Langsung ke konten utama

Yang Pertama

Selalu ada hal pertama kali dalam  hidup. Saat terlahir, bukankah itu pertama kali kita menghirup udara di dunia ini. Apapun itu, baik dalam proses tumbuh kembang fisik kita sebagai seorang manusia, maupun tumbuh kembang psikis yang ditempa oleh berbagai hal di dalam hidup, langkah pertama itu selalu ada. Nah, apakah ada kata terlambat untuk merasakan "hal pertama" dalam hidup? tentu saja tidak. Bukankah setiap kita berproses. Setiap proses yang kita jalani tentunya berbeda antara satu dengan yang lainnya. Jadi, tidak ada batasan untuk mengatakan bahwa kita sudah terlambat atau terlalu tua untuk memulai sesuatu. Keterlambatan bahkan lebih baik dari tidak sama sekali, karena hal itu juga bisa menjadi indikasi bahwa kita berproses untuk berubah ke arah yang lebih baik lagi.

Selanjutnya, yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana kita menyikapi "hal pertama" tersebut? Tentu saja ada berbagai macam reaksi, ada yang menganggapnya sebagai tantangan, ada yang berkata itu beban, ada yang tak hentinya menggerutu atau mengeluh, namun tidak sedikit juga yang bersemangat dan menjalaninya dengan riang gembira, seolah hal tersebut adalah sebuah game yang di akhir bagiannya telah disediakan sebuah door prize bagi sang pemenang.

Well... "hal pertama" itu menyenangkan atau tidak menyenangkan bukankah sebenarnya tergantung bagaimana cara kita menyikapinya. Selalu ada dua sisi mata uang dalam hidup. So, bayangkan saja bahwa "hal pertama" itu adalah hal pertama yang memang pertama kalinya, tidak ada kedua, ketiga, dan seterusnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersama Anak Liburan Dadakan Tapi Berkesan

Apa jadinya kalau keluarga yang jarang liburan, pas mau liburan eh si anak demam. Duh... Susah buat diungkapin kan yah. Ada sedih, bingung, kesel, nyesel, dll. Semua bayangan tentang liburan indah mendadak buram, karena liburan terancam batal. Padahal, liburannya udah dinanti-nanti banget. Yah, begitulah kira-kira yang saya rasakan pas mau liburan, eh adek khai demam. Pengaruhnya nggak cuma ke saya atau si Abi, tapi juga Mbak Nai. Sedih adeknya sakit, dan sedih juga kalau liburannya jadi batal. Habisnya, Mbak Nai udah bayangin gimana serunya liburan nanti, trus bakal diceritakan ke teman-teman di sekolahnya. Begitulah... Kami sekeluarga nggak pernah menyiapkan waktu khusus untuk liburan. Jadi, yang namanya liburan itu bisa dadakan aja atau pas sekalian ada moment tertentu, seperti undangan pernikahan dari luar kota. Jadi, bisa dibilang liburannya nggak jauh-jauh juga, bisa di seputar Riau aja, seperti ke Siak atau luar kota seperti ke Sumatera Barat. Transportasi yan...

Me Time Mandi Parfume dengan Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash

Bismillahirrahmairrahim Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Ummi... Sejak menjadi seorang Ummi, alias perempuan yang sudah punya anak, ada satu aktivitas yang menjadi sebuah kemewahan tersendiri buat saya. Yaitu, mandi. Hah, serius? Serius lho. Mandi itu bisa jadi sebuah me time . Nggak harus berlama-lama di dalam kamar mandi, karena kadang tak seindah ekspektasi. Sejak menjadi seorang Ibu, biasanya kita mulai begitu ahli bagaimana melakukan mandi secepat kilat. Sebelum bocah menggedor kamar mandi sambil nangis karena kehilangan Ibunya, walaupun baru nggak kelihatan 3 menit :D Baiklah, nikmati saja masa-masa itu, karena nggak bakal lama. Suatu saat nanti bisa jadi kita bakal merindukannya. Nah, bagaimana bisa tetap mandi kilat tapi kitanya jadi bersih dan wangi juga happy ?, tentu saja semua berhubungan dengan sabun mandi yang kita gunakan. Of course , penting sekali memilih sabun mandi yang tepat. Setidaknya kriteria pemilihan sabun mandi ...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...