Langsung ke konten utama

Keju Untuk Bayi



Usia Khai udah 8m, udah bisa dong MPASI pake keju. Dulu, waktu Nai, Alhamdulillah lancaaaar... nggak ada reaksi alergi. Malah sampe gede dia doyan banget nget sama keju. Jadi, Bismillah... moga adek Khai juga nggak alergi dan doyan. Eaaaaaa... ternyata memang nggak alergi, Alhamdulillah... adek Khai juga doyan, MPASInya jadi ada rasa gurih, makan juga jadi lebih lahap.

Oke deh, buat para Ibu yang ingin memberikan keju untuk MPASI bayinya, sila baca artikel yang saya dapet di grup FB Homemade Healthy Baby Food (HHBF):

Keju kaya kalsium, mengandung protein, vitamin A, D dan B12. Keju juga memberikan energi dan ideal untuk bayi yang membutuhkan kalori tinggi. Keju mudah dipadu padankan dengan makanan lain untuk si kecil. Secara khas, keju bukanlah produk olahan susu. Protein susu yang umumnya menjadi pemicu alergi susu olahan, telah dipecah di dalam keju. Karena kaya protein, keju dapat diberikan mulai usia bayi 8 bulan. Namun ada baiknya Anda menunda pemberian keju jika keluarga Anda mempunyai riwayat alregi, terutama alergi pada produk susu olahan, dan jika bayi Anda mengidap asma atau eksim, karena keju dapat menjadi pemicu untuk kondisi tersebut.

Jenis keju yang aman untuk bayi:
  • keju krim
  • keju cedar
  • keju parmesan
  • keju mozarella
  • keju ricotta

Keju krim adalah keju lembut bagaikan mentega, berwarna putih dengan rasa sedikit gurih. Keju krim dibuat dari susu sapi dengan kandungan lemak susu paling sedikit 33% dengan kadar air tidak lebih dari 55%, dan memiliki pH antara 4,4 sampai 4,9. Keju krim biasanya dijual dalam kemasan berbentuk persegi empat seperti keju cheddar atau kemasan tube. Keju krim adalah keju muda yang tidak mengalami proses pematangan.

Keju Cheddar adalah keju yang relatif keras, berwarna kuning pucat hingga putih gading, dan kadang-kadang memiliki rasa yang kuat. Di sebagian besar negara-negara di dunia umumnya tersedia keju "Cheddar" dalam berbagai bentuk, mulai dari jenis keju Cheddar rendah lemak hingga keju Cheddar tua dan tinggi kadar lemak.Keju Cheddar juga merupakan salah satu keju yang paling umum tersedia dan digunakan di Indonesia sebagai bahan kue dan makanan.

Mozzarella adalah keju Italia yang dibuat dengan cara diputar dan dipotong, karena dalam bahasa Italia, mozzare berarti memotong. Mozzarella fior di latte dibuat dari susu sapi yang di pasteurisasi. Mozzarella segar umumnya berwarna putih, namun dapat berwarna kuning terang tergantung makanan sapi/kerbau yang diambil susunya.Tekstur keju ini lembut dan berkadar air tinggi. Keju ini dapat bertahan hingga satu minggu bila direndam di air garam. Mozzarella dengan kadar air yang rendah dapat disimpan di lemari es hingga satu bulan, dan dapat bertahan lebih lama bila dijual dalam kemasan hampa udara. Mozzarella berkadar air rendah yang sudah diparut dapat disimpan hingga 6 bulan.

Keju Parmesan (keras) maksimum kadar air pada keju tipe ini adalah 56%, semakin sedikit kadar air dalam keju maka keju akan semakin keras.

Keju Ricotta memiliki warna seputih salju dengan teksturnya yang lembut dan agak rapuh. Keju ini sedikit basah tetapi tidak lengket. Ricotta ada yang dicetak berbentuk seperti baskom, keranjang, balok ataupun dikemas dalam kontainer bundar. Keju Ricotta yang baik memiliki tekstur yang tidak terlalu padat dan terdiri dari banyak butiran-butiran yang halus. Banyak dari keju Ricotta saat ini yang tidak dibuat dari air dadih tetapi menggunakan susu yang diskim sebagian. Hal ini memberikan perbedaan yang besar pada tekstur dari keju. Hasil dari Ricotta yang menggunakan susu memiliki tekstur yang berpasir, tidak halus dan terlalu basah. * menurut diskusi para moms di milis mpasi rumahan dan asiforbaby, ricotta merk Yummy tidak mengandung garam*

Pada dasarnya, dalam pembuatan keju jenis apapun biasanya melibatkan pemberian garam untuk menumbuhkan bakteri baik yang diperlukan dalam proses pembuatan keju. Walaupun keju boleh diberikan (tidak berarti HARUS DIBERIKAN) mulai usia 8+, sebaiknya tidak sering diberikan. Keju dapat mengaburkan ambang cita rasa lidah bayi. Kalaupun ingin memberi keju pada bayi Anda, pilih keju yang rendah kadar garamnya. Pada diskusi para moms di milis mpasi rumahan dan asiforbaby disebutkan keju merk Prochiz dan Diamond merupakan keju rendah garam dibandingkan dengan merk lain.

Sumber :
  • Prabantini, Dwi. A to Z Makanan Pendamping ASI - Si Kecil Sehat dan Cerdas Berkat MPASI Rumahan. Yogyakarta : Andi. p. 95-97
  • milis mpasi rumahanmilis asiforbaby

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...