Langsung ke konten utama

Asap dan Hari Anak Nasional


Pagiiiiiii... bagaimana cuaca pagi di tempatmu. Di sini, di kota saya jarak pandang menjadi lebih memendek. Ada pemandangan putih yang menghiasi udara. Apalagi kalau bukan asap. Saat cuaca panas dan hujan yang jarang sekali turun, hal ini sudah biasa terjadi. Mungkin kalian sering menyaksikan beritanya di tv.

Inilah kota Pekanbaru, yang saat begitu banyaknya terjadi pembakaran hutan, asap pun juga bisa “dinikmati” oleh negara tetangga seperti Malaysia. Lihatlah. Bahkan rumah tetangga depan saja tidak terlihat jelas. Padahal ini sudah jam 8 lho.



Begitu juga dengan rumah tetangga belakang, terlihat samar. Yah mau gimana lagi. Berarti, Nailah nggak bisa main di luar pagi ini. Walau hanya sekedar berjalan kaki mengitari halaman dan kebun belakang juga kolam yang mulai mengering.


Buat anak-anak Indonesia, selamat hari anak nasional yah. Semoga pagi ini kalian bisa menikmati pagi dengan bahagia, tanpa asap tentunya. Hmmmm... walau itu agak mustahil. Bukankah dibanyak tempat, udara sudah begitu tercemar oleh asap kendaraan bermotor, atau asap dari perokok yang memang tak punya hati nurani.

Komentar

  1. rasanya pasti gak enak bgt ya mbak.. menghirup asap seperti itu...

    BalasHapus
  2. Iyaaaa... bener Mbak Myra. tapi begitulah yang terjadi :(

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...