Langsung ke konten utama

Pekerjaan Beres Setelah Menggunakan Insto Dry Eyes



Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Sahabat Ummi...

Saya mau nanya nih, pilih mana, ketemu dengan mata keranjang, atau mata kering?

Waduh, pertanyaan macam apa ini. Sama-sama pilihan yang nggak enak yah. Amit-amit deh kalau ketemu dengan si mata keranjang. Tapi, kalau ketemu dengan mata kering, gimana?. Wah, ini saya banget, ketemu eh maksudnya mengalami mata kering. Namanya juga mamak-mamak milenial yang hidup di era digital. Nggak mungkin dong yah nggak terpapar dengan gadget. Apalagi kalau berprofesi sebagai writer, blogger, dan product photographer. Jangan hitung berapa jam melihat layar handphone atau laptop dalam sehari, tapi hitung berapa lama nggak lihat layarnya, angkanya lebih kecil. Artinya, ada interaksi yang begitu intens dengan benda-benda canggih tersebut. Hampir-hampir ngalahin seberapa intensnya ngelihat wajah babang suami yang tampan *eh

Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan mata kering? apa masih sepupuan sama dompet kering? *mulai ngelantur :D

Jadi, sahabat Ummi semua, pernah nggak sih merasakan sepet, pegel, dan perih pada mata?. Padahal belum tanggal tua. Becanda. Kalau pernah, itu adalah gejala dari mata kering atau dry eyes lho. Kok bisa? bisa dong, saat kita sedang fokus menatap layar smartphone atau laptop, mata menjadi jarang berkedip. Padahal, kedipan pada mata berfungsi untuk mempertahankan kelembapannya. Selain itu, juga untuk membantu membersihkan partikel asing yang mendarat di mata, supaya kebersihan mata tetap terjaga. Normalnya nih, rata-rata orang berkedip bisa 15-20 kali permenit. Ada yang pernah nyoba menghitungnya?.

Trus ada yang tanya. Tapi, saya nggak lihat smartphone atau laptop terus-terusan Mbak. Kenapa mata juga sering berasa sepet, pegel dan perih?

Nggak cuma itu aja sih yang jadi penyebab mata kering, mata sepet, mata pegel, mata perih, dan mata lelah. Tapi ada beberapa hal berikut ini:
  • Penggunaan hair dryer terlalu sering. Ternyata aktivitas ini dapat meningkatkan resiko terjadinya mata kering. Tak lain, karena udara hangat dan kering yang terpancar lalu terpapar ke mata. Sehingga, kadar air dalam mata kita berkurang, menguap.
  • Terlalu lama berada di ruangan ber-AC. Kenyamanan yang dirasakan akibat tak lagi merasakan gerah, tapi ternyata dapat menjadi masalah bagi kulit dan mata. Kelembapan kulit dan mata menjadi berkurang bahkan kering. 
  • Terlalu lama membaca buku. Terlebih dengan pencahayaan yang tidak pas dan posisi tubuh yang salah, seperti posisi buku terlalu dekat ke mata, dan membaca sambil tiduran.
  • Terlalu lama menonton televisi. Tak hanya menatap layar smartphone atau laptop, aktivitas menonton TV juga dapat mempengaruhi kondisi kesehatan mata. 
  • Terlalu lama menyetir kendaraan. Menyetir membuat mata kita menjadi fokus. Tak hanya itu, mata juga menjadi mudah terpapar dengan debu dan polutan lainnya selama di jalan.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu. Obat-obatan tersebut seperti dekongestan, antihistamin, obat terapi pengganti hormon, antidepresan, obat hipertensi, pil KB, dan obat penyakit parkinson.
  • Faktor usia dan perubahan hormon. Semakin lanjut usia, maka produksi air mata semakin menurun dan berkurangnya sensitivitas kelopak mata dalam meratakan air mata ke seluruh permukaan mata kita. Sedangkan perubahan hormon dapat disebabkan oleh kehamilan dan monopouse.
  • Kondisi medis. Ada beberapa penyakit yang dapat mempengaruhi produksi air mata pada kelenjer mata, seperti diabetes, lupus, gangguan tiroid, dan peradangan batas kelopak mata.
  • Penggunaan softlense. Nah, ternyata yang setiap harinya menggunakan softlens bisa terkena mata kering juga.

Dari penyebab mata kering yang saya paparkan di atas, jelaslah kalau yang menjadi penyebab utama mata kering bagi saya adalah karena penggunaan gadget, seperti smartphone dan laptop, membaca buku, dan di ruangan ber AC pula. Kembali lagi karena itu berhubungan dengan pekerjaan. Dan, yang banyak memakan waktu serta harus selalu fokus itu adalah ketika sedang melakukan editing foto. Otomatis mata jadi jarang berkedip. Di depan layar laptop bisa berjam-jam tanpa jeda. Sering banget suami mengingatkan untuk berhenti sejenak, tapi saya sering menolak dengan alasan nanggung, editingnya hampir selesai.



