Langsung ke konten utama

Sex Education Pada Anak



Sahabat Ummi...

Apa kabar? maaf yah, ngobrol bareng duo Ummi sempat libur. Buat sahabat yang udah nungguin obrolan kami (ecieeee... GR), minggu ini kami ngobrolin tentang sex education pada anak. Untuk postingan Mbak Naqi bisa dibaca di sini:

Untuk postingan ngobrol bareng sebelumnya:



Beberapa waktu yang lalu, di dunia maya terjadi kehebohan. Bukan tentang pilkada, tapi ini tentang salah satu buku yang menuai kontroversi. Buku yang disinyalir tidak tepat dalam konteks memberikan sex education kepada anak. Saya nggak akan bahas tentang itu di sini, silahkan mampir ke postingan ini saja yah buat yang penasaran dengan kasus tersebut, dan bagaimana tanggapan dari salah satu pakar parenting, Bunda Elly Risman.

Di postingan ini, saya hanya share tentang pengalaman saya dalam memberikan sex education kepada anak saya, khususnya Mbak Nai, yang saat ini sedang duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD).

Sahabat Ummi...

Kalau dengar kata sex education, masih banyak yang beranggapan bahwa ini membahas tentang hubungan sex, yang dilakukan oleh pasangan suami istri. Padahal, sex itu artinya adalah jenis kelamin. Jadi beda yah dengan seksualitas. Kalau seksualitas itu sendiri menyangkut beberapa hal:

  • Dimensi biologis: yang berkaitan dengan organ reproduksi. Bagaimana cara menjaga kebersihannya untuk kesehatan.
  • Dimensi psikologis: ini berkaitan dengan identitas peran jenis, tentang perasaan, dan bagaimana menjalankan fungsi sebagai makhluk seksual.
  • Dimensi sosial: ini tentang bagaimana seksualitas muncul berkaitan dengan relasi antar manusia, dan bagaimana lingkungan memiliki pengaruh terhadap pembentukan pandangan tentang seksualitas dan pilihan dalam perilaku seks.
  • Dimensi kultural: ini tentang bagaimana perilaku seks itu adalah bagian dari budaya yang ada di masyarakat
Ada dimensi lain yang membahas secara detil berkaitan dengan seksualitas, bisa dibilang mencakup semua dimensi, yaitu dimensi agama. Bersyukur banget sebagai umat islam, kita punya panduan berupa Al-Qur'an dan hadist. Yang membahas dengan komplit tentang seksualitas.

Jadi, ini bukan sesuatu hal yang tabu untuk dibahas. Saya rasa, orang tua jaman sekarang banyak yang udah lebih paham dan mulai siap dalam sex education kepada anak-anak mereka. Why? karena sekarang jaman keterbukaan. Berbagai kemudahan dalam mengakses informasi. Bahkan kita bisa dapet ilmu cuma-cuma dari expert yang berbagi di grup-grup parenting online. Apalagi ini sebenarnya udah jadi KEBUTUHAN.

Yup, kita sebagai orang tua harus sadar bahwa kita butuh ilmu tentang sex education. Sebaiknya, kita adalah orang pertama yang melakukan sex education kepada anak-anak kita. Jangan sampai anak-anak kita belajar sendiri dari informasi-informasi yang malah tidak tepat, bahkan menyesatkan. Walaupun, sex education sebenarnya telah disisipkan dipelajaran-pelajaran sekolah seperti pelajaran agama, biologi, dan bimbingan konseling. Tapi, itu aja tentu nggak cukup. Komunikasi dari orang tua ke anak, penting banget.

Nah, dalam melakukan sex education, hal yang paling penting adalah menyampaikannya disesuaikan dengan usia anak, daya tangkapnya. Kapan bisa dilakukan? tentu saja sejak dini.

Pengalaman saya, saat Mbak Nai sudah bisa mengenali organ tubuhnya, maka saya juga menjelaskan fungsinya. Tapi, saat ini diusianya yang hampir 8 tahun, belum masuk tentang fungsi reproduksi. Oh iya, dalam memperkenalkan organ intim, saya nggak menyebutnya dengan benda lain. Tapi, menggunakan sebutan yang ilmiah, vulva, yaitu bagian paling luar dari keseluruhan sistem reproduksi. Saran saya, jangan gunakan perumpamaan yang lain. Atau bisa juga dengan menyebutnya sebagai kemaluan, sesuai dengan yang disebutkan di dalam Al-Qur'an.

Trus apalagi?

Di usia di atas 5 tahun, ia sudah paham tentang perbedaan antara laki-laki dengan perempuan. Ia juga sudah paham bagaimana menjaga kebersihan tubuh dan alat kelaminnya. Ini penting banget, terutama tentang teknik membasuhnya, yaitu harus dari depan dulu baru ke belakang. Jangan sampai terbalik.

Trus, ia juga sudah ingin tahu darimana ia dan adek Khai dilahirkan. Karena saya melahirkan mereka lewat operasi cesar, jadi saya tinggal tunjukin bekasnya aja. Jadi, untuk temans yang melahirkan lewat persalinan normal, boleh share dong gimana pengalamannya dalam menjelaskan hal ini ke anak. Kalau tentang asal usul dia dan adeknya, untuk saat ini masih paham sebatas asalnya pemberian dari Allah subhanahu wa ta'ala.

