Langsung ke konten utama

Wisuda dan Perpisahan Nai

Sebelum Ramadhan, Mbak Nai udah wisuda dan perpisahan TK. Artinya, Mbak Nai akan melanjutkan ke SD *masih nggak percaya punya anak yang udah mau SD*
Berhubung inet sempet ngadat, alhasil baru sekarang deh liputan acaranya diposting ^_^

make up ala Ummi

Nah, pas acara wisuda dan perpisahan ini, Mbak Nai didaulat menjadi pembaca tilawah Al-Qur'an. Awalnya, Mbak Nai cuma bilang ke Abinya kalau dia pengen nampil dengan membaca surah Ar-Rahman. Habisnya Nai nggak ikutan nari dll. Tapi, gurunya salut karena surah Ar-Rahman kan belum pernah mereka ajarkan. Nai sendiri, belajar di rumah cuma pas dengerin abinya baca dan lama-lama dia malah ikutan hafal, yah walaupun cuma 25 ayat.

Walaupun ini keinginan Nai, tapi Ummi abinya juga udah deg-deg gimana gitu. Takutnya pas hari H Nai malah ogah maju karena malu. Supaya Nai makin semangat, Ummi beliin baju, sepatu, kerudung baru buat tampil, yang semuanya berwarna ungu *selera umminya :D*
Pokoke memotivasi dah gimana supaya dia tetap semangat buat nampil. Nggak terlalu sulit juga karena ini kemauannya sendiri.

Pas hari H, Alhamdulillah Nai tampil dengan berani dan tanpa ada kesalahan dalam bacaan surah Ar-Rahman sebanyak 25 ayat. Yang jadi sari tilawahnya, laki-laki :D


Pas sebelum Nai tampil, perasaan Umminya nano-nano deh, deg-degan, mules, khawatir :D
Pas tampil, rasanya bangga dan haruuuuuuu banget :)

Selamat tinggal TK, Makasih para Bunda, da... daaa... teman-temaaaan ^____^



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...