Langsung ke konten utama

The Power Of Emak-emak Untuk Menuju Indonesia Maju



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Tahu nggak sih, katanya, salah satu kejadian yang horror itu adalah kalau nemu emak-emak pake motor matic, trus emak-emak yang ngomongin politik. Pernah dengar? Atau ada yang baru dengar nih? hahaha... Please... saya jangan di-bully yah. Mamak-mamak juga soalnya :D
Emang maksudnya apa sih?. Gini yah, tahu dong fenomena mamak-mamak yang pakai kendaraan di jalan raya, yang bermasalah dengan lampu sein. Jadi, dia belok ke kanan, lampu sainnya ke kiri. Trus, pernah ketemu juga nggak mamak-mamak sibuk perang di sosmed pas bahas tentang politik?

Ada apa dengan emak-emak? :D

Sebenarnya, saya mau bahas apa sih di postingan kali ini. Openingnya gitu banget yah. Tenang, sebenarnya kali ini saya mau bahas salah satu The Power Of Emak-emak. Sebuah harapan, bahwa kita sebagai emak-emak ini berada di jalan yang benar. Stigma negatif tentang berkendara di jalan raya atau tentang ngomongin politik itu bisa hilang. Begitu juga dengan stigma negatif lainnya.

Bagaimana caranya?

Ya, hal itu dimulai dari diri kita sendiri. Lakukan banyak perubahan. Jangan berhenti untuk belajar. Belajarlah untuk berkendaraan di jalan raya dengan benar. Saat membahas politik, perkayalah wawasan kita dengan memilih bacaan yang benar, sumber yang terpercaya, faktual. Supaya kita nggak perang opini di sosmed, lalu men-share link yang ternyata kontennya adalah hoax.

Sahabat Ummi...

Sebagai seorang Ibu, kita sesungguhnya punya peran yang besar banget untuk peradapan lho, yaitu menuju Indonesia maju. Bukan masih berputar di bahasan tentang seputar lampu sein, perang politik atau berbagai versus lainnya. Saya yakin, pembaca blog ini pasti punya sosmed dan bisa jadi adalah pengguna yang aktif banget.

Nggak ada yang salah, selama kita mampu menggunakannya dengan baik, memiliki manfaat yang positif bagi peran kita di lingkungan domestik maupun di lingkungan sosial. Jujur, kalau emak-emak yang sibuk perang di sosmed itu, terlihat lebih mengerikan. Bahkan, menjadi contoh jelek dong buat generasi lainnya.

Jadi, saya pribadi, senang banget ikut acara-acara yang berhubungan dengan bagaimana kita menjadi pengguna internet yang cerdas. Termasuk juga, bagaimana sebagai seorang blogger, saya bisa menghasilkan tulisan yang berkualitas. Memberantas konten negatif dengan memperbanyak menulis konten-konten yang positif.

Seperti hari ini, saya mengikuti seminar yang dengan tema menuju Indonesia maju, kerjasama Dinas Kominfo Provinsi Riau Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik. Acara yang seru banget dan kaya gizi. Apalagi pembicaranya adalah seorang Bapak Blogger Indonesia, yaitu Mas Enda dan juga Pak Handoko sebagai salah satu tim komunikasi Kepresidenan.

Sebagai Emak-emak yang berprofesi seorang blogger. Pemaparan materi dari Mas Enda berguna banget. Nggak cuma tentang benefit apa aja yang kita dapatkan dari ngeblog (seperti yang Alhamdulillah sudah saya rasakan banget :D) tapi juga tips bagaimana menulis blogpost yang bagus. Bagaimana membuat blog kita memiliki traffik yang tinggi. Kriteria konten apa sajakah yang berpotensi untuk viral.

Yang menarik menurut saya adalah, bagaimana pemaparannya tentang menciptakah reaksi emosional pada pembaca blog kita. Jadi, ngak flat, dan terasa lebih personal.

Sahabat Ummi...

Lanjut pembicara kedua, ada Pak Handoko yang membahas tentang sudut lain Istana. Ini menarik banget!. Nggak hanya memaparkan materi saja, tapi juga disertai dengan video. Memaparkan bagaimana program Pak Jokowi dalam #menujuindonesiamaju selama 3 tahun ini, adalah dengan fokus pemerataan kesejahteraan. Yang dilakukan adalah, giatnya pembangunan infrastruktir dan manusianya.

Nah, membahas tentang pemerataan kesejahteraan, yang menarik disampaikan oleh Pak Handoko adalah bukan persamaan perlakuan, tapi keadilan. Bagaimana setiap warga negara Indonesia mendapatkan perlakukan yang adil. Seperti tentang menikmati listrik dan BBM (termasuk tentang subsidi).

Salah satu pembangunan infrastruktur yang saat ini tengah dilakukan di daerah saya adalah pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai. Pembangunan ini diharapkan memiliki dampak ekonomi yang positif buat daerah.

Bangga dong kita yah. Pembangunan dilakukan bersinambungan, merata, yang bertujuan untuk memudahkan akses kita. Sehinggak perekonomian bisa tumbuh. Nggak terkendala lagi dengan jarak or medan yang sulit ditempuh.


Sahabat Ummi...

Balik lagi, saya mengajak kita untuk menggunakan the power of emak-emak untuk menuju Indonesia maju. Dengan cara yang kita bisa. Mulailah dari keluarga kita. Dalam mendampingi suami dan mendidik anak-anak. karena keluarga memiliki fungsi penting sebagai wadah pertama dan utama dalam penanaman nilai-nilai, penentuan identitas sosial, dan sebagai tempat untuk mendapatkan kenyamanan, ketentraman, perlindungan, dll.

Termasuk peran kita sebagai regulator bagi keluarga saat mereka mengakses internet. Tentunya, kita sendiri harus sudah paham betul bagaimana berinternet yang baik. Terkait dengan peran saya yang emak blogger, maka harus menjadi corong komunikasi atas informasi yang harus benar-benar valid, dan juga kita memiliki independensi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...