Langsung ke konten utama

Keseruan Smart Treasure Hunt Bersama Parenting Club di Pekanbaru


Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Menjadi Mam & Pap adalah proses belajar seumur hidup. Bener nggak? iya dong. Kita setiap saat harus belajar sabar, belajar memahami, belajar menahan ego, dll. Apalagi untuk menghadapi Si kecil, kita juga harus paham mengenai tahapan tumbuh kembangnya beserta karakternya. Beruntung, sebagai Mam & Pap yang hidup di jaman milenial ini, kita dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi parenting.

Bersyukur ada website Parenting Club. Informasi parenting yang terkumpul dalam satu wadah. Banyak sekali informasi yang berkaitan dengan tumbuh kembang Si kecil. Benar-benar membantu kita untuk lebih mengetahui berbagai pola pengasuhan, tentang nutrisi, maupun kesehatan Si kecil. Bahkan, kita juga bisa konsultasi dengan ahlinya lho via website ini.

Nah, saya lagi-lagi merasa beruntung banget saat bisa ikut salah satu kegiatan Parenting Club yang diadakan di Pekanbaru. Mengusung tema Smart Treasure Hunt, Parenting Club mengadakan event seru di 4 kota, yaitu Palembang, Pekanbaru, Makasar, dan Bali. Di Pekanbaru, event ini diadakan tanggal 6 Agustus 2017 di SKA CO EX Hotel.


Suasana registrasi

Registrasi dimulai dari jam 08.30 wib hingga pukul 10.00 wib. Di sela masa registrasi itu, nggak worry Si kecil bakal boring, karena ada banyak kegiatan seru juga yang disiapkan, selain booth buat foto-foto yang bakal dijadikan kompetisi. Setelah saya dan Si kecil registrasi, kami diberi rompi kece buat dipakai Si kecil. Makin exited dong, dan nggak sabar buat ikut kegiatan ini. Lalu, Si kecil memilih kegiatan mewarnai, sembari dimulainya event ini.





Teng! jam 10. Sebelum masuk ke arena kegiatan, Si kecil dikelompokkan dulu menjadi beberapa kelompok, sesuai dengan gelang warna yang diberikan saat registrasi. Adek Khai, masuk ke dalam tim merah. Pas di dalam, duduknya di area yang berwarna merah.



Acara lalu dibuka, kata sambutan diberikan oleh Ibu Ria dari pihak Wyeth. Beliau mengucapkan terimakasih banyak kepada Mom & Pap dan juga si kecil yang udah hadir di acara ini. Sekaligus juga menjelaskan bahwa acara ini sebagai salah satu bentuk apresiasi. Kegiatan ini akan dimulai dengan seminar parenting. Acara puncaknya, adalah kegiatan Smart Treasure Hunt itu sendiri, yaitu kegiatan sinergi antara akal, fisik, dan sosial.


Kata sambutan dari Ibu Ria

Setelah pembuka oleh Ibu Ria, langsung masuk ke seminar parenting yang menjadi pembicaranya adalah seorang ahli tumbuh kembang anak, Bapak DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA(K). Beliau menyampaikan tentang bagaimana tahapan tumbuh kembang anak dan perilakunya.  Jadi, Si kecil nggak akan dengan serta merta mempunyai kemampuan apapun, kalau tidak ada stimulasi yang kita berikan. Terutama di masa golden age nya, untuk membentuk struktur otak menjadi sempura. Nggak heran kalau Si kecil di rentang usia 1-3 tahun itu yang lebih menonjol adalah motoriknya.


Talkshow Parenting

Mengapa harus ada sinergi antara akal, fisik, dan sosial? karena ibarat sebuah roda, itu adalah sama-sama penggerak dari kepintaran Si kecil. Makanya, tag line nya adalah #PintarnyaBeda. Untuk mendukungnya, tentu kita harus memberikan stimulasi yang tepat lewat permainan dan memenuhi kebutuhan nutrisi terbaik bagi tubuhnya.

Wah, benar-benar ilmu yang bermanfaat banget. Nggak sekedar teori aja, Mam & Pap dan Si kecil bakal diajak untuk melakukan kegiatan stimulasi ini di 3 area, yaitu area akal, area fisik, dan area sosial. Terimakasih dokter.

Masuk ke kegiatan selanjutnya. Jreng.... jreeeeeng....! kejutan banget, saat belakang panggung terbuka. Kita bisa lihat ketiga area untuk stimulasi. Jadi, setiap tim akan bergantian untuk memasuki area tersebut. Di area akal, Si kecil diajak untuk menyusun lego, menjadi sebuah bentuk bangunan. Kerennya, lego ini berlampu. Bikin Si kecil makin semangat yah. Konon, katanya ini adalah permainan lego yang pertama kali ada di Indonesia, WOW.



Di area fisik, Si kecil diajak untuk bekerjasama membentuk sebuah bangunan dari balok-balok. Kegiatannya memang mengeksplore kemampuan fisik, karena Si kecil kudu duduk, berdiri, merunduk, dll. Ini jadi spot favoritnya adek Khai.



Selanjutnya di area sosial, ada kegiatan story telling. Serunya lagi, Si kecil juga diajak untuk mengikuti berbagai ekspresi tokoh yang ada di cerita, seperti saat si tokoh sedih, menangis, terkejut, atau tertawa. Jadi, Si kecil bisa mengerti tentang berbagai jenis ekspresi.



Terakhir, di panggung sinergi, Si kecil diajak untuk menari dan mengikuti instruksi. Terlihat jelas bagaimana kemampuan Si kecil dalam mengikuti instruksi, bergerak, dan berinteraksi dengan sesama. Sebagai manisfestasi dari sinergi akal, fisik, dan sosialnya tadi.



O yah, setiap selesai dari satui area, Si kecil bakal dapet patch ikon buat ditempel di rompinya. Pokoke, kegiatannya seruuuuu banget. Bahkan, pengen waktunya lebih lama lagi hahaha... :D


Patch Ikon

Sebelum kegiatan ditutup, ada pengumuman pemenang lomba foto lho. Foto yang pada hari itu diupload di sosmed seperti Intagram, Facebook, atau Twitter, dikompetisikan. 5 orang yang beruntung bakal dapet voucher sebesar 500.000 rupiah. Selamat buat yang terpilih! :D



Selesai acara, kami mengambil makan siang, sertifikat, dan juga hamper unik yang berbentuk kotak harta karun!. Isinya, makanan ringan favorit Si Kecil. Ah... senang banget deh hari ini. Mam & Pap jadi tahu tentang kepintaran Si Kecil. Biar selalu update tentang ilmu parenting, yuuuuk Mam & Pap ikutan gabung bersama Parenting Club, registrasi di sini. Terimakasih buat Parenting Club dan Wyeth, kami tunggu event seru lainnya tahun depan. ^___^









Komentar

  1. Wah seru acaranya. Di Jakarta belum ada nih umi, baru seminarnya aja. Pasti mau ikutan kalau hadir di Jakarta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan ntar di Jakarta ada yah event nya :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...