Semakin mendekat, bukan menjauh, dan selalu datang tepat waktu. Apakah itu? jawabannya jelas sekali bahwa itu adalah maut, kematian. Sebuah tapal batas kehidupan, karena setiap yang bernyawa pasti akan mati. Nah, duhai diri, apakah sudah mempersiapkan segala bekal yang akan kita bawa kelak saat maut datang menghampiri?, sungguh maut tak memandang tua muda, kaya miskin, atau sakit dan sehat. Kematian adalah sebaik-baiknya nasehat. Mengingatkan kita bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Semua datang dan pergi dari awal hingga akhir terus berganti sampai kiamat datang. Duhai diri, apa yang dirasa saat mendengar sebuah kabar kematian?. Bisa jadi hati ini bergetar, rasa takut datang menyelinap, memporak-porandakan hati yang selalu merasa belum siap. Lantas, apa yang kita perbuat?. Kebanyakan kita, hanya hanyut sesaat, lalu kembali tenggelam dalam sebuah rutinitas tanpa ruh. Ruh kita kembali lupa bahwa kita juga akan menyusul mereka yang telah tiada. Bahwa kita akan didatangi oleh s...