyak foto-foto kece serta tips-tips fotografi yang berseliweran. Saya tertantang buat belajar juga, yah walaupun cuma bermodal kamera android. Secara nih yah, sebagai blogger kita kudu punya gambar-gambar kece sebagai penunjang tulisan kita. Foto-foto yang kita punya juga bisa jadi lebih apik dan epic lewat editan yang direkomendasikan oleh teman-teman di Instagram.

Oke deh, langsung aja yah saya share 7 akun belajar fotografi otodidak di instagram:








Berminat buat ikutan? sila follow aja, tapi jangan lupa follow juga IG saya @ociym  ^___^

Komentar

  1. selain akun diatas...
    mut tmabahin ah..
    1000kata
    gadgetrapher
    iphonesia
    tv_retro
    dan bahkan akun instgramnya sendiri mbak...
    dri akun yang di featured oleh IG canggih2 hehehe

    BalasHapus
  2. Aku taunya baru upload kompakan sajaaaa

    akasih infonya Ummi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masama... ada buanyaaaak yah ternyata Mbak :)

      Hapus
  3. Aku malah ngga tau semua akun diatas hihihihi, kadang emang pemalas & harus belajar lbh banyak lagi buat menghasilkan kualitas poto yg bagus XD Maaciy infonya Mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha... masama, tapi foto dirimu udah kece lho MBak :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...