Langsung ke konten utama

Di Belakang Layar UMKM Pekanbaru





Bismillahirrahamanirrahim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sahabat Ummi...

Tenggelam dalam rutinitas lain itu memang menyenangkan, terlebih itu passion baru. Tapi, tetap rindu menari-narikan jemari di atas tuts keyboard. Tak menulis buku lagi? Apa sebab? Bukanlah tersebab semakin sulitnya penjualan buku karena rendahnya minat baca masyarakat atau karena beralih ke buku digital, toh Alhamdulillah saya masih mendapatkan transferan royalti buku. Tetapi lebih karena harus memilih.Ya, memilih fokus, karena ternyata waktu 24 jam sehari itu masih terasa kurang.

Menulis di Blog pun tak seintens dulu. Paling sering, menulis status panjang di facebook atau Instagram. Bagaimana pun, ada prioritas. Tentu harus memilih dari sekian banyak yang ingin kita tekuni. Saya hanya mencoba untuk realistis saja. Tugas domestik sudah menyita waktu, ditambah lagi bisnis yang harus dijalani. Selama masih bisa berkontribusi untuk keluarga dan masyarakat, lakukan, tapi jangan abai dengan kesehatan raga maupun jiwa. Jangan sampai lupa untuk bahagia.

Saya memilih fokus untuk memotret. Menulis dilakukan lebih santai, tidak ada target yang ketat. Benar-benar kembali kepada fungsinya sebagai katarsis. Alhamdulillah, dulu saya dikenal sebagai seorang penulis buku dan blogger, sekarang juga dikenal sebagai photographer. Hanya karena kebaikan Allah Ta'ala saja saya bisa sampai ditahap ini. Menjadi bagian dari tumbuh dan kembangnya pelaku usaha UMKM di Pekanbaru.

Sahabat Ummi...

Tak hanya bangga, tapi juga haru. Saat menyaksikan hasil karya saya yang ada di kemasan, spanduk, standing banner, brosur, dll. Saya ingin dikenal karena karya-karya saya. Tak dikenali yang mana orangnya pun tak apa. Ini cerita bahagia saya, bagaimana dengan Anda? ^_____^





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...