Langsung ke konten utama

Menikmati Menu Hokben Pekanbaru



Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Sahabat Ummi,

Apakah Hokben merupakan sebuah kata yang asing buat kalian semua?. Saya rasa nggak. Bahkan saat brand ini masih bernama Hoka-hoka Bento, kata HOKBEN sudah menggaung. Jadi, nggak salah kalau akhirnya Hoka-hoka Bento re-branding menjadi Hokben. Sebuah akronim yang udah populer sejak dahulu. Bukan begitu?.

Nah, kabar gembira bagi kami yang berada di kota Pekanbaru, bahwa sejak tanggal 30 Januari 2020 menu-menu Hokben mulai bisa dinikmati, karena mereka akhirnya membuka outlet di Mall Living World Pekanbaru!. Akhirnya ya, restoran Jepang asli Indonesia yang didirikan di Jakarta pada tanggal 18 April 1985 di bawah lisensi PT. Eka Bogainti ini, sampai juga ke Pekanbaru. Wah, buat saya pribadi, yang terakhir kali makan di Hokben pada tahun 2011 saat ujian tesis di Jakarta dulu, tentu ini menjadi kebahagiaan tersendiri, bahwa dari 150 gerai Hokben yang tersebar di pulau Jawa, Bali, dan Sumatera, Pekanbaru menjadi salah satu kotanya.




Ya, buat orang Indonesia yang sukanya berada di zona konsumi nyaman, alias doyannya makanan serba Indonesia dan kurang begitu tertarik untuk mencoba jenis makanan negara lain, menu Hokben termasuk yang saya sukai. Rasanya masuk di lidah Indonesia seperti saya. Jadi, rindu saya terobati dengan menu komplit, yang terdiri dari nasi, beef yakiniku, gorengan, salad sayur, sup, es ogura, dan ocha.



Bukan Sekedar Re-branding

Sahabat Ummi,

Selain kulineran masuk ke dalam ranah hobi saya, belakangan ini dunia perkulineran menjadi bagian dari hari-hari saya. Bukan sekedar mengamati, tapi juga ikut terlibat dalam berbagai usaha kuliner yang ada di Pekanbaru. Jadi, saya paham betul bahwa tak cukup hanya sebuah nama baru, tapi juga ada nilai baru yang akan dibawa dan disosialisasikan.

Dan, Hokben sudah melakukan semuanya, seperti yang disampaikan oleh Ibu Kartina Mangisi selaku comunications manager kepada kami dari blogger Pekanbaru yang diundang secara khusus di acara grand opening. Beliau menjelaskan bahwa terkandung makna dan nilai yang besar dari simbol-simbol yang akhirnya membentuk sebuah motif dan dijadikan dekorasi pada dinding bahkan wadah.

Hal itu menjadi perhatian saya, selain info seputar nama dari maskot Hokben. Apa Sahabat tahu, bahwa maskot anak-anak yang seorang laki-laki dan seorang perempuan itu memiliki nama?. Jika belum, perkenalkan, nama mereka adalah Taro dan Hanako. Selanjutnya, yang tak kalah menarik adalah, bahwa mereka ikut serta dalam campaign zerowaste. Hokben ikut berpartisipasi dalam menerapkan konsep minim sampah. seperti tidak menyediakan sedotan plastik dan menganjurkan untuk membawa wadah sendiri ketika memesan untuk take away.

Selain Bu Kartina, ada Bapak Waluyo, selaku store manager Hokben Living World Pekanbaru, yang turut bercerita dan menjawab beberapa pertanyaan yang sempat dilontarkan mengenai Hokben, salah satu pertanyaan yang saya ingat adalah apakah Hokben akan membuka kelas untuk kunjungan dan kegiatan anak-anak?. Jawabannya, bisa jadi. Seandainya terwujud, saya bakal ikutan daftar supaya kedua putri saya bisa ikut.




O yah, ada Bapak Sugiri Wilim, selaku wakil direktur operasional PT. Eka Bogainti yang sempat menyapa kami. Beliau mengucapkan terima kasih atas kedatangan kami, dan sempat berbagi info tentang Hokben. Salah satu infonya, bahwa ada kemungkinan outlet Hokben tidak hanya 1 di Pekanbaru. Wah, berarti bisa jadi kita nggak perlu ngantri terlalu lama ya, tinggal pilih mau makan di outlet yang mana.

Terakhir, Bu Kartina menjelaskan sekaligus mengajak kami untuk ikut berpartisipasi dalam program CSR yang rutin dan berkelanjutan mereka lakukan, yaitu salah satunya kegiatan donor darah.

Restoran Halal

Ini adalah informasi penting untuk kita umat muslim. Alhamdulillah Hokben bersertifikat halal MUI, jadi jangan khawatir. Selain menjaga kualitas makanannya, mereka juga memastikan kehalalannya. Sahabat bisa melihat langsung sertifikatnya ketika membayar di meja kasir.




Hokben Favoritnya Keluarga

Sahabat Ummi,

Beberapa hari kemudian, saya kembali makan di Hokben bersama dengan anak-anak. Wah, antriannya luar biasa. Begitu banyak masyarakat Pekanbaru yang sangat antusias untuk makan di sini. Baik yang memang sudah menjadi penggemarnya, maupun yang masih penasaran untuk mencoba bagaimana rasanya. Apa semua Sahabat ummi sudah pernah mencoba?.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...