Langsung ke konten utama

Cantik Bersama Lathifa Beauty Clinic Pekanbaru



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Sebagai seorang perempuan, tentunya identik dengan perawatan kecantikan. Minimal, rajin cuci muka walaupun pakai air biasa. Itu yang paling sederhana, sampai yang punya budget luar biasa setiap bulannya untuk perawatan dari ujung rambut hingga ujung kaki. Nggak ada yang salah, selama perawatan yang dilakukan tetap dalam koridor agama. Apalagi kalau bertujuan untuk menyenangkan hati suami tercinta *eaaaaaaa

Di Pekanbaru sendiri, menemukan salon atau klinik kecantikan tidaklah sulit. Hampir di setiap jalan utama, bisa kita temukan. Bahkan, kita bisa menyesuaikan dengan isi dompet. Nah, waktu itu saya diundang dalam acara grand opening sebuah klinik kecantikan yang bernama Lathifa Beauty Clinic pada 24 Mei 2017. Klinik milik seorang dokter bernama dokter Ucha Athirah. Bersama teman-teman blogger Pekanbaru, saya melihat-lihat klinik ini. Klinik berlantai 3 ini interiornya bagus banget, fasilitasnya oke, standar dokter lah yah. Treatment yang ditawarkan juga banyak banget.





Nah, saya udah coba salah satu treatmentnya yaitu Facial acne dengan Photodynamic Therapy (PDT). Kenapa treatment itu? karena wajah saya bruntusan, muncul jerawat halus kecil-kecil. Nggak heran sih yah, pas lebaran kan bareng keluarga pergi liburan keliling Sumatera Barat. Udah capek wara-wiri, males banget buat bersihin muka sebelum tidur. Ketemu bantal, udah langsung melayang ke alam mimpi :D

Haduuuuh... pokoknya, selama treatment, rasanya enak banget, rileks. Saya malah nggak ngeh gimana proses rincinya. Pokoknya me time yang menyenangkan banget. Otot wajah yang biasa ekstra keras karena kebanyakan ngomel *eh jadi nggak tegang lagi :D






Produk skin care yang digunakan selama treatment, tentunya produk Lathifa. Selain enak di kulit, aromanya juga soft, sukaaaa. Untuk Photodynamic Therapy (PDT), ini pertama kali saya mencobanya. Jadi, ada alat berbentuk topeng wajah, dengan sinar biru, terasa agak hangat di kulit wajah. Sampai-sampai saya hampir ketiduran :D

Jadi, kata therapisnya, PDT itu adalah treatment yang efektif banget untuk mengontrol jerawat, dan juga menstimulasi produksi kolagen pada jaringan kulit. Photodynamic therapy ini ngebantu therapy jerawat membandel yang sulit ditangani dengan menggunakan pengobatan topikal aja. Dengan menggunakan cahaya berpanjang gelombang 450-495 nm, Photodynamic Therapy menargetkan kelenjar minyak (sebum) dan bakteri penyebab jerawat. Jadi, bakal ada penurunan produksi minyak pada wajah serta penyembuhan lesi jerawat yang lebih cepat setelah menerima perawatan ini. Berdasarkan hasil penelitian, iradiasi koloni P. acnes di laboratorium oleh sinar biru mengakibatkan terbentuknya singlet oksigen yang menuntun kepada terjadinya kerusakan pada bakteri. Interaksi inilah yang menyebabkan perawatan ini dinamakan Photodynamic Therapy dan menggunakan sinar berwarna biru.






Trus, pada panjang gelombang 620-750 nm, Photodynamic Therapy bakal merangsang produksi kolagen bawah kulit dan memperbaiki sel-sel kulit yang rusak. Kulit jadinya terasa lebih kenyal dan tampak lebih muda. Pemilihan panjang gelombang akan disesuaikan dengan kebutuhan kulit kita. Treatment ini nggak ada efek sampingnya, muka kita biasa aja, nggak jadi merah-merah gitu. Cuma disarankan, setelah melakukan perawatan ini, jangan berjemur di bawah sinar matahari langsung. O yah, durasi treatment ini kurleb 2 jam. Berapa biayanya? sebesar Rp. 325.000 saja.


Sahabat Ummi...

Buat yang di Pekanbaru dan pengen cobain berbagai treatment di Lathifa Beauty Clinic ini, bisa follow instagramnya Lathifa, buat ceki-ceki promonya yah.



Lathifa Beauty Clinic

076134535


Jl. Tuanku Tambusai 59 Pekanbaru


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...