Editing yang makan waktu lama

Sampai suatu hari, ada begitu banyak deadline editing foto yang sudah mepet. Ada beberapa jadwal meeting juga untuk membahas konsep foto klien baru. Tapi, semuanya jadi berantakan karena terjadi gangguan pada mata saya. Pekerjaan jadi nggak selesai tepat waktu. Meeting juga batal karena artinya saya harus menyelesaikan pekerjaan yang tertunda dulu. Kalau udah begini, baru deh menyesal. Nggak mau remeh lagi terhadap sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan organ vital, seperti mata. Selalu begitu yah, penyesalan datangnya belakangan, yang datang duluan itu ya pendaftaran :D
Begitulah kira-kira yang dikatakan oleh dokter mata. Untung aja dokternya nggak tahu kalau saya pernah nulis buku tentang mata. Tapi, malah abai dengan kesehatan mata *duh 


Sahabat Ummi...

Padahal, untuk menjaga kesehatan mata itu nggak sulit. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai usaha preventive, agar mata tetap bisa prima, yaitu:
  • Menjaga asupan makanan. Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A seperti alpukat, tomat, wortel, dan pepaya. Jangan lupa juga mengkonsumsi sayuran hijau yang kaya akan kandungan lutein dan zeaxanthin, seperti bayam dan brokoli. Juga mengkonsumsi makanan yang mengandung anti oksidan tinggi seperti buah plum, berry, jeruk, dan ceri. Makanan yang mengandung asam lemak omega 3 juga penting untuk melindungi saluran air mata, menjaga lensa mata, dan meminimalkan mata kering, yaitu terdapat pada ikan salmon, tuna, dan haslibut.
  • Mengatur jarak pandang terhadap objek, pencahayaan, dan istirahatkan mata, saat membaca buku, menonton televisi, atau saat menggunakan smartphone dan laptop.
  • Menggunakan kaca mata saat beraktivitas di luar ruangan dan saat membawa kendaraan bermotor.
  • Meminimalkan penggunaan hair dryer, tidak terlalu lama memakai softlens dan tidak terlalu lama juga berada di ruangan ber AC.

Lalu, kalau sudah terlanjur mengalami mata kering bagaimana?. Tenang, kita bisa menggunakan tetes mata steril Insto Dry Eyes.

Mengapa Harus Menggunakan Insto Dry Eyes?

  1. Insto dry eyes halal. Ya, buat saya, produk yang digunakan harus halal. Dan kehalalan itu bukan hanya sebagai kriteria utama untuk makanan dan minuman saja. Untuk no. reg BPOM tertera di kemasannya: DTL1438202146A1.
  2. Mengandung bahan aktif yang dapat mengatasi kekeringan pada mata. Tiap ml larutan isotonik steril mengandung hydroxypropyl methylcellulose 3,0 mg dan juga benzalkonium chloride 0,1 mg. Cairan ini dapat menjadi pelumas mata. Tak hanya itu, bahan aktifnya juga dapat membunuh bakteri
  3. Kemasannya praktis dan mudah dibawa kemana-mana. Iya, Insto dry eyes mempunyai isi bersih 7,5 ml. Gampang di simpan, untuk dibawa ketika bepergian. Bisa dimasukkan ke dalam dompet wanita/pouch, bahkan saku pakaian.
  4. Harganya terjangkau dan mudah untuk mendapatkannya. Insto dry eyes saya beli di swalayan seharga 16.000 rupiah saja. Jadi, bisa kita dapatkan dengan mudah, tidak hanya di apotik.


Sahabat Ummi...

Saya rasa, kalian tentu juga nggak asing dengan brand Insto. Bahkan mungkin sering melihat iklannya di media elektronik. Insto juga dipercaya oleh banyak orang, dalam mengatasi gangguan pada mata. Tak sedikit juga memperoleh berbagai penghargaan, seperti penghargaan Indonesia WOW brands pada tahun 2015, penghargaan superbrands Grand Awards 2015, Social Media Awards 2015, dan penghargaan WOW brands pada 2019. Terbukti bahwa produknya aman dan terpercaya.



Bagaimana Cara Menggunakan Insto Dry Eyes?

Cara menggunakannya sangat mudah. Buka kemasannya, cukup diteteskan pada mata 1-2 tetes pada masing-masing mata, 3 kali sehari atau sesuai dengan anjuran dokter. Setelah digunakan, simpan pada suhu kamar tidak lebih dari 30 dc. Jangan digunakan lebih dari 1 bulan setelah kemasan dibuka, atau apabila terjadi perubahan warna, seperti keruh.


Bye Mata Kering

Alhamdulillah, pekerjaan beres setelah menggunakan Insto dry eyes. Jadi, kalau ketemu si mata keranjang, putar balik aja ke belakang. Kalau ketemu mata kering, tetesin aja insto dry eyes dan mata akan kembali cling ^_____^



Sumber referensi:
Insto.co.id
Buku The Miracle Of Air Mata. Oci YM. Penerbit Laskar Aksara. 2013

Komentar

  1. Bener sekali ya mbk, Insto Dry Eyes memang solusi yang tepat untuk mata kering

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...