Langsung ke konten utama

Membuat Kaldu Sendiri Untuk MPASI


Si kecil udah mulai makan. Buat para Ibu yang berkomitmen untuk memberikan MPASI homemade bagi si kecil, yuuuk kita buat kaldu sebagai penyedap alami buat si kecil. Terlebih di bawah usia 1 tahun, si kecil sebaiknya tidak diberikan gula dan garam, karena pencernaannya belum begitu siap. Nah, kaldu bisa jadi penyedap dengan rasa gurihnya, selain kandungan gizinya yang bermanfaat untuk si kecil.

Kita bisa membuat kaldu dari daging ayam, atau sapi, baik daging maupun tulang bagian iga atau kakinya. Kali ini, saya membuat kaldu dari tulang kaki sapi. Biasanya, kaldu saya buat untuk 1 minggu ke depan. Kaldu dimasukkan ke dalam wadah ice cube yang keciiil itu atau wadah kecil lainnya yang tertutup rapat, lalu simpan di dalam freezer. Saat ingin digunakan, tinggal dimasukkan ke dalam MPASI si kecil. 

 Saya pake wadah tupperware yang imuuut banget

Berikut bahan dan cara pembuatannya:

Bahan:
  • 1 buah kaki sapi yang telah dibagi menjadi 2 bagian
  • 1 siung bawang putih ukuran besar
  • 1 siung bawang merah ukuran besar
  • 1 ikat kecil daun sop
  • 3 lembar daun salam
  • 1 ruas jahe
  • 1 buah wortel ukuran sedang (kupas kulitnya dan biarkan utuh)
  • 1 liter air
Cara membuatnya:
  • Bersihkan tulang sapi. Masukkan sedikit air, rebus sebentaaaar aja, buat buang buih dan yang hitam-hitam di air. Airnya lalu dibuang.
  • Masukkan air kembali, rebus tulang bersama dengan bahan-bahan lainnya.
  • Rebus dengan api kecil selama kurang lebih 30 menit, sampai airnya menyusut, kental, dan kuning muda.
  • Setelah jadi, diamkan hingga dingin. Lalu masukkan ke dalam wadah dan simpan di freezer.


 Simpan di freezer

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...