Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Sambal Mentah Uleg Tempe Semangit Ala Ummi

Tempe semangi atau tempe busu adalah tempe yang sudah tidak segar lagi. Warnanya telah berubah agak kecoklatan dan mengeluarkan aroma yang khas. Banyak yang tidak menyukainya. Tapi berhubung di rumah sedang ada banyak tempe semangit, nggak ada salahnya saya mencoba untuk mengolahnya. Biasanya tempe tersebut saya buang. Tumben aja kali ini saya berniat untuk menjadikannya sebagai salah satu menu buka puasa. Baiklah, saya mulai melakukan pencarian resep di mbah Google. Ternyata ada banyak resep yang menggunakan tempe semangit sebagai salah satu bahan utamanya. Saya tertarik dengan tempe yang diolah simple. Saya modifikasi dan jadilah sambal mentah uleg tempe semangit . Berikut resep lengkapnya: Bahan: Tempe semangit1 papan ukuran sedang Cabe merah 5 buah Cabe rawai 5 buah 4 siung bawang merah 4 siung bawang putih 3 ruas kencur ukuran sedang 2 lembar daun jeruk diiris-iris halus Garam dan gula pasir secukupnya Cara membuatnya: Tempe semangit dikukus sela...

Saat Nai Ikut Lomba Tahfiz Al-Qur'an

Dalam rangka nuzulul Al-Qur'an, sekolah Mbak Nai mengikuti sebuah lomba tahfiz yang diikuti oleh anak-anak dari berbagai daerah. Mbak Nai terpilih sebagai salah satu perwakilannya. Mbak Nai yang baru saja naik ke kelas 2 ini masuk ke dalam kategori tahfiz juz 30. Sebagai orang tua saya dukung dong. Ini akan menjadi pertama kalinya Nai tampil di depan umum, tidak hanya terbatas pada teman-teman sekolahnya saja. Nai semangat dan sepertinya sudah mulai percaya diri untuk tampil di depan umum. Walaupun sebelum tiba gilirannya, Nai sempet bilang ke saya kalau malu dan takut salah. Tapi mulai semangat lagi saat melihat teman dekatnya maju dan dapat tampil dengan baik. Tibalah giliran Nai. Ia mengambil 1 buah kertas yang digulung, isinya surah yang harus dibaca. Setelah membaca surah tersebut, selanjutnya 2 orang juri akan melakukan tes sambung ayat. Ada 4 surah yang diujikan. Alhamdulillah Nai dapat menjawabnya dengan lancar. Suaranya lantang, walaupun masih terlihat agak gr...

Saat Dompet Hilang

Kalau bulan Ramadhan gini, saya biasanya pergi berbelanja untuk kebutuhan masak-memasak itu jam 9 an. Belanjanya nggak terlalu jauh, biasanya belanja bahan-bahan masak untuk 2 hari, kecuali seperti cabe dan bawang yang memang di stock banyak. Biasanya belanja ditemenin sama suami. Seperti hari ini, belanjaan udah komplit. Nggak pake mampir kemana-mana lagi, langsung pulang karena suami kudu ngantor. Sesampainya di rumah, saya menyusun belanjaan di kulkas. Lalu memanaskan makanan untuk adek Khai, sebagai satu-satunya penghuni rumah yang nggak puasa. Aha, tiba-tiba saya ingat kalau sedang menunggu info buka bersama yang akan diadakan bersama dengan teman-teman S1 saya dulu. Berhubung android saya sedang rusak, jadilah saya hanya berkomunikasi via sms, karena jarang OL juga via laptop. Tapiiii... saya nggak nemuin dompet yang sebenarnya berupa pouch, yang saya bawa belanja tadi. Di dalam dompet itu ada semua uang belanja yang baru dikasih suami tadi malam dan juga HP. Saya cari di se...

Hidayah

Sumber: Google Di setiap Ramadhan, selalu ada hal yang berbeda. Ramadhan tak pernah sama. Ada harap yang membuncah juga untuk dipertemukan kembali dengan Ramadhan-ramadhan selanjutnya. Tentunya dengan harapan dalam kondisi yang semakin lebih baik. Walaupun kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di Ramadhan nanti. Apakah anggota keluarga ada yang "pergi", ada anggota keluarga baru, di rumah/di kota yang sama dengan Ramadhan ini, dalam kondisi sehat atau tidak...................., ......................., ................................ Ah... hanya doa yang bisa kita lantunkan. Sembari meyakini bahwa apapun ketentuan Allah adalah yang terbaik untuk kita. Baca: Yang dirindukan dari Ramadhan Seperti Ramadhan kali ini. Alhamdulillah... anggota keluarga kami bertambah, saya sekarang mempunyai 2 orang adik ipar. Sebagai anak perempuan satu-satunya, rasanya senang banget karena akhirnya punya adik perempuan. Ramadhan kali ini juga saya jalani di rumah yang ber...

