Langsung ke konten utama

Tentang Preeklampsia dan Eklampsia

Preeklampsia dan eklampsia saat ini bisa dikatakan berada di posisi kedua setelah pendarahan, yang menjadi penyebab kematian Ibu (maternal death). Menurut WHO, defenisi maternal death adalah kematian selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan. Penyebabnya adalah yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan atau cedera.

Sebagai orang yang pernah mengalami preeklampsia dan berlanjut menjadi eklampsia, saya ingin berbagi kepada temans semua. Supaya kita semakin mengenal salah satu risiko yang bisa terjadi pada ibu hamil. Sekalipun sudah banyak juga yang membahas tentang ini, tapi nggak ada salahnya juga untuk saya berbagi gambar-gambar berikut yang bersumber dari Dr. Ari Waluyo, SpOG.










































Saat hamil dulu, saya pernah membaca tentang preeklampsia dan eklampsia. Sayangnya hanya sepintas saja. Maklum, bumil sering parno kan yah kalau baca tentang risiko kehamilan gitu. Pelajaran yang dapat diambil, nggak ada salahnya juga kalau kita memperbanyak informasi tentang kehamilan termasuk risikonya, baik belum menikah, akan menikah, atau baru menikah.

Saya mengalami preeklampsia dan berlanjut menjadi eklampsia itu ketika mengandung Mbak Nai (saat ini usianya 6,9 tahun). Ceritanya bisa dibaca di sini.

Trus bikin trauma buat hamil lagi nggak sih?. Jujur aja iya. Tapi alhamdulillah 5 tahun setelah Mbak Nai lahir, saya melahirkan anak kedua, adek Khai (saat ini usianya setahun 11 bulan). Secara medis, risiko terjadinya eklampsia pada kehamilan berikutnya besar, tapi Alhamdulillah itu nggak terjadi sama saya.

Jadi, tulisan tentang preeklampsia dan eklampsia akan saya bagi menjadi beberapa postingan, ikuti yaaaaa ^_^





Komentar

  1. saya baru tahu kalo eklampsia berada di posisi kedua setelah pendarahan, yang menjadi penyebab kematian Ibu (maternal death). semoga para ibu hamil selalu waspada akan eklampsia ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Mbak, emang kudu waspada. Makasih udah mampir :)

      Hapus
  2. nambah ilmu buat persiapan hamil nanti :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harus cari ilmu yang banyak yah Mbak. Makasih udah mampir :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...