Langsung ke konten utama

Tips Memilih Alas Kaki Untuk Si Irit



Sahabat Ummi...

Ada berapa banyak alas kaki di rumah?, sebut saja sandal dan sepatu, tentunya banyak yah. Tergantung berapa orang penghuni rumahnya. Bahkan, satu orang bisa punya alas kaki beberapa macam. Ya nggak sih? misal nih, sandal jepit buat di luar rumah, sandal khusus buat di dalam rumah, sepatu kerja, sepatu olahraga, sepatu santai, sandal santai, sandal buat ke pesta, dll. Belum lagi nih kalau wanita, ada berbagai macam jenis alas kaki, baik sandal maupun sepatu wanita dan disesuaikan dengan warna pakaian, atau tas. Trus, nggak hanya  soal warna, tapi juga haknya. Ada yang flat, ada yang hak 3 cm, 5 cm, 7cm, bahkan sampai di atas 10 cm.

Ada orang yang punya banyak sekali jenis alas kaki dengan alasan untuk keperluan kerja, yah seperti orang-orang yang terjun di dunia entertainment. Ada yang memang hobi hingga rela berburu alas kaki yang disuka dan nggak masalah dengan uang yang harus dikeluarkan. Ada orang "yang penting punya" alas kaki untuk melindungi kakinya. Ada juga orang yang nggak butuh alas kaki sama sekali. 

Apppaaaa! nggak butuh alas kaki?

Yup, jangan heran gitu dong, biasa aja. Masyarakat suku pedalaman ada yang nggak pakai alas kaki, sebut saja seperti suku baduy dalam.

Mengenai alas kaki ini, sebenarnya sah-sah aja sih yah mau punya berapa banyak, jenis apa, merek apa, warna apa, hak tinggi berapa, bahannya apa. Nggak masalah juga kegunaannya karena tuntutan profesi, hobi, atau "cukup punya" aja. Semua itu tergantung kemauan dan daya beli kita. 

Maksudnya, kalau nggak mampu cukup punya satu aja gitu?

Eits... nggak gitu juga. Sekali lagi, tergantung KEMAUAN dan DAYA BELI.

Ada orang yang secara finansial mampu untuk membeli aneka alas kaki, tapi nggak punya kemauan untuk melakukan itu. Alasannya bisa karena lebih senang buat menumpuk tas, atau mengkoleksi tea set shabbyc chic. Bisa juga mubazir karena bingung, punya banyak buat dipake kemana. Ada yang tipenya baru beli alas kaki kalau yang lama udah nggak bisa dipakai lagi atau size nya berubah.

Sahabat, termasuk tipe yang mana?

Kalau saya tipe yang irit hehehe... maksudnya, punya beberapa alas kaki tapi kegunaannya dimaksimalkan *istilah apa ini

Maksudnya gini, saya cuma punya 3 alas kaki aja. Berhubung saya bukan Ibu kantoran, jadi nggak harus punya alas kaki khusus buat kerja. Cukup sandal jepit, sneakers, dan sandal sepatu (sandal semi sepatu). Sandal jepit, jelas dong yang penggunaannya untuk di luar rumah, seperti pergi ke warung, nyapu halaman, dll. Sedangkan sneakers, saya gunakan untuk jogging dan pergi jalan-jalan/acara santai. Nah untuk sandal sepatu, bisa ke acara santai juga maupun ke acara yang resmi. Pemilihan warnanya, sandal jepit bebas, tapi untuk sneakers dan sandal sepatu, saya memilih warna yang netral seperti hitam atau putih. Untuk jenis bahannya, sandal sepatu cendrung kulit, dengan model hak wedges yang nggak terlalu tinggi. Tentang selera aja sih, saya suka yang simple dan i love black hehehe...

Kapan ganti alas kaki? si irit ini bakal ganti alas kaki, kalau udah rusak or size nya berubah *lagi gendut :D

Jadi, buat si irit ada beberapa tips dalam memilih alas kaki, cekidot!
  • Beli alas kaki ditempat terpercaya. Nggak hanya kesesuain harga dengan kualitasnya, tapi juga yang banyak pilihan jenis, warna, dan bahannya. Jadi, kita punya banyak pilihan dan bisa menyesuaikan dengan budget.
  • Pilih yang warnanya netral, seperti hitam, putih, coklat, dongker, atau abu-abu. Nggak papa juga sih kalau mau warna lain yang lebih colourful, yang penting kita PD buat pakainya dengan pakaian warna apapun.
  • Jangan lihat alas kaki orang lain, pilih yang nyaman buat kita pakai disegala suasana. Misalnya nih, liat orang pakai high heels, mau ikutan pake juga, padahal selama ini udah nyaman dengan yang flat.
  • Pilih bahan yang bagus. Walaupun harus merogoh kocek lebih dalam, nggak papa asal kualitasnya bagus dan bisa tahan lama. Sebaiknya pilih yang berbahan kulit hewan (leather) dan kulit lunak (suede), karena lebih lentur dan terasa nyaman. Bahan tersebut juga bisa menyesuaikan dengan bentuk kaki, jadi bisa memberikan perlindungan yang lebih baik buat bagian-bagian kaki kita yang sensitif dari gesekan atau benturan.

Oke deh, segitu aja tips dari saya, sahabat bisa menambahkan di kolom komentar yaaaa ^_____^



Komentar

  1. Asal tahan lama, gapapa lah mahal dikit ^^ Apalagi cocok untuk penggemar travelling yang butuh sepatu awet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyessss... bener banget Mbak. Makasih yah udah mampir :)

      Hapus
  2. pokoknya mumut naksir platform kk yg kulit item itu !!!! hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan hunting ke tokonya Mut. kalau perlu tanyain, bisa gratis nggak biar ntar diendors hahaha... :D

      Hapus
  3. jika budgetnya terbatas,
    apa yang paling utama dijadikan pertimbangan untuk beli alas kaki ya?
    bahannya atau merk nya
    thank

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahannya, nyaman itu no 1. Makasih udah mampir Mas :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Kopdar Pertama Kumpulan Emak-emak Blogger Pekanbaru

Bisa dibilang, ini kopdar dadakan. Berawal dari salah satu mak-mak cantik bernama Ewida di KEB yang ngabsen siapa aja blogger Pekanbaru. Alhasil, unjuk gigi beberapa orang dan akhirnya kami sepakat untuk bertemu pada hari minggu, tanggal 5 Agustus 2012 di Perpustakaan keren Soeman HS Pekanbaru. Saya datang sedikit terlambat, setengah jam lah, karena susah payah ngerayu Nai. Terpaksa deh bilang mau ke mall, eh tapi saya nggak bohong lho, bis dari kopdar memang kami ke mall hihihi… Sampai di sana, kami ngumpul di lantai 2 tepatnya di ruangan kedap suara, so bisa cuap-cuap bebas tanpa khawatir ditimpuk buku sama pengunjung pustaka lain atau ditegur sama yang jaga puswil xixixi… maklum yang ngumpul emak-emak, so pasti heboh. Nah, berhubung ini adalah pertemuan pertama, jadi kami saling berkenalan. Ada saya, Oci YM yang unyu-unyu pakai ungu hihihi… *narsis akut. Trus ada Mbak Ewida yang cantik banget alias awet muda karena nggak nyangka kalau anaknya udah pada gede-gede. Tr...