Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2012

Liburan Paling Indonesia

Libur… tlah tiba… libur tlah tiba… horeeeee… hatiku gembira…             Apa yang paling seru saat waktu liburan akan tiba? Tentu mempersiapkan segudang rencana mengenai aktifitas apa yang akan dilakukan selama liburan. Nah, jika berencana untuk liburan ke luar kota atau ke luar negeri, tempat wisata apakah pilihanmu?. Ini yang paling seru, bepergian dalam rangka liburan belum dilakukan, tetapi merencanakannya sudah sangat heboh. Hal demikian terjadi karena masing-masing kepala punya selera tersendiri. Sama halnya dengan saya dan keluarga. Biasanya, keinginan saya yang selalu dituruti untuk berwisata ke kota-kota besar. Di sana, saya lebih memilih menikmati arsitektur aneka gedung modern tinggi menjulang yang saat malam hari terlihat semakin indah dengan kerlap-kerlip lampu, berbelanja di pusat-pusat perbelanjaan modern, mencicipi aneka kuliner, atau mengunjungi musium-musium untuk sejenak menilik sejarah. Maklum saja, di ...

Susu Bendera, Dulu, Kini, dan Nanti

Susu merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan oleh anak untuk tumbuh kembang tubuh dan otaknya. Setiap ibu pasti ingin memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Termasuk dalam memilih susu yang baik dikonsumsi, tidak hanya dengan memperhatikan kebaikan atau kandungan gizi saja, tetapi juga apakah kandungan susu tersebut halal . Sebagai umat muslim, mengkonsumsi makanan dan minuman halal merupakan suatu kewajiban yang tidak bisa ditawar lagi. Berbicara mengenai susu , ingatan saya terbang ke masa kanak-kanak dulu . Bagaimana Ibu berusaha memberikan yang terbaik buat saya. Ibu membiasakan saya dan adik-adik untuk minum susu setiap hari. Susu yang dipilih ibu adalah susu bendera atau Frisian Flag . Pernah suatu hari saya terburu-buru berangkat ke sekolah, sehingga lupa meminum segelas susu yang biasa ibu sediakan di meja makan. Lalu saat jam pelajaran pertama baru dimulai tiba-tiba guru piket datang dan memanggil saya untuk keluar kelas. Olala... ternyata ibu sud...

Matanya Tertinggal Di Surga

Bersama Ust. Arifin Ilham Namanya Muhayat, tapi orang-orang biasa memanggilnya dengan ustadz Muhayat. Saya pertama kali berkenalan dengannya saat suami bersama beberapa orang temannya tengah merintis Rumah Tahfisz Ababil di Pekanbaru. Rumah Tahfisz Ababil adalah perpanjangan dari Rumah Tahfisz Daarul Qur’an yang didirikan oleh ustadz Yusuf Mansyur. Rumah pembibitan penghafal Al-Qur’an. Saya dan teman-teman saat belajar menghafal bersamanya Ustadz Muhayat adalah salah satu calon guru pengajar waktu itu. Penyandang disabilitas ini adalah seorang hafidz Qur’an, kendati ia tuna netra. Subhanallah… rasanya luar biasa saat menjadi salah satu murid yang bisa duduk melingkar dan belajar menghafal Al-Qur’an bersamanya. One day one ayat , metode inilah yang diterapkan di Rumah Tahfidz Ababil. Jadi, tidak hanya anak-anak, siapapun bisa belajar menghafal Al-Qur’an di sini. Hapalan pertama kami adalah surat Ar-Rahmaan. Ustadz yang humoris ini melantunkan ayat-ayat tersebut dengan b...

Studio Mini Ala Gue

Ceritanya ini behind the scene waktu saya nulis naskah buku tentang kesehatan. Jadi waktu itu ada penerbit yang cari naskah kesehatan, saya ikutan audisinya deh, Alhamdulillah terpilih. Hmmm… modal apa sih saya, simple ajah NIAT KUAT UNTUK BELAJAR. Ya iyalah… secara saya bukan orang medis, tapi… jangan salah, berhubung naskah ini tentang herbal, Insya Allah saya paham dan punya pengalaman dalam merawat mertua yang sakit dan menggunakan terapi herbal dalam upaya penyembuhannya. Saya dan suami juga punya usaha toko herbal dengan nama “Rumah Sehat Nailah”, ada aneka herbal juga menerima terapi bekam. Selain itu, dalam penulisan buku ini saya juga punya narasumber ciamik, jadi akurat deh. Nulis tentang ini, bener-bener sesuatu yang baru banget. Saya belajar banyak hal. Waktu nulis, saya bisa mangguk-mangguk atau bahkan nangis xixixi... lebay lagi deh, itu karena sadar bahwa pola hidup saya banyak nggak sehatnya dan bisa berisiko tinggi terkena penyakit degeneratif hiiiyy... Ser...

