Langsung ke konten utama

Makan Enak Di Oemah Abah Pekanbaru



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Saya mau bahas tentang Pekanbaru nih. Di sini bisnis kuliner semakin bergairah. Terbukti dengan banyaknya pilihan tempat makan keren. Nggak cuma buat ngelepasin rasa lapar dan dahaga. Tapi juga, memenuhi hasrat buat kongkow asyik dan pepotoan bareng keluarga or teman. Salah satunya adalah Oemah Abah. Buat anak gaul di Pekanbaru, kata Abah mungkin udah nggak asing lagi yah. Semua bakal tertuju pada Burger Abah yang legendaris itu.

Ya, Oemah Abah merupakan salah satu lini usaha dari Burger Abah. Tapi, konsepnya adalah sebuah restoran yang hommy. Ala jadul alias vintage. Nggak cuma makanan dan minumannya aja yang rasanya enak dan banyak pilihan, tempatnya juga nyaman, dan instagramable tentunya.



Nah, siang itu saya berkesempatan untuk makan siang di sana. Nyobain menu barunya, yaitu nasi timbel. Ini menu komplit banget, terdiri dari nasi bakar, ayam goreng, empal daging, ikan asin, tahu tempe goreng, sambal terasi, lalapan dan sayur asam. Nikmat!. Untuk minumanya, saya nyobain jus spesialnya Oemah Abah, yang terbuat dari mix stroberi, mangga, dan nenas. Suegeeeer!.




Buat yang nggak pengen makan berat, tenaaaaang. Kamu bisa cemal-cemil asyik di sini. Salah satunya, makan tempe mendoan sambil ngopi. Ataaaau... kamu kelaparan tengah malam? cuuus langsung ke sini aja, karena Oemah Abah buka 24 jam!. O yah, bentar lagi Ramadhan kan. Mau ngadain buka puasa bareng di sini? bisa banget. Fasilitasnya lengkap, ada tempat shalat.




Jadi, Oemah Abah ini recommended banget dah! ^___^


Oemah Abah
Jln. Sultan Syarif Qasim 131 Pekanbaru
Open delivery dan reservasi:
WA: 085264668866
BBM: D709D912
Instagram: @oemahabah

Komentar

  1. wah.. hebat ya, adri usaha burger abah merambah ke nasi timbel. Jadi inget tempat nongkrong di kota saya bernama burger :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, cabang usahanya banyak. Makasih yah Mbak udah mampir :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...