Langsung ke konten utama

Periksa Mata di Rumah Sakit Mata SMEC Pekanbaru



Assalamu'alaikum...

Sahabat Ummi...

Bulan lalu, hanya 1 postingan yang bisa saya post di blog ini. Lagi sibuk? Nggak juga, memang ada kegiatan lain sih. Tapi, kendalanya lebih kepada gangguan mata yang sempat saya alami. Jadi, waktu itu, entah mengapa mata saya sensitif banget dengan cahaya terang, cahaya matahari, lampu, layar laptop or HP. Belum lagi kalau dalam kondisi terkena angin, mata rasanya periiiiiih banget. Air mata bisa keluar terus. Jelas ganggu banget kan yah. Ntar dikirain saya jadi korban KDRT gitu, nangis mulu :D *lol


Tempat kacamata, di depan pintu masuk

Nah, akhirnya saya pun memeriksakan kondisi mata saya di Rumah Sakit Mata SMEC Pekanbaru. Kenapa di sana?, terus terang ini baru pertama kali sih ke sana. Saya memilih di sana, karena ini adalah rumah sakit khusus untuk mata. Jadi, pengen tahu gimana penangan di sana.


Suasana tempat pendaftaran

Si Abi, call ke SMEC untuk melakukan pendaftaran. Pas banget hari itu adalah jadwal praktek dr. Nur Chaironica, Sp.M dan kami bisa hadir ba'da maghrib. Sekitar jam 7 malam gitu. Sampai di sana, langsung ke meja pendaftaran, dapat kartu pasien. Lalu, dilakukan pemeriksaan mata di ruangan refraksi, sebelum saya di periksa di ruangan dokter. Nggak tahu apa nama alatnya, yang jelas ini sekalian dites kondisi mata saya, seperti pemeriksaan minus or plus pada mata.


Pemeriksaan awal sebelum
ke ruangan dokter

Setelah itu, baru menuju ke ruangan dokter Nur. Saya disambut dengan ramah oleh dokter cantik ini. Lalu, langsung dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan alat yang lagi-lagi saya nggak tahu itu namanya apa, yang jelas semacam alat USG kali yah, untuk melihat lebih dalam kondisi mata. Bahkan, mata saya seperti di foto gitu.

Lalu, dokter menjelaskan bahwa saya terkena radang mata atau disebut dengan keratitis. Terus terang, saya awam banget, nggak ngerti apa itu keratitis. Dokternya bilang, itu bisa terjadi karena virus. Kondisi tubuh saya sedang nggak vit, daya tahan tubuh rendah, dan akhirnya virus itu masuk. Begitulah kira-kira penjelasan dokter saat saya tanya penyebabnya. Dari mana virusnya? dokternya bilang, virus itu bisa dari mana aja, karena ada di udara. Belum lagi, kondisi mata saya yang ternyata kering. Sering fokus ke laptop atau layar HP, membuat frekuensi berkedip berkurang. Padahal, saat berkedip itulah kita melumasi mata.


Pemeriksaan oleh dokter

Apakah keratitis itu berbahaya. Dokter bilang, bisa jadi berbahaya, jika tidak cepat dan tepat dalam penanganannya. Daaaan, begitu saya sampai rumah lalu googling, ternyata serem juga. O yah, hasil googling juga, keratitis juga sering diderita oleh para pengguna softlens. Kondisi soflens yang nggak steril, atau mengucek mata dengan tangan yang kotor.

Saya diberikan resep berupa 2 macam obat tetes dan juga 1 salap yang harus dipakaikan ke mata. Dokter bilang, jauhi dulu layar laptop or HP. Jangan begadang, biar istirahatnya cukup, daya tahan tubuh jadi baik.


Brosur di RS Mata SMEC Pekanbaru

Nah, mengenai biayanya, saya membayar secara pribadi (bukan asuransi or BPJS) sebanyak Rp.294.500, dengan rincian: Biaya konsultasi dokter Rp. 95.000, pemakaian alat tonometer non contac Rp. 45.000, kartu pasien Rp. 20.000, dan Obat Rp. 134.500

Bisa dibilang, terjangkau lah yah. Alhamdulillah juga mata saya udah baikan. Ternyata, udah pernah nulis buku tentang mata (The Miracle Of Air Mata), saya bisa dibilang masih lalai juga terhadap kesehatan mata.

Sahabat Ummi...

