Langsung ke konten utama

Baru, karena Itu

Minggu lalu, saya udah niat untuk mulai ngeblog lagi dengan teratur, karena banyak hal yang seharusnya bisa saya share. Nah, masalahnya adalah semenjak saya tinggal di tempat tinggal yang baru, inet angin-anginan dan paling seringnya malah menyiput, bikin gemes. Alhasil, saya hanya memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk browsing bahan-bahan untuk menulis buku. Sedangkan FB dan twitter masih bisa diakses dengan BB yang nggak tahu kenapa juga sulit digunakan untuk komen di FB. 

Selain itu, akhir-akhir ini fisik saya mudah sekali lelah. Saya harus mengatur ulang jadwal saya. Baik untuk pekerjaan domestik, urusan luar, maupun juga interaksi saya dengan si kecil. Sekarang gadis kecil saya sudah berusia 4 tahun. Saya juga sudah mencoba untuk memasukkan Nai ke Taman Bermain, tapi ternyata Nai hanya bertahan 1 hari saja. Ia lebih senang bermain di rumah bersama umminya yang galak ini hehehe...

Padahal, saya sudah menjadwal seandainya Nai di Taman Bermain dari jam 8 pagi sampai jam 11.30 siang, saya ada waktu lumayan panjang untuk menulis. Terlebih bisa menggunakan internet yang lancar jaya di kantor si Abi. Maklum saja, untuk "ngalong" fisik saya sudah nggak sanggup lagi. Tapi apa mau dikata, saya nggak mungkin paksa-paksa Nai. Jadi, waktu untuk menulis semakin menipis. Walaupun begitu, saya masih berusaha untuk bisa menulis setiap hari, walaupun hanya curhatan geje di note BB hihihi...

Kembali ke minggu lalu, jadi saat saya akan memposting tulisan, tiba-tiba saja saya terpikir untuk mengganti template blog. Rasanya udah lumayan lama saya memakai template yang sama. Saya ingin suasana baru, siapa tahu bisa menambah spirit baru juga. Jadilah saya mencari template yang menurut saya OK, tapi ternyata setelah 5 kali mengganti template, tidak ada yang sreg di hati. Nah, berhubung saya nggak tahu nih kalau seharusnya kita save dulu template yang lama, jadi bisa balik seperti semula, eh saya malah nggak ngesave. Terpaksa saya download ulang template lama tersebut dan olala... setelah diterapkan di blog saya, template lama itu berubah error.

Rasanya pengen nangis guling-guling kalau nggak mikir lagi puasa :D *lebay. Saya sampai BBM Mbak Anik Nuraini untuk minta bantuan, tapi ternyata memang nggak bisa. Mau nggak mau, saya memang harus berburu template baru lagi. Taraaaaaa... jadilah template ini yang saya pakai sekarang, karena menurut saya lumayan enak dipandang, lebih simple dan tampilannya lebih lebar daripada template saya sebelumnya.

Oke deh, sepertinya tulisan saya di atas lebih seperti keluhan dan pencarian alasan saat nggak ada waktu buat ngeblog atau BW yak hihihi... tapi, saya mencoba memaknainya dengan positrif aja. Alhamdulillah saat inet lancar jaya dan saat kondisi fisik memungkinkan untuk ketak-ketik lama, saya kudu fokus. Alhamdulillah juga buat blog saya yang cuma templatenya yang berubah bukan orangnya *eh. Alhamdulillah juga masih ada pengunjung di blog saya walau nggak lagi seberapa.

Bukankah segala sesuatunya harus disyukuri bukan. Buat apa ngotot begini-begitu, kesel ini itu, karena bukankah ada Allah yang berkehendak terhadap diri kita. So, nikmati ajah :D

Komentar

  1. Wah pantesan templattenya berubah jd sederhana gini :D

    BalasHapus
  2. iya Mbak, semoga tetep enak dipandang dan tulisannya juga enak dibaca hihihi... :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...