Langsung ke konten utama

Helm Unik


Cuaca mendung, di siang hari daerah tempat tinggal saya sepi. Pas melihat ke jendela, di luar saya melihat bapak-bapak memakai sepeda motor dengan keranjang besar di belakangnya. Sepertinya bapak ini adalah pengumpul barang bekas, mungkin berhenti karena melihat kardus saya yang teronggok di halaman. Kardus besar itu memang sudah tidak saya gunakan lagi, sengaja saya letakkan di luar untuk diangkut oleh petugas yang rutin mengambil sampah setiap hari di area tempat tinggal kami.

Saat melihat bapak tersebut, ada yang menarik, yaitu helm yang digunakannya. Sungguh kreatif!, helm tersebut terbuat dari bekas galon yang dimodif sedemikian rupa. Ada penutup kacanya dan tali pengamannya juga, persis seperti helm yang biasa digunakan pengguna kendaraan bermotor roda dua lainnya. Nah, saya agak bingung juga, rute bapak ini kemana aja yah, apakah helm tersebut sudah sesuai dengan SNI (Standar nasional Indonesia) sehingga aman dari razia polisi hehehe...

Langsung saya ambil kamera dan memotret si bapak, takutnya keburu pergi. Temans ada yang berminat menggunakan helm seperti ini? :)



Komentar

  1. Hehe lucu ya ... gak kebayang kalo saya menggunakannya, jadi kayak apa :)
    Tapi salut ... kreatif bapak ini (Y)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, bener-bener memanfaatkan barang bekas :)

      Hapus
  2. hihi msih sempet ambil gmbarny ya mba... lucu z

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, spontan langsung ngambil kamera :D

      Hapus
  3. waahahahaaa, kalo anakku lihat, dia pasti minta beliin helm kayak gitu..beli di manaa? yg ada emaknya ketempuan disuruh bikinin..:)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi prakarya memang Mbak hahaha... :D

      Hapus
  4. Balasan
    1. Iya Mbak, tertarik buat pakai? hehehe... :)

      Hapus
  5. kreatif! :D
    tp cmn bs melindungi kepala dr air hujan aja yah heuheu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tu dia Mbak, saya masih kepikiran itu dirazia polisi kagak yak :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...