Langsung ke konten utama

Tentang Passion



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Siang tadi saya dikunjungi oleh seorang teman. Bisa dibilang dia seorang sahabat. Kami udah bareng sejak kuliah S1, bahkan S2 juga bareng, duduk juga sebelahan. Bedanya saat ini, ia berprofesi sebagai seorang pengajar di Sekolah Islam. Sedangkan saya, resign menjadi dosen, lalu "mengajar" dalam bentuk lain. Terakhir ketemu, udah lama juga. Walaupun tinggal satu kota, tapi jaraknya terpisah lumayan jauh. Biasa bertegur sapa via online aja.

Pas ketemu, biasalah yah mamak-mamak, pasti ngebahas anak. Trus ngebahas kegiatan kami saat ini. Sambil mengajar, dia juga punya usaha. Pengen saya motret produknya dia. Sempet saya ajarin juga sepintas sih tadi, tapi karna bocah pada riweh, nggak fokus juga.

Lalu, dia bilang (kurang lebih redaksinya) Enak yah saya ini, bisa kerja lewat rumah. Di rumah, tetap bisa berpenghasilan, pinter baca peluang.

Sesungguhnya, dia bukan orang pertama yang berkata demikian.

Ya, apalagi kalau tahu berapa yang bisa saya dapatkan.

Kalimat akhirnya, AJARINLAH, AKU JUGA PENGEN.

Lho. emang salah?

Yah nggak lah. Saya akan dengan senang hati buat sharing.

Yang jadi masalah adalah, orang yang bertanya seperti itu kepada saya, kebanyakan hanya memandang apa yang bisa saya dapatkan saat ini, bukan bagaimana saya bisa sampai seperti saat ini.

Yup. Berproses.

Proses itu pengorbanan.

Atuhlah, makan mie instan aja, juga butuh proses kan yah (olwes sampel nya inih :D)

Makanya, saya nggak pernah merasa iri dengan pencapaian orang lain, karena saya nggak tahu apa aja yang udah dia korbankan untuk bisa sampai ke pencapaiannya saat ini.

Mari Bicara Passion

Kalau kita googling, udah banyak banget yang ngebahas tentang ini. Daaaan... ini bisa jadi tolak ukur kita, dalam kegiatan yang kita lakukan saat ini. Apakah passion saya di sini?

Saat kita mengerjakan sesuatu dengan perasaan yang riang gembira, fokus, bersemangat, seolah nggak pernah kehabisan energi, dan hasilnya juga luar biasa. Itu bisa dibilang, kita melakukan sesuatu yang sesuai dengan passion kita.

Tapi kalau semua hanya seperti rutinitas tanpa ruh or biasa aja, nggak punya pilihan lain, dan hasilnya juga standar aja. Bisa jadi, passsion kita bukan di sana.

Bisa dibilang, passion itu adalah gairah, sesuatu yang benar-benar memotivasi. Melakukan sesuatu yang sesuai dengan passion kita, akan menghasilakan karakter yang never give up. Selalu optimis dan kreatif dalam mencari solusi.

Sudah menemukan passion mu di mana?

Saya pribadi tentu sudah.

Passion saya adalah menulis. Kalau flashback ke masa-masa sekolah dulu, maka ini adalah kegiatan paling menyenangkan yang saya rasakan. Bahkan saya punya banyak sekali diary. Beranjak remaja, saya membuat bundelan tulisan-tulisan saya dan dibaca oleh teman-teman. Sampai di era digital, yang memberikan akses lebih mudah untuk menyalurkan passion saya.

Pertanyaan baru, muncul

Apakah kalau udah menemukan passion, maka kita akan selalu riang gembira dengan apa yang sedang kita kerjakan?

Nggak juga

Lho?

Ya, karena rasa bosan itu bisa datang. Manusiawi kan?

Trus gimana?

Nggak ada salahnya untuk kita mempelajari hal lain yang masih berhubungan dengan passion kita.

Misalnya nih, saya penulis, Untuk menunjang konten saya, saya butuh ilmu tentang info grafis, saya butuh ilmu Photography biar punya foto yang bagus, saya butuh belajar sinematografi untuk bisa menampilkan video yang oke, saya pengen belajar coding biar bisa otak-atik template blog sendiri, pengen belajar gambar biar bisa bikin ilustrasi sendiri buat buku saya, dll.