Semoga sharing saya bermanfaat yah. Mari sama-sama kita jaga mata pemberian Allah ini dengan baik ^___^





Rumah Sakit Mata SMEC Pekanbaru
jalan. Arifin Ahmad no. 92
Telp. (0761) 565686
Fax: (0761) 565786
HP: 0812 758 1061
Email: smec_pkb@yahoo.co.id/ smec_pekanbaru@smec-group.com
web: www.rsmatasmec.com

Komentar

  1. Maaf mba mau nnyaa.. mba periksa mata nya kapan ya?? Soalnya kondisi yg mba alami mirip sprti yg saya rasakan skrg

    BalasHapus
  2. malam mbak.. besok ada ndak, dokter mata. krn saya rencana mau bawak anak saya priksa.

    BalasHapus
  3. Selamat malam doc..kalau masalah spt mata saya yg sebelah kanan sudah buta sejak umur6 thn..dan sekarang mata yg buta tsb mula sakit dan ber air serta merah..dan yg hitam itu telah bertukar warna jadi buram dan kuning...apa yg perlu dilakukan pada mata tersebut doc?.sekarang sakit ..perih dan berair..

    BalasHapus
  4. bermanfaat sekali... saya jadi ta estimasi biaya... mdh2an sesuai cocok saya berobat dsini

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyapa Kembali

 Apa kabar? Kita bersua kembali setelah sekian lama. Akhirnya, tak bisa pungkiri, jika rindu mengetuk kalbu, tanda harus segera bertemu. Di ruang ini, sebuah rumah maya, yang dulu kehangatannya begitu nyata. Rindu akan tegur sapa di kolom komentar. Rindu dengan aktivitas blog walking nya. Dan banyak rindu lainnya yang sulit untuk dijabarkan, karena udah keburu berasa mengharu biru. Semoga semua sahabat Ummi, sehat-sehat ya.

Mamak Era Digital yang semakin Produktif dan Kreatif dengan ASUS E202

Assalamu'alaikum... Sahabat Ummi... Sesama Mamak-mamak yang hidup di era digital dan mendapatkan hasil dari kegiatan online -nya, tentu udah paham lah yah seluk-beluknya. Iya, kok di rumah aja tapi bisa berpenghasilan. Kok di rumah aja, tapi sibuknya ngalahin orang kantoran. Kok di rumah aja, tapi pas pergi-pergi bawaannya banyak banget seperti orang yang mau presentasi. Beda banget dengan mereka yang belum paham tentang dunia digital beserta peluang berpenghasilan di dalamnya. Sampai-sampai, saya pernah ditawarkan pekerjaan, karena kasihan melihat saya yang magister tapi cuma jadi ibu rumah tangga :D Padahal, ini hanya masalah pilihan aja. Saya memilih untuk di rumah. Berpenghasilan pun, tetap bekerjanya di rumah. Tanpa menganggu fokus utama saya, yaitu anak-anak. Apalagi, berpenghasilannya dari hobi. Hati senang, dompet pun riang.    Buku terbaru saya dan beberapa pembacanya Sahabat Ummi... Sebagai Mamak-mamak, ada banyak hal yang b...

Merangkai Kata

 Merangkai Kata Ternyata rasanya tak semudah dulu ya, saat nge-blog jadi suatu rutinitas. Tangan bisa dengan lincahnya menari di atas keyboard. Isi kepala berloncatan, menjadi berbaris-baris paragraf. Hmmm... apa ya, mungkin salah satunya karena berjalannya waktu semua sudah berubah. Waktu membawa kita pada begitu banyak peristiwa yang akhirnya menjadikan hidup semakin penuh dengan berbagai pertimbangan. Ya, berbagai pertimbangan. Apakah ini layak dibagi?, Bagaimana jadinya kalau ini di share?, Apakah ini bermanfaat? dan berbagai pertanyaan lainnya, yang akhirnya isi kepala urung untuk dituliskan. Sempat terpikir juga, apakah saya sudah terlalu tua? wkwkwk... yang sudah di fase butuh kedamaian, menghindari konflik dan drama, sudah tidak mencari validasi lagi, dan sudah semakin takut dengan kematian. Tapi, tak bisa pungkiri bahwa saya merindukan dunia kepenulisan. Saat menulis adalah sebagai sebuah katarsis, saat menulis adalah salah satu cara untuk menebar kebaikan, dan saat menuli...