Langsung ke konten utama

Buku, Nangis bombai, Nggak lebay

Di siang hari yang tenang. Tiba-tiba tidur siang saya yang nyenyak terganggu dengan dering HP yang meraung-raung pas di kuping. Ya ampyuuuuuun... untung nggak di kuping Nai, bisa berabe, secara buat menidurkan Nai, saya kudu baca beberapa ayat Al-Qur'an plus nyanyi lagu anak-anak sealbum!. Dengan sebel bin kesel, saya udah siap-siap buat ngomel panjang kali lebar kali tinggi ke yang nelepon. Eh, belum saya ngomong, yang di seberang sono udah duluan nyerocos kaya petasan. "Ummmmmiiiii! ya ampun ummi, cuaca tu lagi cerah-cerahnya, enakan jalan ke toko buku, duduk manis, trus pulangnya makan es krim. Eh, ngomong-ngomong mi, aku gi di gramed nih, buku apa sih yah yang baru dan bagus gitu buat suasana hatiku yang lagi gundah gulana, kalau bisa jangan yang mahal yah mi, trus nggak lebay juga, truuuuus" CUT. Cukuuuuuup deh, untung saya berhasil menghentikan omongannya.

Saya tahu kalau sekarang hari lagi cerah-cerahnya, bisa dibilang saking cerahnya puaaaaaanas banget. Maka dari itu saya ngendon di kamar berACan, tidur siang yang bagi saya sangat penting dibandingin dengan pidato presiden (Hasyaaaaah! ya iyalah!). Hmmmmm... tentang makan es krimnya boleh juga, tapi ah, malah bahas es krim. Dengan ogah-ogahan saya nyebutin beberapa judul buku yang pernah saya baca sinopsis dan resensinya, yang kira-kira suailah sama yang dia maksud.

Huh, untung aja dia sahabat saya sejak SMP, kalau nggak, udah saya opor dia ke planet Saturnus. Bukan karena teleponnya yang mengganggu itu, tapi karena nggak satu pun buku saya yang pernah dia baca. Padahal, seharusnya dia bangga dan support saya dong yah, sahabatnya yang akhirnya bisa jadi penulis juga hihihi.... Tapi sayang, sekalipun tu buku saya kasih gratis plus futu, plus tandatangan, sama cap bibir sekalian, dia teteup nggak mau huhuhu... dengan entengnya dia ngomong "Ummi, lain kali tuh tulis dong buku yang isinya mengharu biru gitu, bisa bikin orang nangis bombay tapi nggak lebay, jangan curhat mak-mak mulu, bisnis, atau herbal". Oke lah, masalahnya saat saya ingin menuliskan kisah-kisah inspiratif seperti yang dia maksud, saya udah keburu nangis bombay bin lebay. PR gede buat saya!.


Gambar pinjem di sini

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...