Langsung ke konten utama

Studio Mini Ala Gue


Ceritanya ini behind the scene waktu saya nulis naskah buku tentang kesehatan. Jadi waktu itu ada penerbit yang cari naskah kesehatan, saya ikutan audisinya deh, Alhamdulillah terpilih. Hmmm… modal apa sih saya, simple ajah NIAT KUAT UNTUK BELAJAR. Ya iyalah… secara saya bukan orang medis, tapi… jangan salah, berhubung naskah ini tentang herbal, Insya Allah saya paham dan punya pengalaman dalam merawat mertua yang sakit dan menggunakan terapi herbal dalam upaya penyembuhannya. Saya dan suami juga punya usaha toko herbal dengan nama “Rumah Sehat Nailah”, ada aneka herbal juga menerima terapi bekam. Selain itu, dalam penulisan buku ini saya juga punya narasumber ciamik, jadi akurat deh.

Nulis tentang ini, bener-bener sesuatu yang baru banget. Saya belajar banyak hal. Waktu nulis, saya bisa mangguk-mangguk atau bahkan nangis xixixi... lebay lagi deh, itu karena sadar bahwa pola hidup saya banyak nggak sehatnya dan bisa berisiko tinggi terkena penyakit degeneratif hiiiyy...

Serunya lagi, waktu hunting bahan buat bikin ramuan, trus bereksperimen deh di dapur (secara, biasanya konsumsi herbal dalam bentuk modern: kapsul, tablet, dan liquid). Nah setelah jadi, waktunya ramuan itu di foto. Wah.. mendadak jadi fotografer dadakan nih saya. modal kamera digital kesayangan, trus bereksperimen membuat studio mini.

Jadi penulis memang kudu kreatif, berhubung nggak modal buat bikin studio mini seperti ini:

 
 Sumber Gambar: http://radissacakecatering.blogspot.com/


Akhirnya saya bikin ala gue. Memang sih kelemahannya nggak bisa buat foto malam hari, ya iyalah... studio mini sayakan outdoor (gelap dong kalau malam). Ini dia nih:


Eits... jangan ngakak dong, bentuk boleh aneh, tapi hasilnya lihat dulu nih (aseli tanpa editan):



So, sekian dulu yah. Semoga menginspirasi dan jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru. O yah satu lagi, ntar kalau bukunya udah terbit beli yah hihihi... (promo terselubung) ^_^
 Ummi ku Memang kreatif yah..

Komentar

  1. mbak oci , ika mampir. wah nice info nya penting banget ni buat ika. tfs yaaa

    BalasHapus
  2. Tengkiyu Mbak ika udah mampir. O yah kalo disingkat namanya bisa jadi Ummu Nayafah ^_^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...