Langsung ke konten utama

Status Banjir Jakarta

 Beberapa status tentang banjir, dari teman-teman di FB. Ini baru di FB, di Twitter juga "banjir" tweet banjir.
Musibah hari ini tetap menyisakan syukur berlebih. Disaat tempat lain padam listrik, rumah kami msh bsa memantau berita di TV. Disaat tempat lain menanti nasi bungkus, di meja terhidang sup kimlo hangat, ayam goreng, dan sambal goreng kentang. Ya Allah, harus bersyukur apalagi dengan semua nikmatMu. Walau td siang teringat, makan ditemani kecebong lewat, daun2 kering dan dingin menusuk tulang. semua itu rasanya tak ada artinya dibanding rasa syukur dibalik semua hikmah banjir ini. (Amanda Ratih Pratiwi)
Jangan marah jika hujan turun trus menerus.
Mau tau penyebabnya?

Masih INGATKAH apa yg anda laku kan pada Tgl 1-1-2013 PukuL 00.01???
Manusia menyerang langit dengan Berjuta2 bahkan milyaran petasan..

Jάϑi..
Terimalah dgn ikhlas dan lapang dada serangan balik dari langit..
Mestinya kita bersyukur karena cuma air yg turun, coba bayangkan kalo yg turun dari langit PETASAN. (Yana Lisa)
Belanda itu dikenal hebat dalam soal tata kota.
Dulu.. Waktu kita dijajah Belanda, Indonesia udah diatur tata kotanya dengan cukup baik.
Daerah DEPOK dibangun danau-danau buatan. Gunanya selain untuk tempat wisata, juga bisa menampung air berlebih. Jadi saat musim hujan, Jakarta terhindar dari banjir.
Tapi apa?
Entah sejak kapan daerah Depok diperbolehkan dibangun pemukiman penduduk. Danau-danau buatan malah diurug.
Sekarang banjirnya meluber semua ke Jakarta :( (Adinda Bintari)
Mestinya yang dilakukan negeri meneer bisa banget diterapkan ya. Membangun banyak tanggul, polder, plus kanal-kanal, bukan hanya kanal besar seperti BKT atau BKB. Eww, kebayang serunya Jakarta kalau punya banyak kanal, bisa buat pariwisata juga kan. Memang sih manajemen banjir Belanda sudah begitu maju, sehingga katanya terakhir banjir besar terjadi pada tahun 1953. Etapi masak nggak bisa belajar dari negeri penjajah? Kalau studi banding ke mana sih...? (Rahmadiyanti Rusdi)
Semoga banjir segera surut dan cuaca lebih bersahabat, aamiin dan Allah limpahkan kesabaran kepada semua teman-temanku di Jabodetabek yang mendapatkan musibah, semoga selalu sehat dan selamat, aamiin ya robbal 'alamin... (Eka Natassa Sumantri)
Hujan itu berkah, sedang banjir adalah human and social error. Evaluasi dan resapi tentu ada hikmah dibalik musibah ^_^ (Hijab Alila)
Faktanya, masyarakat lebih siap untuk menghadapi banjir daripada mencegahnya. (Sari Yulianti)
Jakarta banjir. Ndak usah kemana-mana, tetap di hati gue aja *eaaah.... <(^▽^)v (Vita Sophia Dini)
Gambar pinjem dari sini
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...