Langsung ke konten utama

Sambal Mentah Uleg Tempe Semangit Ala Ummi







Tempe semangi atau tempe busu adalah tempe yang sudah tidak segar lagi. Warnanya telah berubah agak kecoklatan dan mengeluarkan aroma yang khas. Banyak yang tidak menyukainya. Tapi berhubung di rumah sedang ada banyak tempe semangit, nggak ada salahnya saya mencoba untuk mengolahnya. Biasanya tempe tersebut saya buang. Tumben aja kali ini saya berniat untuk menjadikannya sebagai salah satu menu buka puasa.

Baiklah, saya mulai melakukan pencarian resep di mbah Google. Ternyata ada banyak resep yang menggunakan tempe semangit sebagai salah satu bahan utamanya. Saya tertarik dengan tempe yang diolah simple. Saya modifikasi dan jadilah sambal mentah uleg tempe semangit.

Berikut resep lengkapnya:

Bahan:

  • Tempe semangit1 papan ukuran sedang
  • Cabe merah 5 buah
  • Cabe rawai 5 buah
  • 4 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 3 ruas kencur ukuran sedang
  • 2 lembar daun jeruk diiris-iris halus
  • Garam dan gula pasir secukupnya
Cara membuatnya:
  • Tempe semangit dikukus selama 5 menit
  • Haluskan came merah, rawit, bawang merah dan putih, kencur, dengan garam dan gula.
  • Tempe semangit yang telah dikukus kebudian kita uleg hingga agak hancur, campurkan dengan bumbu halus dan irisan daun jeruk.
Hmmmmm... rasanya enak juga, pedes, gurih, dan segar. Lain kali saya nggak akan buang deh stock tempe yang udah semangit :)

Komentar

  1. Wah..kebetulan ada tempe yang udah busuk di kulkas. Bisa dicobain nih, resepnya. Makasih ya...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

#DearDaughter Untuk Nai Tercinta

Dear... Khansa Nailah Gadis kecil berkerudung yang sangat ceriwis dan baik hati. Bayi mungil ummi yang kini telah berusia 4 tahun. Rasanya waktu berjalan begitu cepat. Ummi masih merasa baru kemarin Nai ummi kandung, ikut dalam setiap aktivitas ummi. Saat mengandung Nai, ummi super sibuk. Ummi mengajar full dari hari senin sampai jum'at, dan sabtu minggunya Ummi Kuliah S2. Nai Ummi bawa naik turun tangga sampai 3 lantai, setiap hari. Tapi kamu baik-baik saja, kita berdua kuat. Saat hamil Nai, Ummi juga ngidam lho, sama seperti ibu-ibu hamil lainnya. Tapi ngidam Ummi sedikit berbeda, Ummi ingin jalan-jalan pakai Honda Jazz Sport keluaran terbaru hihihi... aneh yah, Abi dan Opa mu sampai bingung. Keluarga kita nggak ada yang punya mobil itu, tapi Alhamdulillah ternyata teman sekantor Opa baru beli mobil itu, jadi kesampaian deh ngidam Ummi. Hari-hari yang Ummi lewati saat mengandung Nai, semuanya luar biasa, Ummi sangat menikmatinya, walaupun berat badan Ummi Naik drastis, ...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...