Langsung ke konten utama

Bali House Pekanbaru Art dan Gallery Store

Rumah adalah tempat di mana sejarahmu bermula... Rumah adalah tempat di mana hatimu tinggal... Rumah adalah tempat kembali sejauh manapun engkau pergi...

Sahabat Ummi...

Membuat rumah menjadi tempat hunian yang nyaman adalah sebuah keharusan. Penataan yang baik, yang tidak hanya baik bagi kesehatan tapi juga memiliki keindahan. Sehingga, semua penghuninya menjadi betah. Nah, membahas tentang penataan rumah, tentu tidak akan terlepas dari berbagai furnitur yang digunakan. Ada banyak sekali inspirasi penataan rumah saat ini, tergantung selera dan kemampuan kita dalam merealisasikannya.


Bali house adalah salah satu penyedia aneka furnitur yang unik dan etnik di Pekanbaru. Dari namanya saja sudah tergambar bahwa aneka produk yang ditawarkan semua beraroma Bali. Bahkan pemiliknya, Pak Herry mengatakan mendatangkan langsung produknya dari Bali. Ini tentunya menjadi kabar baik, untuk kita yang ingin membuat rumah ala resort khas Bali yang romantis dan dinamis.






Tidak hanya untuk hunian, tapi juga kantor. Bali house memberikan inspirasi bagaimana penataan kantor yang apik, dan menghadirkan suasana alam. Tujuannya adalah agar sembari bekerja kita juga bisa rileks, karena mata dimanjakan dengan sentuhan alam yang menenangkan. Seolah mengisi ulang kembali energi kita.




Buat Pekanbaru yang saat ini tengah berkembang pesat, salah satunya dengan mulai menjamurnya usaha tempat makan seperti cafe atau coffee shop, maka Bali house juga menawarkan berbagai furnitur unik, seperti wooden wall decor. Bisa menyesuaikan dengan konsep cafe/coffee shop kita.




Lalu, bagaimana dengan harga?. Tenang saja, sesuai dengan tagline mereka Bali House Make Places Unique And Beautiful at Reasonable Price. Produk dengan kualitas bagus tapi memiliki harga yang sangat terjangkau. Terlebih untuk produk yang memang didatangkan langsung dari Bali, bayangkan jika kita memesannya langsung ke Bali, berapa yang harus dibayar?.




Bali House Art dan Gallery Store
Jln. Setia Budi no.159 H-1
Pekanbaru-Riau
Facebook: Bali House
Instagram: @balihousepku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...