Langsung ke konten utama

Puding Nangka Ala Ummi

Emang enak yah punya kakak ipar buanyaak :D Setelah beberapa hari yang lalu dapet kundur dan saya buat jadi manisan, kali ini dapet nangka. Setengah bagian dari nangka yang ukurannya gede banget. Udah dimakan gitu aja, eh masih ada sisanya. Akhirnya saya buat puding aja. Enak, kenyal, seger karna disantap dingin-dingin.

Berikut bahan dan cara pembuatannya yah:

Bahan lapisan pertama:
  • 1 bungkus nutrijell plan
  • 5 buah nangka (blender dengan menggunakan sedikit air)
  • 100gr gula
  • 700 ml air
Bahan lapisan kedua:
  • 1 bungkusnutrijel plan
  • 5 buah nangka (blender dengan menggunakan sedikit air)
  • 1/4 kg santan
  • 100gr gula
  • 300 ml air
  • 40 gr gula merah
Cara membuatnya:
  • Masak semua bahan untuk lapisan pertama
  • Setelah matang, masukkan ke dalam loyang
  • Masak semua bahan untuk lapisan kedua
  • Setelah matang, masukkan ke dalam loyang yang telah diisi lapisan pertama, setelah lapisan pertama agak mengeras
  • Setelah mengeras, masukkan ke dalam kulkas

Komentar

  1. kebayang harumnya gimana hehehe,apalagi pas bru dikeluarin dari kulkas,,nyesss^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneeeer Mbak, haruuuuum... banget Mbak :)

      Hapus
  2. waaah jadi tergoda pengen nyobain resep dari ummi nih :D
    Bisa buat camilan dirumah biar gak jajan sembarangan hehe

    Melahirkan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...