Langsung ke konten utama

Resep Bolu Kemojo Khas Riau

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Sahabat Ummi

Kali ini, saya mau berbagi resep salah satu kue khas Riau, yaitu bolu kemojo. Bolu cantik yang berbentuk bunga ini, terlihat mirip dengan bingka kentang. Hanya saja, bolu legit ini beraroma pandan dan ada juga yang durian. Biasanya, bolu kemojo sering dijadikan oleh-oleh. Cocok disantap sebagai teman minum kopi atau teh. Ada begitu banyak gerai oleh-oleh di Pekanbaru yang menjualnya. Nah, kalau kita ingin mencoba membuat sendiri bolu ini di rumah, ternyata tidaklah sulit. Berikut bahan dan cara pembuatannya:

Bahan:
  • 300 gr margarin yang telah dilelehkan
  • 350 gr tepung terigu
  • 300 gr gula pasir
  • 1 sdt vanili bubuk
  • 8 butir telur ayam
  • 600 ml santan kelapa
  • 50 ml air daun pandan/suji
  • 1/2 sdt garam halus
Cara pembuatannya:


  1. Masukan telur ayam dan gula pasir, lalu aduk hingga rata dan kocok dengan menggunakan mixer sampai mengembang.
  2. Tambahkan tepung terigu, vanili bubuk dan juga garam halus, lalu aduk kembali hingga benar-benar menjadi rata.
  3. Masukan sedikit-sedikit santan kelapa, sambil diaduk agar tecampur rata.
  4. Tambahkan margarine yang telah dilelehkan, lalu aduk kembali hingga merata.
  5. Siapkan cetakan bolu kemojo yang sudah diolesi dengan margarine dan masukan adonan tadi ke dalamnya.
  6. Lalu masukkan ke oven dan panggang hingga matang, selama kurang lebih 45 menit.
  7. Setelah itu, keluarkan cetakan dari oven dan pisahkan cetakan dengan bolu.
  8. Kue bolu kemojo siap untuk dinikmati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...