Langsung ke konten utama

Produk Kecantikan dan Kesehatan di Rumah Lemon Pekanbaru




Bismillahirrahmanirrahim


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat Ummi...

Katanya, usia itu hanya angka. Cantik itu nggak harus putih. Iya nggak sih?. Iya dong yah. Setiap perempuan itu cantik, klo ganteng mah laki-laki. Nah, buat kita kaum hawa ini, merawat diri luar dalam itu sebagai bagian dari perwujudan rasa syukur kita, atas anugerah Allah Ta'ala. Apalagi, kebersihan itu sebagian dari iman.

So, bersih dan sehat itu kudu. Mau gimana prosesnya, itu pilihan. Yang penting, gunakan produk yang halal. Trus, kalau mau yang alami dan berbahan dasar lemon organik, Alhamdulillah saya bisa nemu produk lengkapnya di Rumah Lemon Pekanbaru. Kenapa lemon? buah asam ini punya segudang manfaat untuk kesehatan, yaitu:
  • Melancarkan pencernaan
  • Menjaga kesehatan mulut
  • Meningkatkan imunitas tubuh
  • Detoksifikasi hati
  • Mengatasi sakit tenggorokan
  • Mencegah batu ginjal
  • Meningkatkan metabolisme tubuh (cocok untuk yang ingin menjaga berat badan)
Manfaat lemon tadi, ada di produk sari lemon dari Rumah Lemon Pekanbaru. Ini tu cocok banget untuk kita yang males ribet meres-meres lemon. Tinggal tuang aja, campur dengan air putih. Mau bikin lemon tea, tinggal tuang juga. Mau memarinasi ikan, juga bisa, dll.


Sedangkan untuk kecantikan, lemon bermanfaat karena kaya akan kandungan vitamin C, Vit B, fosfor, protein, kalium, karbohidrat, dan keratin. Untuk lebih jelasnya, sahabat Ummi bisa mampir ke IG @rumahlemonpku ada buanyak banget info di sana. Produk skincare nya berupa foot soak, masker, serum. body scrub, dan essential oil.


Selain minuman kesehatan, skincare, ada produk lain berupa obat batuk dan sabun pencuci piring. Trus, kalau misalnya mau beli lemon utuhnya juga bisa lho.



Saya suka, karena nggak bikin worry. Lemonnya organik, bebas pestisida, dari kebun mereka sendiri, yang dipanen setiap hari, fresh!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...