Jadi, semakin banyak cakupan passion yang kita coba, ilmu dan skill yang kita dapatkan bakal terus berkembang dong, dan Insya Allah nggak ngebosenin.

Kalau belum tahu passion nya di mana, gimana?

Saat mengisi talkshow motivasi di hadapan para pelajar. Tentang passion ini paling sering saya bahas. Why? karena sejak dini mereka harus udah punya gambaran tentang passion mereka. Salah satu indikatornya adalah, kesukaan. Ya, bidang apa yang mereka suka, lalu TEKUNILAH. Bahkan Eric Maisel, seorang psikoterapi mengatakan hal-hal yang disukai oleh seseorang di masa kecilnya, cenderung masih disukainya sekalipun orang tersebut sudah beranjak dewasa.

Saat ini terlanjur berada di pekerjaan yang bukan passion saya, gimana?

Banyak, banyak yang mengalami hal demikian. Terpaksa melakukan sesuatu yang bukan passion nya. Mau gimana lagi? harus realistis, karena nggak semua orang berani mengambil risiko untuk menekuni passionnya. Melakukan sesuatu sesuai dengan passion kita itu tentu lebih mudah, dapat menekan risiko stres karena kita riang gembira. Tapi, bukan berarti bekerja tanpa passion selalu jadi pilihan yang buruk, karena nggak semua orang bisa beruntung dengan bekerja sesuai passion nya.

Jadi gimana?

Dari beberapa orang yang pernah saya tanya, ada hal-hal yang bisa kita lakukan, yaitu:

  • Profesional
Bukan berarti saat kita bekerja tidak sesuai dengan passion, lantas kita ogah-ogahan. Big No. Kita tetap harus profesional, karena efeknya pasti ke diri kita juga. Ini sesuatu yang penting banget, modal kita saat bekerja di mana pun. Jadi, tetaplah untuk bersikap profesional, bagaimana pun kondisi kita.
  • Upgrade Skill
Mumpung masih muda, nggak ada salahnya meraup berbagai manfaat yang bisa kita temukan di tempat kerja saat ini. Ntah itu kemampuan bekerja dalam tim, kemampuan berkomunikasi, dll. Itu semua bisa jadi modal kita, saat nanti kita bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan passion kita. Kalau pun tidak, setidaknya ada skill baru yang kita dapatkan. Jadi, bekerja nggak monoton.
  • Sempatkan melakukan hobi
Nah, untuk meminimalisir stres, kita bisa luangkan waktu untuk melakukan hobi kita. Ini bisa bikin kita lebih rileks, punya waktu untuk melakukan apa yang kita suka.
  • Perluas jaringan
Nggak kalah penting, kita harus memperluas jaringan. Menjalin hubungan baik dengan banyak orang, punya kenalan baru. Kita nggak tahu kan, bisa aja lewat orang lain, akhirnya kita bisa bekerja sesuai dengan passion kita.

Masih ngebet bekerja sesuai passion?

Perbanyak berdoa, berdialog dengan Allah Ta'ala. Insya Allah diberikan sesuai dengan apa yang kita butuhkan.

Sahabat Ummi...

Sebagai penutup. Mengapa passion saya pribadi menulis?, karena bagi saya menulis itu dakwah, bikin efek melegakan, Mengatakan sesuatu yang kadang tak bisa diucapkan oleh lisan, dan menulis adalah salah satu cara untuk mengasah intelektual saya agar nggak mandeg. 

Gimana dengan kamu?

^_____^

Komentar

  1. Hihihi sama mbak. Aku menyadari passionku menulis baru beberapa bulan, padahal kalau flashback ke jaman SMP tahun 2002 an, sejak itu aku udh suka nulis cerpen buat majalah dinding, sejak saat itu sampe saat ini juga aku masih nulis diary, SMA aku suka ikut lomba menulis/mengarang, kuliah aku sering pelatihan jurnalistik. Tapi bener2 baru sadar kalau aku suka menulis baru tahun ini, hihihihi, maap jadi jurhat.

    http://ursulametarosarini.blogspot.co.id/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah gpp Mbak, yang penting udah menemukan passion nya di mana. Makasih udah mampir yah Mbak :)

