Langsung ke konten utama

Manisan Kundur Ala Ummi


Dapet kundur dari kakak ipar. seumur-umur, baru pertama kali lihat buah kundur. Dulu tahunya cuma ada minuman kaleng rasa kundur aja. Biasanya dihidangkan pas lebaran. Bingung juga mau diapain ini buah, gede banget lagi. Mau dijus, takut aneh rasanya. Kakak ipar bilang, digulai juga enak. Toh rasa kundur ini nggak beda jauh dengan rasa labu siam. Kan sama-sama dari jenis labu-labuan.


Nggak sengaja, saya belanja di supermarket. Nemu bungkusan manisan kundur. Aha! kenapa nggak saya coba buat sendiri aja yah. Akhirnya, kundur saya eksekusi juga jadi manisan. Ternyata enaaaaaak bangeeet. Saya sampe kalap makannya. Nggak berasa udah habis separuh aja sendirian. Dingin, manis, seger, pas banget dicuca yang gi panas-panasnya di Pekanbaru.


Oke deh, inih resepnya yah:

Bahan:
  • Kundur 2kg
  • Gula pasir 1/2 kg
  • kayu manis 2 batang
  • Kapur sirih 3 sdm
  • 1000lt
Cara membuatnya:
  • Kundur dibuang kulit dan bijinya, potong-potong kecil memanjang
  • Cuci bersih
  • Rendam dengan kapur sirih semalaman
  • Cuci bersih kundur dari bekas rendaman kapur sirih sampai bersih
  • Masak gula dan air serta kayu manis
  • Masukkan kundur, masak hingga airnya habis
  • Setelah dingin, simpan di dalam lemari es

Komentar

  1. sejenis labu ya mak..baru tahu dna baru liat deh yang kayak gini...apa cuma da di riau???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak Mak, kaya'nya ada di daerah mana aja deh. Biasanya ada yang jual juga di pasar tradisional :)

      Hapus
  2. DiBrunei jg ada..kl dimasak rasanya tdk jauh dg labu air..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, dibuat masakan dengan santan juga enak yah. Makasih udah mampir

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...