Cerita Puasa Ramadhan Kedua Nai

Ini adalah bulan Ramadhan ke 2 Mbak Nai belajar berpuasa. Jika dulu Nai puasa penuhnya dikit banget, banyakan puasa setengah harinya, di Ramadhan ini--sampai tulisan ini diposting- puasa Nai full. Alhamdulillah belum ada batal sama sekali. Seneng deh, banyak banget kemajuan Nai dibandingkan Ramadhan tahun lalu. Mungkin karena Nai udah SD yak, dan di sekolahnya anak-anak juga udah diajarkan dan dianjurkan berpuasa juga, dimulai dari puasa sunnah senin dan kamis. Ada beberapa pola yang masih sama dengan Ramadhan tahun lalu. Seperti waktu berbuka, Nai masih lebih memilih untuk minum yang buaaaaanyak, makan buah, or kue. Nanti setelah isya baru makan nasinya. Nah, kemajuan yang menyenangkan adalah Nai bangun sahurnya nggak sesulit Ramadhan tahun lalu, yah walaupun masih agak merengek juga sih dan rada rewel dengan menu sahurnya. Tapi Alhamdulillah selalu sahur, saat kecepatan suapannya mulai melambat, itu artinya dia butuh bantuan alias minta disuapin hihihi... Untuk kegiata...

Duhai Hati

Cantik... Memiliki keluarga yang bahagia, pendidikan dunianya bergelar S2, pendidikan akhiratnya belajar hingga ke Arab sana, mapan secara finansial, memiliki berbagai usaha, terkenal sebagai artis dan pendakwah. Duhai hati... Jika hanya ada rasa iri tapi tak membuatmu termotivasi, sungguh amat rugi. Berakhir menjadi barisan orang sakit hati. Menyebar benci, padahal dalam iman ia adalah saudari. Padahal... Kita tak tahu bagaimana kesehariannya, tak tahu apa yang telah dikorbankannya, tak tahu juga bagaimana keadaannya kelak diakhir hayatnya, tak tahu bagaimana Allah memandangnya. Kita sibuk menjadi tim penilai, menjadi komentator, bahkan fasilitator dalam memakan bangkai saudarinya. Duhai hati... Kemana perginya rasa bersyukur. Adanya kufur hingga membuat tersungkur. Duhai hati... Kenapa tak memilih bahagia, syukuri yang ada, berusaha menjadi yang terbaik di mata Allah sepanjang masa, tak lupa mendo'akan sesama. Sungguh hanya Allah yang tah...

Resep Ayam Bakar Bumbu Rujak Ala Ummi

Apa menu berbuka hari ini?. Biasanya emang rada ribet yah, masih bingung mau masak apa. Belum lagi, galau ngelihat aneka makanan yang dijual di pasar-pasar Ramadhan or di pinggir-pinggir jalan. Enaknya masak sendiri or beli aja yak. Tergantung kondisi sih, ada yang maunya beli aja yah silahkan, yang mau masak sendiri juga silahkan. Yang penting, makanan yang kita hidangkan adalah makanan yang halal dan thoyib. Bener nggak? :) Nah buat yang pengen masak sendiri untuk hidangan berbuka buat keluarga, resep saya ini boleh dicoba lho. Ayam bakar bumbu rujak, rasanya enak dan bikinnya juga nggak pake ribet. Memanggangnya pake double pan ajah buibu,,, :D Resep Ayam Bakar Bumbu Rujak Bahan: 1 ekor ayam 700 ml santan dari 1 butir kelapa 1/2 buah jeruk nipis peras airnya 3 lembar dau jeruk 2 batang serai Minyak goreng secukupnya Bumbu: 10 buah cabe merah 10 buah bawang merah 5 siung bawang putih 5 butir kemiri 1 cm kunyit 1 buah tomat merah ukuran sedan...