Langsung ke konten utama

Puding Telur Ceplok


Udah lama baca-baca resep puding telur ceplok. Bentuknya unik, beneran mirip telur ceplok. Saya penasaran juga sih, bikinnya juga nggak ribet. Hmmmm... rada ribet kalo nemu resepnya yang bagian kuning pake ubi rambat. Jadi, sebenarnya tergantung selera aja. Kuningnya mau pake ubi rambat, campuran jus buah yang berwarna kuning, or pake agar-agar instan yang udah ada rasa dan berwarna kuning.

Kebetulan, tetangga depan rumah ada acara wirid bulanan. Pengen ngasih sesuatu buat disajikan. Akhirnya kepikiran puding telur ceplok. Cetakannya juga udah lama saya beli. Nah, buat para Ibu nih yah, puding ini bisa jadi favorite anak-anak deh. Yah itu tadi, bentuknya unik ^_^

Berikut resep simple ala Ummi:

  • Untuk bagian kuningnya
 1 bungkus nutrijell rasa jeruk (masak sesuai petunjuk di kemasan)


Masukkan puding yang telah matang ke dalam cetakan mika ukuran kecil. Biarkan sampai mengeras.

  • Untuk bagian putihnya
1 bungkus nutrijell rasa plain
2 sachet susu kental manis putih
(masak sesuai petunjuk di kemasan)


Puding yang bagian kuning itu setelah mengeras, pindahkan ke cetakan mika yang lebih besar. Letakkan pas di bagian tengah. Lalu, tuangkan puding yang bagian putihnya.

Jadiiiiii deeeh... guaaampang kaaaan. Sajikan dingin, yummmmmy... Mbak Nai doyan banget, secara dia juga pecinta telur ceplok! :D

Silaaaaa dicoba bikin yak, buat arisan or acara lainnya juga oke ^_^



Komentar

  1. seru ya bikinnya,anak2 pasti suka..makasih mbak resepnya^^

    BalasHapus
  2. Cakep banget pudingnya, tapi harus punya cetakannya ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cetakannya bisa apa aja Mbak, ini cetakan mika saya beli di swalayan :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...