      Hapus
  2. Idealnya emang bisa kerja sesuai passion ya Mbak, biar hasilnya lebih mantep. Tapi kalo ternyata relitasnya gak demikian, ya sudah tetap maksimalkan diri di bidang yang ditekuni sekarang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup... jalani realitas yang ada dengan penuh dedikasi. Niat Ibadah, lakukan yang terbaik. Enjoy yah Mbak :)

      Hapus
  3. Alhamdulillah saya juga sudah menemukan passion saya mbak dan senang banget rasanya jika sudah nemu passionnya, apalagi passion yang kita tekuni dapat bayaran, rasanya gimana gitu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaaa bener banget Mbak. Alhamdulillah... :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersama Anak Liburan Dadakan Tapi Berkesan

Apa jadinya kalau keluarga yang jarang liburan, pas mau liburan eh si anak demam. Duh... Susah buat diungkapin kan yah. Ada sedih, bingung, kesel, nyesel, dll. Semua bayangan tentang liburan indah mendadak buram, karena liburan terancam batal. Padahal, liburannya udah dinanti-nanti banget. Yah, begitulah kira-kira yang saya rasakan pas mau liburan, eh adek khai demam. Pengaruhnya nggak cuma ke saya atau si Abi, tapi juga Mbak Nai. Sedih adeknya sakit, dan sedih juga kalau liburannya jadi batal. Habisnya, Mbak Nai udah bayangin gimana serunya liburan nanti, trus bakal diceritakan ke teman-teman di sekolahnya. Begitulah... Kami sekeluarga nggak pernah menyiapkan waktu khusus untuk liburan. Jadi, yang namanya liburan itu bisa dadakan aja atau pas sekalian ada moment tertentu, seperti undangan pernikahan dari luar kota. Jadi, bisa dibilang liburannya nggak jauh-jauh juga, bisa di seputar Riau aja, seperti ke Siak atau luar kota seperti ke Sumatera Barat. Transportasi yan...

Grow n Health Madu Pertumbuhan dan Kecerdasan Anak

Di rumah, kami selalu menyediakan madu. Madu juga dijadikan sebagai pengganti gula. Nggak hanya sehat, rasanya juga lebih nikmat. Saya pribadi, campuram madu dengan perasan jeruk nipis dan air hangat merupakan minuman pembuka hari. Sungguh luar biasa manfaat dari madu ini, nggak hanya buat kesehatan tapi juga kecantikan lho, karena bisa dijadikan masker juga. Kalau kita googling nih, bakal menemukan banyak banget manfaat dari mengkonsumsi madu, baik madu murni amupun dikombinasikan dengan herbal lainnya, manfaatnya seperti: sebagai sumber energi karena bisa menambah stamina, menjaga fungsi saluran cerna, membantu menurunkan kolesterol serta mengingkatkan HDL (kolesterol baik), melawan anemia, dll. Jadi, keluarga saya sudah sangat akrab dengan madu. Untuk saya dan suami, kami biasa mengkonsumsi madu murni tanpa campuran. Tapi untuk anak-anak, kami memberikan madu yang dikombinasikan dengan herbal bermanfaat lainnya. Tujuannya, agar semakin banyak manfaat yang didapat. Apalagi n...

Me Time Mandi Parfume dengan Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash

Bismillahirrahmairrahim Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Ummi... Sejak menjadi seorang Ummi, alias perempuan yang sudah punya anak, ada satu aktivitas yang menjadi sebuah kemewahan tersendiri buat saya. Yaitu, mandi. Hah, serius? Serius lho. Mandi itu bisa jadi sebuah me time . Nggak harus berlama-lama di dalam kamar mandi, karena kadang tak seindah ekspektasi. Sejak menjadi seorang Ibu, biasanya kita mulai begitu ahli bagaimana melakukan mandi secepat kilat. Sebelum bocah menggedor kamar mandi sambil nangis karena kehilangan Ibunya, walaupun baru nggak kelihatan 3 menit :D Baiklah, nikmati saja masa-masa itu, karena nggak bakal lama. Suatu saat nanti bisa jadi kita bakal merindukannya. Nah, bagaimana bisa tetap mandi kilat tapi kitanya jadi bersih dan wangi juga happy ?, tentu saja semua berhubungan dengan sabun mandi yang kita gunakan. Of course , penting sekali memilih sabun mandi yang tepat. Setidaknya kriteria pemilihan sabun mandi ...