Karya Lomba Foto BlogFam

Khansa Nailah (3 tahun ) 1. Sudah Shalat Isya, sudah sikat gigi dan cuci kaki. Sebelum tidur pose dulu...   2. Gaya centil nih.. 3. I Love Books

Sambal Kelapa Sedaaaaap…

Siapa yang nafsu makannya gi menurun? Saya punya resep sambal yang enak dan gampang banget membuatnya. Namanya sambal kelapa, eits… jangan bilang BIASA dulu, yang ini LUAR BIASA. Coba deh hunting di Mbak Google, resep saya ini beda dari yang ada. Sambal kelapa ini aseli Indonesia, saya kurang tahu sih asal persisnya dari mana. Jadi begini, dulu waktu nenek saya masih hidup, setiap saya berkunjung ke rumahnya (di Kampar, Riau), nenek selalu membuatkan sambal kelapa yang lezat ini. Sambal pedes dan segar trus nasi putih panas yang dimasak di tungku dengan kayu bakar, haduuuuuh… wangi dan rasanya TOP banget dah.   Ibu saya juga ahli membuatnya, seperti turun temurun gitu. Tapi sayangnya, bikinan saya nggak seenak bikinan nenek atau Ibu hihihi… Oke deh, langsung aja yah resepnya 1.     Ikan salai (terserah mau salai apa, tapi paling enak pakai ikan salai selais) 2.     Kelapa parut (sedang, nggak tua juga nggak terlalu muda) 3.  ...

Buku Porno di Sekolah Dasar

Yang punya TV dan suka pantengin berita tentu udah tahu kalau ada berita heboh tentang buku porno yang masuk SD. Sekilas mendengar (waktu belum lihat berita itu langsung) saya ikut merasa prihatin banget. Eh begitu saya nonton langsung, prihatinnya jadi semakin berkali-kali lipat. Kenapa demikian, karena salah satu buku yang berjudul “Ada Duka di Wibeng” ditulis oleh seorang penulis yang saya kenal, Jazimah Al-Muhyi. Bahkan sudah sejak zaman masih duduk di bangku sekolahan saya sudah membaca karya-karyanya yang bernafaskan islam, baik berupa buku atau tulisannya yang tersebar di majalah-majalah islami. Jadi, tidak mungkin bahwa ia menuliskan sesuatu yang berbau porno. Oke deh, di sini saya Cuma mau menyebar luaskan klarifikasi atas buku tersebut. Pelajaran yang saya ambil adalah bahwa sebagai seorang penulis, kita tidak hanya harus mengasah kemampuan menulis, melainkan juga mengasah mental. Setidaknya saya melihat itu dari kedua penulis favorit saya, Jazimah Al-Muhyi dan Pipiet S...

Sapa-sapa dulu..

Hai... hai... Alhamdulillah yah udah Juni aja nih, bahkan minggu pertama udah berlalu. Bulan April Cuma posting 3, itupun info lomba, bulan Mei malah blaaaas... nggak ada posting. Padahal banyak banget yang pengen ditulis di sini. Hmmmm... rasanya kangeeeen banget cuap-cuap di blog trus hunting lomba dan ikutan, tapi apa mau dikata saat waktu 24 jam dalam sehari begitu terasa singkat. Sebagai seorang mak-mak rempong (Hasyaaaah lebay) yang lagi dikejar-kejar singa mati bertaring aka deadline nulis buku hihihi... otak kudu fokus banget, susaaaah buat ngelaba sana-sini. Padahal, buat menelurkan sebuah ide kudu semedi dulu di gunung hahaha... lebay akut. Btw, tengkiyu banget buat yang udah mampir dimari. Insya Allah saya akan kembali aktif begitu 2 naskah yang deadline bulan ini selesai, pengen istirahat dulu dan nulis-nulis santai di blog, ikutan lomba atau antologi nulis. O yah, satu lagi nulis fiksi. Ni kepala udah rada kliyengan ajah nulis non-fiksi mulu. Kudu refresh dulu d...