Langsung ke konten utama

Sapa-sapa dulu..


Hai... hai... Alhamdulillah yah udah Juni aja nih, bahkan minggu pertama udah berlalu. Bulan April Cuma posting 3, itupun info lomba, bulan Mei malah blaaaas... nggak ada posting. Padahal banyak banget yang pengen ditulis di sini.

Hmmmm... rasanya kangeeeen banget cuap-cuap di blog trus hunting lomba dan ikutan, tapi apa mau dikata saat waktu 24 jam dalam sehari begitu terasa singkat. Sebagai seorang mak-mak rempong (Hasyaaaah lebay) yang lagi dikejar-kejar singa mati bertaring aka deadline nulis buku hihihi... otak kudu fokus banget, susaaaah buat ngelaba sana-sini. Padahal, buat menelurkan sebuah ide kudu semedi dulu di gunung hahaha... lebay akut.

Btw, tengkiyu banget buat yang udah mampir dimari. Insya Allah saya akan kembali aktif begitu 2 naskah yang deadline bulan ini selesai, pengen istirahat dulu dan nulis-nulis santai di blog, ikutan lomba atau antologi nulis. O yah, satu lagi nulis fiksi. Ni kepala udah rada kliyengan ajah nulis non-fiksi mulu. Kudu refresh dulu dengan sesuatu yang baru. Soale, kalau dihitung-hitung, tahun ini (sampai juni ini) saya udah nulis 3 buku solo dan satu buku duet. Alhamdulillah banget, nggak ada nganggur. Nggak sabar juga nungguin tu buku pada lahiran, moga aja deket-deket lahirannya ^_^

Oke deh, segitu dulu. Nailah sudah mulai jutek dan pengen dudukin ni laptop karena jari uminya masih asyik menari-nari menekan tombol huruf demi huruf hehehe... Sukses dah buat semuanya yah plend, yang penting hidup diisi dengan sesuatu yang bermanfaat, biar lelah kita bernilai ibadah ^_*


Komentar

  1. aaaaamiiiin... ditunggu cuap-cuapnya ya, mba Ociiii

    BalasHapus
  2. Hehehe... Iya Mbak Ela. Tengkiyu yah udah mampir ^_^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...