Langsung ke konten utama

Saat Anak Kembali Masuk Sekolah

Besok, hari pertama Mbak Nai masuk sekolah. Hari pertama Mbak Nai sekolah sebagai anak kelas 2 SD. Nai itu, sekolahnya selalu diantar Abi. Umminya ikut kalau pas adek Khai udah bangun dan minta untuk ikut nganterin Mbaknya ke sekolah, harus ikut. Jadi, sebelum ada kampanye untuk mengantarkan anak ke sekolah di hari pertama sekolah, yah dari awal Nai sekolah (mulai PAUD), Nai memang selalu diantar. Bersyukur sekali, bisa tiap nhari menyiapkan keperluan sekolah dan mengantarkan Nai sampai sekolah. Saya dan si Abi melakukannya dengan bekerjasama.

Saat liburan sekolah hampir usai, perjuangan banget untuk mulai mengatur kembali jadwal anak. Biasalah, udah keenakan liburan, butuh pembiasaan kembali dengan rutinitasnya ketika hari sekolah. Begitu juga dengan Nai. Beberapa hari sebelum sekolah dimulai, kami pergi membeli perlengkapan sekolahnya. Wah, toko buku ramai, selain toko buku, yang nggak kalah ramai adalah toko-toko pakaian yang menjual seragam sekolah. Ternyata tukang pangkas rambut juga laris manis. Untuk orang tua yang memiliki anak laki-laki, mulai merapikan kembali penampilan rambut anaknya.

Saya dan Abinya Nai baru membeli perlengkapan sekolah aja, seperti alat-alat tulis dan buku tulis, untuk buku cetak, masih menunggu info dari sekolah. Duh, rasanya agak nggak percaya aja gitu kalau anak sulung saya udah kelas 2 SD hihihi... *berasatua :D

Kembali ke kampanye mengantarkan anak ke sekolah di hari pertama, gambar ini wara-wiri di timeline FB saya, nggak ada salahnya juga saya bagi di sini:







Bagaimana dengan temans, mengantar anak ke sokalah jugakah di hari pertama sekolah?

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...