Langsung ke konten utama

Pembekalan Wisudawan/Ti Mahasiswa UMRI 2019



Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sahabat Ummi...

Tanggal 18 lalu saya diminta oleh Shine Business  Institute Pekanbaru untuk menjadi pembicara di pembekalan wisudawan/ti mahasiswa UMRI. Tinggal menunggu hari, mereka akan melaksanakan prosesi wisuda. Nah, pembekalan ini terkait tentang materi wirausaha. Saya diminta untuk mengisi materi tentang Digital Marketing. Salah satu bisnis yang sedang saya jalankan saat ini, yaitu Support Media Pekanbaru.

Wah, kapan yah terakhir kali saya masuk kampus?. Oh iya, tahun 2017 ketika saya menghadiri acara peringatan hari buku sedunia di Universitas Riau (UR)  tepatnya di auditorium FMIPA. Saya sebagai pembicara di acara bedah buku I Will Survive, buku motivasi yang saya tulis. Rasanya kangen juga beraktivitas di kampus menjadi seorang dosen seperti dulu :D

Sahabat Ummi,

Nah, pas datang, panitia di kampus nggak ngenali saya sebagai pembicara. Saya malah disuruh masuk lalu mengisi absen :D

Lha, masih cocok dong saya jadi mahasiswa S1 :D

Saat memberikan materi, semua peserta terlihat sangat antusias. Apalagi ternyata sudah banyak juga yang mempunyai usaha online. Dari produk berupa tas dan pakaian, sampai ke olshop yang menjual burung. Penjualan juga tak main-main, bahkan ada yang sudah mempunyai 14 orang reseller di luar kota.

Harapan saya, semoga apa yang saya bagi saat itu, bisa bermanfaat. Membuka mind set mereka tentang wirausaha di era digital saat ini. Bahwa ada begitu banyak profesi yang 20 tahun yang lalu tidak ada, sekarang menjadi profesi yang menjanjikan. Sehingga mereka tidak takut untuk memulai usaha sendiri, yang artinya kelak menjadi orang yang membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain ^____^




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...