Langsung ke konten utama

Abi say: U'r My Everything Nailah Keriting

Khansa Nailah. Putri kecil kami yang berusia 3 tahun ini, memiliki rambut keriting yang indah. Wajah manis, copas banget dengan wajah abinya. Matanya, hidungnya, bibirnya, caranya memandang, dan saat ia tersenyum. meski sangat jarang mereka berdua tertangkap kamera (yang benar-benar hanya berdua saja), namun saya berhasil mengabadikan beberapa momen yang menurut saya berkesan banget. Foto-foto tersebut saya ambil tanpa sepengetahuan mereka, natural, soalnya kalau mereka tahu bakal jadi objek foto, ekspresinya malah cendrung aneh hihihi...

Dari beberapa foto, akhirnya foto-foto inilah yang diijinkan si Abi untuk diikutsertakan di GA "Potret Laki-laki dan Dunia Anak".

Foto-foto ini diambil dengan menggunakan kamera saku Casio Exilim 12,1 MP.



 
Nai dan Abi saat main rumah-rumahan (di dalam tenda)


Foto di atas menurut saya maniiiiiiiiiiiiiiiiiis banget, saya aja sampai cemburu hihihi... Padahal, biasanya nggak ada yang boleh ikutan masuk ke tendanya selain boneka-boneka Nai. Tapi, hari itu mereka kompak banget, bahkan Nai mempersilahkan Abinya untuk ikut tidur di dalam tenda bersamanya ^_^

Sedangkan foto-foto di bawah ini, diambil saat sore hari. Tepatnya saat kami JJS di pinggir sungai siak (sungai terdalam di Indonesia), untuk menikmati pemandangan sungai, juga pisang bakar dan jagung bakar. Menurut saya, foto-foto ini cool banget hihihi... ekspresinya sama-sama serius.


 





My first, my last, my everything,

And the answer to all my dreams.
You’re my sun, my moon, my guiding star.
My kind of wonderful, that’s what you are.
U'r My Everything Nailah Keriting ^_^


Foto-foto ini dipersembahkan untuk Ibu Fauzan, Mama Olive, dan Papanya Cyntia-Agas

Komentar

  1. tendanya muat diisi berdua abi ? hehehe...

    makasih ya sudah meramaikan acara kami.

    BalasHapus
  2. Muaaaaat Mbak, tendanya lumayan gede, bentuknya seperti mobil pemadam kebakaran hehehe....

    Senang bisa berpartisipasi ^_^

    BalasHapus
  3. Iyaaaaaa... Mbak Binta,kalau Abi yang gendong, bisa lama-lama ^_^

    BalasHapus
  4. potonya so sweet banget..
    boleh dong ikutan di tenda xixiix :P

    makasih ya dah ikutan kontes kami..

    BalasHapus
  5. Judulnya cetar banget mbak, wkwk ..

    BalasHapus
  6. hahaha... Jangaaaaan Mbak Hanie *langsung histeris :P


    Masama, GA yang kereeeen ^_^

    BalasHapus
  7. Tengkiyu Mbak Dyah. Tapi nggak pake membahana kan hihihi ^_*

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...