Langsung ke konten utama

Di Balik Jendela

Saya duduk di depan jendela, di luar masih gelap, bukan karena masih shubuh atau mendung, melainkan karena kabut asap. Sudah berlangsung dalam hitungan minggu, cuaca di Pekanbaru seperti ini. Musim hujan di sini sepertinya telah berlalu, cuaca kembali panas terik dan kembali ada pembakaran lahan yang mengakibatkan kabut asap. Sedih, karena nggak bisa keluar untuk menikmati sejuknya udara pagi, terlebih ketika hamil begini, berjalan kaki sejenak di pagi hari menjadi olahraga, yang juga dapat menyehatkan jantung.

Tapi, bukankah kita sebagai manusia harus tetap melangitkan rasa syukur?. Setidaknya pagi ini saya masih bisa duduk manis di depan jendela, sambil menikmati sarapan dan bukan di pengungsian, seperti saudara-saudara di daerah lain yang terkena bencana banjir dan gunung meletus (Sinabung). Bahkan saya hanya kehilangan momen untuk berjalan-jalan kaki di pagi hari, sedang mereka kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Dan pagi ini, kembali datang berita bencana alam, bahwa gunung Kelud meletus. Terjadi hujan abu di beberapa daerah, langit menjadi gelap. Ya Rabb... ampunilah kami...

Pagi... bersyukur saat masih diberikan nafas, masih diberikan waktu untuk berbuat lebih baik dari hari sebelumnya. Mari melangitkan doa untuk saudara-saudara kita yang tertimpa bencana...


Di Balik Jendela

Komentar

  1. Ngeri banget ya mak asepnya ini, tapi masih sempet mendingan pas SBY dateng walaupun beberapa setelah itu asepnya kembali muncul :(
    Take care yah bumi. Semoga sehat selalu :*

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...