Langsung ke konten utama

Lezatnya Sarden Aisyah Homemade

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sudah makan siang Sahabat Ummi? Makan siang pakai apa?, saya makan dengan sarden Aisyah homemade. Duh, ini sarden kemasan memang enak banget. Bisa ngobati rasa kangen makan ikan sarden. Apalagi sempat beredar tentang adanya cacing di dalam sarden kemasan kaleng. Auto nggak pernah beli lagi deh. Jadi, begitu ada sarden Aisyah homemade ini, rasanya senang banget.

Sarden ini sebenarnya di produksi di Bangkinang, Riau. Tapi distribusinya juga sampai ke Pekanbaru (2 jam dari Bangkinang), dijual di beberapa gerai oleh-oleh dalam keadaan beku. Ketika akan dimasak, cukup keluarkan dari frezer, biarkan mencair. Lalu siapkan bahan-bahan tambahan seperti irisan cabe merah, irisan duo bawang, serta batang prei. Tumis sedikit dengan minyak, masukkan sarden, tambahkan sedikit air (jika ingin lebih berkuah), koreksi rasa, tambahkan garam jika kurang terasa. Mudah bukan?.

Sarden Aisyah homemade ini diproduksi dengan higienist, terbuat dari bahan baku segar, ikan sarden pilihan, dan diolah tanpa tambahan pengawet dan MSG. InsyaAllah aman dikonsumsi untuk keluarga, terutama anak-anak. Seneng deh ada usaha UMKM ini. Mak emak emang kreatif yah dalam mencari peluang usaha ^_____^



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...