Langsung ke konten utama

Oleh-oleh dari Thailand Ala Abi

Oleh-oleh si Abi ^_^

Tahun 2013 lalu, Abi pergi ke Thailand dalam rangka pratikum dari kampusnya, yah walaupun menurut saya nih lebih tepatnya darmawisata alias jalan-jalan atau liburan, biasaaaalah :D

Tempat yang rombongan Abi kunjungi adalah Hat Yai, kota terbesar ketiga di negara Gajah putih tersebut. Letaknya di Thailand selatan, diperbatasan Malaysia. Saya bukannya mau ngomongin kisah perjalanan si abi, tempat apa saja yang dikunjunginya. Tapi bahas tentang oleh-olehnya hehehe...

Bukan kali ini saja si Abi pergi ke luar kota atau Luar negeri tanpa anak dan istri, baik dalam rangka pekerjaan atau urusan kampus seperti ini, jadi nggak heran juga kalau oleh-oleh yang dibawanya pasti makanan. Ndilalah, ekspektasi saya meleset, makanan yang Abi bawa ada di sini, bukan sesuatu yang istimewa, seperti kripik labu bertabur wijen, dodol durian, manisan asam. Emang nggak ada sesuatu yang beda yah.

Si abi juga membelikan saya bros berbentuk gajah, juga sebuah dompet yang ngakunya asli dari kulit gajah :D *futunya nggak usah yak hihihi... siapa tahu imitasi aka KW 10

Si Abi juga beli beberapa baju kaos ukuran dewasa bergambar gajah, juga sepasang pakaian (masih) berornamen gajah untuk anaknya, Nai. Yang bikin saya rada sebel, si Abi cerita kalau di rombongannya, yang perempuan pada shopping ke mall dan borong tas-tas bagus berharga miring *ahhhhhh... kenapa nggak nitip buat saya sekalian :'(  Alasannya, takut warna dan modelnya nggak sesuai dengan keinginan saya, trus nggak kepake.

Yah, begitulah yah temans kalau laki-laki beli oleh-oleh, udah syukur aja deh dia inget buat bawa oleh-oleh, apalagi si Abi bukan tipe yang doyan belanja kecuali belanja makanan hihihi... O yah, saya lupa buat futu logo halal yang ada si kemasan makanan di Thailand, soalnya sebagai muslim kita kudu hati-hati juga buat belanja. Akhirnya saya googling deh, seingat saya seperti ini deh logonya :))
 

Buat temans yang udah pernah stay or jalan-jalan ke Thailand, oleh-oleh makanan khas di sana apa sih? :))



Komentar

  1. ASyik dong dapet oleh2 secara biasanya laki2 itu, jarang bawa oleh2, karena biasanya gak bisa milihnya :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...