Next, yang kudu saya persiapkan adalah pembahasan tentang perubahan bentuk tubuh dan menstruasi. O yah, yang nggak kalah penting juga nih, saya udah memberikan pemahaman kepada Mbak Nai, tentang bagian tubuh mana yang nggak boleh di lihat dan disentuh oleh orang lain. Kuncinya tentang rasa malu, sebagai pondasi yang udah saya bangun sejak dini. Caranya, tidak mengganti pakaian sembarangan tempat, secara terbuka. Menjaga model pakaiannya. Untuk keluar rumah, sejak bayi anak-anak saya udah terbiasa memakai kerudung. Untuk pakaian keseharian, menggunakan bawahan yang panjangnya di bawah lutut. Saat menggunakan rok atau gamis, selalu memakai celana legging di dalamnya.

Oke deh, segitu dulu share dari saya. Moga bermanfaat dan membuat kita jadi makin semangat untuk mencari ilmu tentang bagaimana memberikan sex education kepada anak. Silahkan temans share pengalamannya juga di kolom komentar. ^__^


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersama Anak Liburan Dadakan Tapi Berkesan

Apa jadinya kalau keluarga yang jarang liburan, pas mau liburan eh si anak demam. Duh... Susah buat diungkapin kan yah. Ada sedih, bingung, kesel, nyesel, dll. Semua bayangan tentang liburan indah mendadak buram, karena liburan terancam batal. Padahal, liburannya udah dinanti-nanti banget. Yah, begitulah kira-kira yang saya rasakan pas mau liburan, eh adek khai demam. Pengaruhnya nggak cuma ke saya atau si Abi, tapi juga Mbak Nai. Sedih adeknya sakit, dan sedih juga kalau liburannya jadi batal. Habisnya, Mbak Nai udah bayangin gimana serunya liburan nanti, trus bakal diceritakan ke teman-teman di sekolahnya. Begitulah... Kami sekeluarga nggak pernah menyiapkan waktu khusus untuk liburan. Jadi, yang namanya liburan itu bisa dadakan aja atau pas sekalian ada moment tertentu, seperti undangan pernikahan dari luar kota. Jadi, bisa dibilang liburannya nggak jauh-jauh juga, bisa di seputar Riau aja, seperti ke Siak atau luar kota seperti ke Sumatera Barat. Transportasi yan...

Grow n Health Madu Pertumbuhan dan Kecerdasan Anak

Di rumah, kami selalu menyediakan madu. Madu juga dijadikan sebagai pengganti gula. Nggak hanya sehat, rasanya juga lebih nikmat. Saya pribadi, campuram madu dengan perasan jeruk nipis dan air hangat merupakan minuman pembuka hari. Sungguh luar biasa manfaat dari madu ini, nggak hanya buat kesehatan tapi juga kecantikan lho, karena bisa dijadikan masker juga. Kalau kita googling nih, bakal menemukan banyak banget manfaat dari mengkonsumsi madu, baik madu murni amupun dikombinasikan dengan herbal lainnya, manfaatnya seperti: sebagai sumber energi karena bisa menambah stamina, menjaga fungsi saluran cerna, membantu menurunkan kolesterol serta mengingkatkan HDL (kolesterol baik), melawan anemia, dll. Jadi, keluarga saya sudah sangat akrab dengan madu. Untuk saya dan suami, kami biasa mengkonsumsi madu murni tanpa campuran. Tapi untuk anak-anak, kami memberikan madu yang dikombinasikan dengan herbal bermanfaat lainnya. Tujuannya, agar semakin banyak manfaat yang didapat. Apalagi n...

Me Time Mandi Parfume dengan Vitalis Parfumed Moisturizing Body Wash

Bismillahirrahmairrahim Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Sahabat Ummi... Sejak menjadi seorang Ummi, alias perempuan yang sudah punya anak, ada satu aktivitas yang menjadi sebuah kemewahan tersendiri buat saya. Yaitu, mandi. Hah, serius? Serius lho. Mandi itu bisa jadi sebuah me time . Nggak harus berlama-lama di dalam kamar mandi, karena kadang tak seindah ekspektasi. Sejak menjadi seorang Ibu, biasanya kita mulai begitu ahli bagaimana melakukan mandi secepat kilat. Sebelum bocah menggedor kamar mandi sambil nangis karena kehilangan Ibunya, walaupun baru nggak kelihatan 3 menit :D Baiklah, nikmati saja masa-masa itu, karena nggak bakal lama. Suatu saat nanti bisa jadi kita bakal merindukannya. Nah, bagaimana bisa tetap mandi kilat tapi kitanya jadi bersih dan wangi juga happy ?, tentu saja semua berhubungan dengan sabun mandi yang kita gunakan. Of course , penting sekali memilih sabun mandi yang tepat. Setidaknya kriteria pemilihan sabun mandi ...